Home » Kualitas Layanan Kesehatan » Agar Pasien Tertangani Baik, RS Akan Terintegrasi Online

Agar Pasien Tertangani Baik, RS Akan Terintegrasi Online

Selasa, 19/02/2013 07:47 WIB

Edward Febriyatri Kusuma – detikNews

Jakarta – – Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dien Emmawati, mengungkapkan rencana sistem integrasi online antar rumah sakit milik pemerintah dan swasta. Dengan sistem ini, pasien dapat ditangani optimal.

“Dalam waktu dekat sistem online rumah sakit seluruh DKI Jakarta bisa terintergerasi dengan dinas kesehatan,” ujar Kadis Kesehatan DKI, Dien Emmawati saat berbincang dengan detikcom, Senin (19/2/2013) malam.

Dengan sistem yang saling terhubung antar rumah sakit, maka pasien yang membutuhkan perawatan khusus akan langsung dirujuk ke RS yang tersedia peralatannya.

“Pasien tidak perlu susah-susah mencari ICU atau NICU, karena jika tidak terhubung secara online pasti pasien dapat terlambat penanganannya,” imbuhnya.

Dien menjelaskan, ketika semua sistem rumah sakit terintergerasi secara online, pasien nantinya cukup menghubungi call center Dinas Kesehatan.

“Kalau informasi terhubung secara online, keselamatan pasien bisa ditanggulangi dengan menghubungi 119 critical center. Jadi pasien tidak perlu mendatangi rumah sakit satu per satu, selain itu koneksi tersebut terhubung dengan rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah pusat, rumah sakit TNI-Polri dan Rumah sakit Daerah,” jelasnya.

Dien mencontohkan adanya pasien terkena serangan jantung yang membutuhkan penanganan medis cepat.

“Pasien tersebut bisa telepon 119, selanjutnya operator akan mencari rumah sakit terdekat yang memiliki spesialis jantung. Ketika benar-benar dibutuhkan mobil ambulans dinas kesehatan akan menjemput dan membawa pasien ke rumah sakit yang tepat,” janji Dien.

(edo/fdn)

+++++++++++++++++
v

Tanggapan Ahok Soal Bayi Dera yang Ditolak 5 Rumah Sakit

Ahok mengusulkan rumah sakit harus punya sistem online.


Ahok tanggapi meninggalnya bayi Dera (© Merdeka)

Merdeka

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menegaskan, Pemprov DKI Jakarta segera menerapkan sistem online dalam pelayanan kesehatan di DKI agar kasus ditolaknya bayi Dera Nur Anggraini di lima rumah sakit tidak terulang. Sebab, jika pasien mencari rumah sakit rujukan sendiri maka akan mengalami kesulitan.

“Itu yang saya bilang, kalau kita enggak bikin sistem online, semua rumah sakit atau apa itu kita enggak bisa, mesti dipaksakan rumah sakit tidak boleh minta pasien nyari sendiri, dia mana tahu enggak ada data,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (18/2).

Dengan sistem online, semua semua rumah sakit akan terpantau sehingga tahu rumah sakit mana yang kosong. “Misalnya orang di ICU-kan, dia penuh kamu datang, rumah sakit tolak. Masak orang yang sudah dipasangin ICU, dicopoti bisa mati dong. Ya logika itu. Makanya kita siapin yang 119, info nyatu kelihatan, rumah sakit mana yang kosong, nah orang ini dianter ke sana,” jelasnya.

Setelah menggunakan sistem online, rumah sakit harus dipaksa untuk mencarikan rujukan jika rumah sakit yang dituju sudah penuh. Sehingga, rumah sakit dapat memberikan referensi rumah sakit yang masih kosong untuk dipesankan tempat rawat inap.

“Kelas 3 kosong ada berapa, kelas ini kosong berapa, itu yang kita butuhkan. Kalau sekarang saling lempar, rumah sakit enggak mau tahu, dia penuh, sana penuh. Kalau penuh kan kasihan orangnya kan. Udah meninggal waktunya habis,” ujarnya.

Ahok menjelaskan, nantinya Pemprov DKI akan mendorong setiap rumah sakit untuk membangun 75 persen ruang rawat inap kelas III. Sebab, nantinya Pemprov akan menghibahkan peralatan dengan besaran miliaran rupiah untuk rumah sakit tersebut.

“Makanya saya bilang ke kepala dinas kesehatan, siapa pun yang bangun rumah sehat kita kasih lepas, kalau dia bisa kasih kita 75 persen, kami pun akan hibahkan alat miliaran rupiah kepada mereka,” katanya.

“Kalau kita hitung sampai setengah orang Jakarta tidak mampu berobat berarti rata-rata mereka mau di kelas III, nah ini yang membuat kekurangan,” imbuhnya.

Saat ini, sudah ada 85 rumah sakit yang telah melakukan perjanjian dengan Pemprov DKI dalam penerapan sistem online. Selain itu, juga akan melanjutkan sistem Askes untuk pasien kelas III.

Seperti diketahui, Setelah sepekan berjuang melawan penyakitnya, seorang bayi bernama Dera Nur Anggraini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (16/2). Dera meninggal pada pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Zahira, Jakarta Selatan.

Dera yang lahir secara prematur meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan karena ada kelainan pada kerongkongannya. Karena di rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat memadai, dokter di Rumah Sakit Zahira menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit lain.

Sebelum Dera meninggal, Elias sebenarnya sudah berusaha mencari rumah sakit rujukan lain. Ke RSCM, Fatmawati dan Rumah Sakit Harapan Kita, tapi tak ada satu pun rumah sakit itu menerima Dera.

[has]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s