Home » Transportasi Publik Jakarta » PPD harus bebas utang sebelum dibeli Jokowi

PPD harus bebas utang sebelum dibeli Jokowi

Reporter : Muhammad Sholeh

Senin, 4 Februari 2013 20:03:00

Terminal Bus. ©2012 Merdeka.com/dok

1

 

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ingin Pemprov DKI memiliki Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Jokowi berharap bisa mengakuisisi PPD menjadi perusahaan BUMD DKI Jakarta.

Namun Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) Azas Tigor Nainggolan mengatakan saat ini PPD sedang terbelit utang sebesar Rp 170 miliar. Azas mengingatkan agar PPD terbebas hutan terlebih dahulu sebelum dibeli Pemprov DKI.

“Jangan nantinya, Pemprov DKI yang membayarkan utang-utang tersebut. Uang rakyat tidak boleh membayar utang yang bukan kewajiban Pemprov DKI,” kata Azas Tigor Nainggolan di Jakarta, Senin (4/2).

Hutang PPD senilai Rp 170 miliar dengan rincian, PT Pelindo II sebesar Rp 15 miliar, Rekening Dana Investasi (RDI) sebesar Rp 24 miliar, pajak sebesar Rp 8 miliar, kewajiban kepada karyawan apabila dilakukan lay off pegawai sebesar Rp 50 miliar dan kewajiban kepada pihak ketiga lainnya seperti hutang pembelian dan lain sebagainya sebesar Rp 73 miliar.

Sedangkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Udar Pristono memastikan seluruh aset PPD seperti kendaraan dan pool akan menjadi milik Pemprov DKI Jakarta tahun ini. Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyetujui PPD menjadi BUMD DKI.

“PPD menjadi BUMD yang mengelola hibah 1.000 bus sedang Kopaja dan Metromini. Sudah ada surat persetujuan dari Kementerian BUMN. Jadi PPD akan jadi milik DKI dengan proses hibah,” kata Pristono.

Pristono menegaskan pihaknya tengah menunggu persetujuan dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), terkait aspek hukum dan aspek keuangannya. Dalam APBD DKI 2013, Pemprov menganggarkan Rp 500 milliar untuk pengadaan bus sedang seperti Metromini dan Kopaja. Dengan anggaran yang ada, jumlah bus yang bisa dibeli sekitar 1.000 unit, atau harga satuan Rp 500 juta.

“PPD nantinya akan bekerja sama dengan para pemilik Kopaja dan Metromini yang sudah usang. Aset mereka akan dijual, dan diganti dengan investasi modal kerjasama. Jadi hibahnya ke PPD, kemudian bagi pengusaha yang mau kerjasama dengan kami, akan mengoperasikan bus, para pengemudinya akan dilatih, digaji harian, dan manajemen kerjanya jelas,” katanya.

[ded]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s