Home » SOAL RUANG PUBLIK » KBT Jadi Tempat Mesum, Pemprov DKI Harus Libatkan Masyarakat Sekitar

KBT Jadi Tempat Mesum, Pemprov DKI Harus Libatkan Masyarakat Sekitar

Minggu, 03/03/2013 05:41 WIB

Prins David Saut – detikNews

Jakarta – Fenomena kegiatan meresahkan di Kanal Banjir Timur dinilai karena pembangunan wilayah yang tidak mengajak komunitas sekitar turut berproses. Padahal dengan keterlibatan masyarakat sekitar dalam pembangunan di suatu lokasi mampu menumbuhkan rasa memiliki.

“Secara sosiologis dari proses pembangunan itu sendiri tidak melibatkan komunitas masyarakat sekitar. Sehingga ruang terbuka itu tidak dilihat komunitas sekitarnya, itu tidak pernah diajak berproses. Setahu saya penghijauannya tidak dilakukan komunitas setempat, tapi dilakukan komunitas di luarnya,” ujar Sosiolog dari Universitas Indonesia Linda Darmajanti pada detikcom, Minggu (3/3/2013).

Linda meyakini jika pembangunan suatu kawasan mengajak masyarakat di sekitar kawasan tersebut untuk berproses maka akan tumbuh rasa memiliki sebagai komunitas.

“Padahal kalau ada ruang terbuka itu, masyarakat sekitar diajak berpartisipasi dalam proses membangun, menata, dan diajak berproses mungkin akan ada rasa memiliki dan menjaga,” ujar wanita kelahiran Medan ini.

Pemprov DKI pun dituntut selain membangun Jakarta secara material juga harus membangun ibu kota secara imaterial. Artinya, melibatkan masyarakat sekitar kawasan pembangunan untuk menanamkan rasa memiliki.

“Kepedulian itu harusnya dibangun dan diajak berporses. Soal kegiatan meresahkan di KBT bisa diantisipasi sebenarnya dari awal, kalau dari awal sudah ada pemetaan sosial. Nggak bisakan Satpol PP mengontrol itu 24 jam, lebih baik dari komunitas sekitarnya yang diajak berproses,” ujar akademisi dan peneliti berusia 58 tahun ini.

Dinas Pertamanan DKI Jakarta sebagai pihak yang mengupayakan ruang terbuka hijau di Jakarta harus menyadari keterlibatan masyarakat sejak awal. Sehingga ruang terbuka yang ada didasari oleh komunitas.

“Dinas pertamanan DKI harusnya menyadari itu, mungkin sekarang sudah beberapa jadi dan telah bertambah, termasuk KBT sendiri, itu menambah ruang terbukanya DKI. Sayangnya kurang sensitif, kalau kita mau buka ruang publik itu harusnya community based. Dan dibangun, ini punya mereka, dan silahkan dipelihara, misalnya rumputnya tinggi, dipotong, jadi bukan Dinas Pertamanan DKI,” tutup Linda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s