Home » Transportasi Publik Jakarta » Angkot Bakal Dihapus demi Keamanan

Angkot Bakal Dihapus demi Keamanan

Begitu dong,, Pak Ahok..

Dinas Perhubungan Pemprov DKI ngapain aja selama ini.. membiarkan angkutan umum penuh dengan pesakitan.

SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 06:23 WIB

TEMPO.COJakarta – Peristiwa meninggalnya Anissa Azwar, 20 tahun, mahasiswi Universitas Indonesia yang meloncat dari angkutan kota membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta geram.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berniat menghapus angkot secara bertahap. “Tak boleh lagi ada angkot, secara bertahap harus dihabiskan,” kata Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta, Senin, 11 Februari 2013.

Menurut dia, DKI Jakarta ke depannya hanya memiliki feeder bus way (bus pengumpan). Namun, kebijakan ini tak bisa diberlakukan dalam waktu dekat karena bus milik pemda belum mencukupi. Rencananya Pemda DKI Jakarta akan membeli 1.000 unit bus.

Agar sopir angkot tak menganggur, Basuki akan memprioritaskan mereka menjadi sopir bus tadi. Untuk menarik minat sopir, pemda akan memberikan insentif hingga lebih dari tiga kali lipat dari upah minimum provinsi (UMP). “Jika benar-benar sopir akan terseleksi di sini,” kata dia.

Artinya, menurut dia, sopir-sopir “omprengan” atau sopir “tembak” yang tak kompeten akan tersingkir dengan sendirinya. “Yang justru ngeri omprengan-omprengan ini,” kata dia.

Dinas Perhubungan, menurut Basuki, kesulitan mengawasi mereka. Karena di Jakarta mobil omprengan tak memiliki tempat parkir resmi atau pul. Dia tak menutup mata soal pilihan warga memilih naik kendaraan umum yang kurang baik. Alasannya, menurut Basuki, karena bus-bus dengan kondisi baik terbatas jalur dan unitnya. “Karena bus yang bagus tak melintas di sana,” dia menjelaskan.

Penambahan unit bus dengan ukuran sedang ini, Basuki mengatakan, sempat mendapat protes karena harga yang mahal. Tapi dia mempunyai rumus agar masyarakat tak merasa berat dengan harga tiket yang telah ditetapkan. “Kami bisa jual tiket bulanan, misalnya Rp 250 ribu per bulan. Selain itu, dengan tiket bulanan itu ada insentif masuk Ancol gratis,” ujar dia.

Jika nanti angkutan bus sudah mencukupi, angkutan kota secara perlahan akan tersingkir. Pemda juga akan berperan untuk benar-benar mengahbiskan angkutan kota. “Yang tak layak dicabut izinnya, kalau masih maksa uji KIR-nya diperketat,” kata dia.

Dengan layanan yang layak dari bus pemda, Basuki yakin pengadaan angkot baru tak terjadi. Pertimbangannya, investasi angkot baru sudah tak sesuai. Insiden tewasnya Anissa diperkirakan karena ulah sopir tembak. Karena harus mencapai setoran, sopir akhirnya memberikannya kepada sopir tembak. “Kalau kejar setoran kenek akhirnya main. Apalagi malam-malam lihat cewek muda, cantik…udah,” kata Ahok.

Ahok mengungkapkan untuk penanganan jangka pendek, gubernur telah meminta Polda Metro Jaya untuk terus merazia angkot. Selain itu, Gubernur juga berjanji akan sering mengikuti razia sopir-sopir angkot palsu. Atas meninggalnya Anissa, Ahok mengucapkan belasungkawa. “Anak umur 20 tahun sudah mau lulus meninggal, siapa yang enggak kesel?” kata dia.

FIRMAN HIDAYAT

 

+++++++++++

SELASA, 12 FEBRUARI 2013 | 17:45 WIB

Ahok Mau Hapus Angkot, Sopir Pasrah

 

TEMPO.COJakarta — Rencana Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama(Ahok) menghapus angkutan kota secara bertahap dan menggantinya dengan angkutan pengumpan membuat para sopir angkot pasrah. Mereka mengaku hanya bisa menurut jika penghapusan angkot itu diberlakukan.

“Saya ini kan hanya sopir, Mas, kuli yang dikasih pekerjaan nyopir. Kalau angkot dihapuskan, ya mau enggak mau saya harus cari cadangan kerjaan dari sekarang misalkan saya tak dapat mobil pengumpan,” ujar supir angkot 15A rute Kota-Tanjung Priok, Anton, 30 tahun, saat ditemui Tempo, Selasa, 12 Februari 2013

Anton menambahkan, pertimbangan Ahok bahwa angkot perlu dihapuskan karena kualitasnya buruk dan tidak aman tak sepenuhnya benar. Ia berkata, masih banyak angkot yang kualitasnya bagus dan sopirnya resmi sehingga keamanan terjamin. (Lihat:Angkot Jakarta Bakal Dihapus?)

“Angkot itu kan banyak, Mas, enggak semuanya buruk. Kalau karena kesalahan satu angkot kemudian semua angkot dihapuskan dan diganti dengan kendaraan lain, ya kayaknya enggak adil juga,” ujar pria yang sudah menjadi sopir angkot selama lima tahun itu.

Hal senada diungkapkan oleh sopir angkot 15 dengan rute yang sama, Jonar, 49 tahun. Ia mengaku siap-siap saja menerima kebijakan Ahok terkait dengan penghapusan angkot. Namun, ia meminta Ahok untuk memastikan apakah angkutan pengganti angkot sesuai dengan jumlah sopir angkot yang berada di Jakarta.

“Jumlah kita banyak, Mas. Kalau penggantinya terbatas, kita yang enggak dapat jatah gimana mau cari makan. Yah, setidaknya, siapkan lowongan kerja juga buat kami yang enggak dapat mobil pengumpan,” Jonar menjelaskan.

Ketika keduanya diberi tahu bahwa mereka bisa saja menyopir angkutan pengumpan yang baru asal lulus seleksi, mereka menganggap hal itu cukup adil. Lagi pula, kata mereka, hal itu perlu untuk memastikan bahwa hanya sopir terbaik yang bisa mendapat pekerjaan.

“Kalau bisa, jangan dilihat dari seleksi saja, lihat juga dari pengalaman menyopir selama ini, menguasai medan atau enggak, hapal trayek atau enggak,” Anton menambahkan.

Sebagaimana diberitakan, peristiwa meninggalnya Anissa Azward, 20 tahun, mahasiswi Universitas Indonesia yang meloncat dari angkutan kota, membuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta geram.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pun berniat menghapus angkot secara bertahap. Konsep penghapusannya, klik di sini. DKI Jakarta, kata Ahok, ke depannya hanya akan memiliki feeder busway(bus pengumpan).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s