Home » SOAL KAWASAN » Ahok Minta Pengusaha Beli Vila Liar di Puncak untuk Dibongkar

Ahok Minta Pengusaha Beli Vila Liar di Puncak untuk Dibongkar

Senin, 04/03/2013 21:15 WIB

Hari ke-140 Jokowi

Mulya Nurbilkis – detikNews

Jakarta – Pemprov DKI punya siasat tersendiri untuk mengatasi masalah banjir, terutama yang berkaitan dengan vila-vila di kawasan Puncak, Jawa Barat. Para pengusaha akan diminta untuk membeli vila tersebut. Nantinya diserahkan ke pemprov untuk dibongkar dijadikan daerah serapan.

“Kami mau manfaatkan CSR properti untuk beli tanah di Puncak, kalau mereka mau bantu. Kami minta mereka beli vila-vila di hulu, udah beli vila, mereka serahkan kepada kami, kami bongkar,” tegas Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota, Jakarta, Senin (4/3/2013).

Pria yang biasa disapa Ahok ini akan mengubah kawasan di hulu sungai itu jadi area penghijauan. Dam-dam kecil juga akan dibuat.

“Mungkin orang Jakarta yang mau bercocok tanam ya kami kirim ke sana, baginya 80-20,” tegasnya.

Bagaimana dengan para pejabat yang tinggal di sana? Ahok tak mau pusing. Dia memastikan, bila vila itu sudah dibeli, maka hak ada sepenuhnya di tangan pemilik.

Meski begitu, rencana ini belum bisa segera direalisasikan. Masih ada proyek lain yang sudah terlebih dulu dibahas bersama para pengusaha.

“Sekarang sedang isi rusun, nanti kami mau cat Jakarta. Pak Gubernur ingin jembatan-jembatan yang jelek dicat,” kata Ahok.

(mok/mok)

 

 

Senin, 04 Maret 2013 | 16:08 WIB

Kepala Desa ‘Diteror’ Pemilik Vila Liar

TEMPO.CO, BogorVila liar terus tumbuh di kawasan Puncak. Salah satu titik paling menonjol adalah Bukit Citamiang di Desa Tugu Utara, Cisarua, Kabupaten Bogor. Para pemilik vila di area konservasi itu adalah para pesohor negeri ini, seperti para purnawirawan jenderal, mantan menteri, dan pengusaha.

Hal ini terungkap dalam laporan investigasi majalah Tempo edisi 4 Maret 2013. Nama-nama besar itu seperti Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, mantan Panglima Kostrad Letjen TNI (Purnawirawan) Djaja Suparman, mantan wakil KSAD Letjen TNI (Purnawirawan) Suryadi, dan mantan Panglima Kodam Udayana Letjen TNI (Purnawirawan) H.B.L Mantiri. Juga ada Oetojo Oesman, Menteri Kehakiman di masa Orde Baru, dan King Yuwono, pemilik King Plaza.

Menurut Kepala Desa Tugu Utara Jajat Soedrajat, mereka memiliki vila ini sudah lama, sejak bangunan itu didirikan. Status kepemilikannya pun belum berganti hingga kini. Hal ini sesuai dengan investigasi awal yang dilakukan Tempo pada Mei 2007.

Akbat pemberitaan waktu itu, Jajat banyak dihubungi oleh para pemilik vila liar tersebut. Ada yang memberi saran, ada pula yang menekan. “Pak lurah, hati-hati menuduh,” kata Jajat, menirukan ucapan si penelepon, dua pekan lalu.

Menurut Jajat, sebagian besar penelepon atau orang yang menghubungi adalah ajudan atau tangan kanan pemilik bungalo mewah tadi. Ada juga dari pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor. Mereka keberatan dengan pernyataan Jajat yang mengungkap identitas para pemilik vila. “Ya, itu sudah risiko jabatan. Mereka menelepon mungkin merasa atau tidak merasa bahwa dirinya disebut-sebut mempunyai kekayaan di sini,” kata Jajat.

Wiranto membantah kabar kepemilikan vila ini. Menurut dia, lahan yang dibelinya pada 2005 telah dijual setahun kemudian. “Sudah saya alihkan kepemilikannya,” kata Wiranto, akhir pekan lalu.

TIM INVESTIGASI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s