Home » Nata de Kota » Pemprov DKI Batasi Papan Reklame

Pemprov DKI Batasi Papan Reklame

Setuju banget karena sudah ambruadul dan tidak estetik..

Kamis, 14 Februari 2013

PENDAPATAN DAERAH

Jakarta, Kompas – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membatasi keberadaan papan reklame di pusat kota. Caranya, Pemprov DKI tidak akan memperpanjang izin papan reklame yang habis masa berlakunya. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keindahan kota, keselamatan warga, kesopanan, ketertiban, dan kebersihan.

”Keberadaan papan reklame akan kami evaluasi. Sasaran utama kami adalah papan reklame liar dan papan reklame tumbuh (menancap di tanah). Kami arahkan mereka menggunakan LED (light emitting dicode),” kata Wiryatmoko, Asisten Pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Rabu (13/2), di Jakarta.

Penggunaan layar LED untuk iklan tidak hanya menjaga keindahan kota, tetapi juga membawa sentuhan teknologi dalam pelayanan masyarakat. Tarif iklan pun diterapkan berbasis waktu tayang. Sebanyak 30 persen dari total waktu tayang, Pemprov DKI menyediakan untuk layanan masyarakat. ”Layanan ini juga bisa dipakai untuk kampanye calon anggota legislatif sehingga tidak mengotori fasilitas publik di pusat kota,” katanya.

Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pembatasan papan reklame untuk mewujudkan Jakarta sebagai kota yang cerdas. Selain mengarahkan memasang di layar LED, pemasang iklan disarankan memasang iklan di angkutan umum, seperti bus. Namun, mereka tetap diminta membayarkan pajak iklan ke Dinas Pelayanan Pajak DKI. Untuk mematangkan rencana ini, Pemprov DKI akan menggelar pertemuan dengan pengusaha iklan.

Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan, di Ibu Kota saat ini terdapat 340.000 papan reklame. Papan tersebut terbagi dalam papan reklame yang tingginya kurang dari 24 meter dan lebih dari 24 meter. ”Rencana pembatasan papan reklame akan dimatangkan pada pertemuan berikutnya,” kata Iwan.

Pada tahun 2012, pendapatan pajak dari papan reklame sebesar Rp 400 miliar dari target Rp 360 miliar. Sementara itu target pendapatan tahun 2013 sebesar Rp 440 miliar. Tahun 2012, pendapatan pajak papan reklame berada di urutan ke delapan dari 11 jenis pajak yang dikelola Pemprov DKI. ”Pendapatannya tidak masuk lima besar, tetapi cukup signifikan menyumbang pendapatan daerah,” kata Iwan.

Adapun penyumbang pajak terbesar di DKI yang masuk lima besar, antara lain, pendapatan pajak kendaraan, pajak bea balik nama kendaraan, bea perolehan hak atas tanah dan bangunan, pajak restoran, dan pajak hotel.(NDY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s