Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Tanggul Laut Dipercepat

Tanggul Laut Dipercepat

Kamis,
07 Maret 2013
 

 

 

Kesepakatan Pemerintah Pusat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat

Jakarta, Kompas – Pemerintah pusat bersama tiga pemerintah provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, bertekad mempercepat pembangunan tanggul laut raksasa dan angkutan massal berbasis rel. Peran swasta akan dikedepankan.

”Kami sepakat mempercepat. Untuk giant sea wall, dari jadwal tahun 2020 awalnya, akan ground breaking (peletakan batu pertama) tahun 2014. Pekan ini mulai studi kelayakannya,” kata Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu (6/3).

Kesepakatan itu tercapai dalam rapat koordinasi yang dipimpin Hatta. Hadir Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, Menteri Perhubungan EE Mangindaan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Selain tanggul laut raksasa (giant sea wall) yang termasuk dalam proyek pengembangan wilayah pantai Jakarta, rapat itu juga membahas proyek area prioritas metropolitan. Proyek area prioritas (MPA) itu mencakup lima hal, salah satunya tentang keberlanjutan proyek angkutan massal berbasis rel (MRT). Proyek MRT timur-barat, ujar Hatta, juga segera dilakukan studi kelayakannya. Prioritas lainnya antara lain penanggulangan sampah, ketersediaan air bersih, dan pasokan listrik.

”Program MPA ini berhubungan dengan pengembangan Jakarta sebagai smart city. Ini berarti menggunakan pendekatan tidak hanya infrastruktur, tapi kemakmuran, soal pembangunan hulu hingga ke hilir,” kata Hatta.

Hatta mengungkapkan, percepatan pengerjaan proyek tanggul laut dilakukan karena mendesaknya kebutuhan fasilitas itu. Dikatakan, dari sisi konstruksi, permukaan tanah di wilayah pesisir DKI diperkirakan mencapai 4 meter tahun 2020. Selain memperhatikan keselamatan penduduk, kebutuhan biaya pemeliharaan akan semakin besar jika hal itu tidak ditanggulangi.

Hatta menyatakan, peran sebagai manajer atas dua megaproyek itu ditugaskan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dalam pelaksanaannya, proyek-proyek itu akan mengambil peran sektor swasta lebih besar dibandingkan sumber pendanaan dari APBN dan APBD.

”Dana APBN lebih dari 5 persen, tapi kami tidak akan bergantung pada APBN. Dana APBN terutama untuk normalisasi sungai karena itu memang tugas pemerintah. Jadi peran swasta dikedepankan melalui program PPP (kemitraan pemerintah dan swasta),” kata Hatta.

Gubernur DKI Joko Widodo membenarkan pihaknya meminta agar pembangunan tanggul laut dipercepat. Ia berharap pembangunan itu bisa dimulai tahun depan. Semula, pembangunan tanggul laut akan dimulai tahun 2020. ”Tanggul laut memang menarik secara bisnis dan komersial sehingga banyak yang mau terlibat. Tidak hanya satu dua pihak, tetapi banyak,” kata Jokowi, Rabu (6/3), di Balaikota.

Jokowi menyebut akan ada tambahan lahan seluas lebih kurang 4.000 hektar dari hasil reklamasi di wilayah utara Jakarta. Tambahan lahan itu, menurut rencana, akan digunakan untuk pelabuhan, kawasan perumahan, juga menjadi wahana bagi penataan kaum nelayan.

Saat ini, kajian mengenai pembangunan tanggul laut raksasa belum selesai. Jokowi berharap kajian bisa segera diselesaikan tahun ini. Nilai proyeknya diperkirakan Rp 230 triliun, dan bisa selesai dalam 15 tahun. Pembangunan menggunakan dana APBN, APBD, dan swasta.

Menurut Ahmad Heryawan, penting sifatnya pembangunan kawasan dalam satu kesatuan koordinasi maupun hasilnya. Dampak positifnya akan dirasakan bersama. Ia mendorong pendekatan nonstruktural bagi pembangunan dan pengembangan dari hulu ke hilir.

Dari sisi daerah hulu yang menjadi daerah Jawa Barat, misalnya, hal itu akan mencakup beberapa hal. Antara lain, penghutanan kembali, penataan daerah aliran sungai, dan pembangunan polder, kolam retensi, hingga waduk. (BEN/FRO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s