Home » keamanan » Embrio Kejahatan Jalanan Harus Dicegah

Embrio Kejahatan Jalanan Harus Dicegah

Kapan ya jalanan di Jakarta bisa bebas dari kriminil ?? ( preman teri, pak ogas, timer liar dll)
Orang orang ini harusnya digarap dan disuruk kerja bakti  untuk membersihkan kali atau selokan.

 

Jumat,15 Februari 2013

KRIMINALITAS

Jakarta, Kompas – Munculnya embrio kejahatan jalanan harus dicegah sejak dini untuk menekan angka kriminalitas di kemudian hari. Embrio kejahatan jalanan di kemudian hari ini antara lain pelaku parkir liar, tawuran, premanisme, pengamen, timer liar, dan ”pak ogah”.

Untuk itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat jumpa pers terkait operasi Berantas Jaya 2013, Rabu (13/2), mengharapkan ada sinergi antara kepolisian dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar embrio kejahatan jalanan ini bisa diatasi.

Embrio kejahatan ini tidak bisa ditahan. Dalam operasi Berantas Jaya 2013, ada 85 orang tersangka yang termasuk dalam embrio kejahatan jalanan yang tidak ditahan. Walaupun tidak ditahan, kasusnya tetap diproses secara hukum.

Rikwanto mengatakan, dari waktu ke waktu kejahatan jalanan akan selalu terjadi karena embrionya juga terus muncul. Karena itu, pencegahan embrio kejahatan jadi penting dilakukan sebagai langkah preventif.

Menurut Rikwanto, kejahatan jalanan tidak bisa dilepaskan dari persoalan sosial dan persaingan ekonomi. Itulah sebabnya, penanganannya memerlukan sinergi dengan Pemprov DKI Jakarta.

Sasaran utama operasi Berantas Jaya meliputi pelaku pencurian dengan kekerasan, pencurian sepeda motor, pencurian dengan pemberatan, dan penganiayaan. Selama operasi Berantas Jaya pada 2-11 Februari 2013, sebanyak 535 orang ditangkap aparat Polda Metro Jaya, dengan 450 orang di antaranya ditahan. Dari 535 tersangka yang ditangkap, 72 orang di antaranya masuk dalam target operasi polisi dan 463 lainnya bukan target operasi.

Operasi Berantas Jaya menurut rencana berlangsung hingga 20 Februari 2013.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Toni Harmanto mengatakan, di antara tersangka yang ditangkap selama operasi, ada pelaku kasus kejahatan yang menonjol. Di antaranya NZ, tersangka pencurian sepeda motor yang menembak anggota TNI Angkatan Laut, Pratu I Gede Putu Astawa, awal Februari lalu.

Pungutan

Di Terminal Tanjung Priok, dalam sehari sopir metromini 23 harus mengeluarkan uang Rp 17.000 untuk membayar timer dan Rp 6.000 di Cilincing.

Timer mengaku ditunjuk secara resmi oleh pengelola metromini. Namun, mereka tak menggunakan kartu tanda pengenal yang membuktikannya.

Selain untuk timer, di Terminal Tanjung Priok, sopir dan kernet juga harus mengeluarkan uang untuk preman yang berkeliling mengumpulkan uang dari satu metromini ke metromini lain.(ADH/K03)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s