Home » SOAL BANJIR » Sistem Pompa Thamrin Tak Layak

Sistem Pompa Thamrin Tak Layak

 

 
 
Penulis : Andy Riza Hidayat | Minggu, 10 Februari 2013 | 20:14 WIB
 
 
 
 
 
Sistem Pompa Thamrin Tak LayakKOMPAS/IWAN SETIYAWANIlustrasi: Kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Jalan MH Thamrin, Jakarta, terendam banjir luapan Sungai Ciliwung, Kamis (17/1/2013).

JAKARTA, KOMPAS.com – Sistem pompa air kawasan Jalan Thamrin Jakarta Pusat tidak layak lagi menampung hujan lebat di wilayah itu.

Dalam waktu 10 menit saja, air hujan dengan intensitas 100 milimeter per jam sudah mengisi penuh seluruh saluran penampung air. Selanjutnya jika hujan dengan intensitas yang sama terus terjadi lebih dari 10 menit, maka pompa akan kewalahan memindahkan air ke Kali Cideng.

“Jika terus-menerus begitu, maka tidak heran terjadi genangan di Thamrin dan sekitarnya. Memang saluran air di sana di desain menampung air hujan kurang dari 100 milimeter per jam. Kapasitas pompa di Thamrin sudah waktunya diperbesar, sehingga mampu menampung air hujan yang lebat sekalipun,” tutur Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Ery Baskoro, Minggu (10/2/2013) di Jakarta.

Sistem pompa di Thamrin dibuat tahun 1970-an, dengan prediksi hujan 50 milimeter per jam. Sekarang hujan lebih lebat, dengan waktu lebih lama. Maka saat ini sudah waktunya kapasitas pompa di Thamrin diperbesar. Adapun cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat tempat penampungan air di wilayah sana. “Tetapi solusi ini sangat berat, karena sulit mencari lahan untuk penampungan air,” kata Ery.

Pompa di Thamrin tersebar di tiga titik, di area Gedung Jaya, area Gedung Surya, dan di lahan milik PT Mapalus. Seluruh pompa itu berkapasitas lima meter kubik per detik, yang mengalirkan air buangan dari Thamrin ke Kali Cideng di sisi timur. “Tahun ini kami akan memperbesar kapasitas pompa menjadi delapan meter kubik per detik,” kata Ery.

Solusi lain yang kini sedang diambil adalah menyelesaikan persoalan genangan di sisi barat Gedung Sarinah di Jalan Thamrin. Genangan tersebut terjadi karena penurunan muka tanah sekitar 20 sentimeter. Genangan ini tidak tersedot sistem pompa Thamrin ke Kali Cideng karena tidak mengalir ke saluran terdekat.

“Solusi untuk menyelesikan genangan di tempat ini adalah membuat saluran baru yang terhubung dengan saluran lama, sehingga air dapat tersedot oleh sistem pompa,” katanya.

 
 
 
Editor :
Agus Mulyadi

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s