Home » Nata de Kota » Bakal Jadi ‘Orchard’ Indonesia, Harga Tanah Kawasan Satrio Rp 20 Juta/Meter

Bakal Jadi ‘Orchard’ Indonesia, Harga Tanah Kawasan Satrio Rp 20 Juta/Meter

 

 

Beginilah jika tata kota dikuasai oleh mafia tanah dan developer.. Pembangunan acak acakan..yang dipikirkan hanya soal komersialisasi kawasan.. Untuk ruang publik, fasilitas umum dan transportasi bagian yang selalu terlupakan. Walhasil “Orchard ” Indonesia bakalan berdebu dan kumuh. Jadi harapan bisa jalan jalan (kjalan kaki) sambil shopping sih masih akan jauh .. 

Maikel Jefriando – detikfinance
Minggu, 10/03/2013 18:30 WIB
 
 
 
 
 
Jakarta – Kawasan Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan akan menjadi pusat komersial utama di Jakarta. Kawasan ini akan ‘disulap’ layaknya Orchard RoadSingapura atau seperti Ginza shopping and entertainment district di Tokyo. 

Sejalan dengan rencana tersebut, harga tanah di kawasan ini ikut terangkat. Warga sekitar kawasan itu telah membanderol harga tanahnya Rp 20 jutaan per meter persegi.

Misalnya Amirudin, warga RT 17/04, Kelurahan Karet Kuningan mengatakan sejak 2010 harga tanah masih di patok Rp 5 juta per meter. Namun, sejak adanya kabar itu harga tanah di perkampungan wilayah Karet Kuningan melesat menjadi Rp 20 juta per meter persegi.

“Dari 3 tahun lalu itu Rp 5 juta per meter dan sekarang ada yang mencapai sekitar Rp 20 juta per meter,” ungkap Amirudin kepada detikFinance ke kediamannya kawasan Karet Kuningan, Jakarta, Minggu (10/3/2013)

Ia menuturkan, tanah di kawasan sekitar rumahnya saat ini sudah dibeli oleh pengembang Agung Podomoro Group. Diperkirakan luasnya mencapai 4.000 m2. Lokasinya, berada diantara dua gedung Ciputra World I dan II yang saat ini sedang tahap konstruksi.

“Ada 4.000 m2 lahan yang sudah dibeli oleh Agung Podomoro,” cetusnya.

Dari informasi yang ia peroleh, kawasan itu akan dibangun Gedung perkantoran, apartemen atau pusat perbelanjaan. “Belum tahu, tapi isunya banyak gedung, apartemen, mal nggak tau juga,”tambahnya.

Rencananua sebagian warga yang sudah dipastikan transaksi pembayaran tanahnya, harus meninggalkan lokasi pada Agustus tahun ini dan paling lambat akhir 2014. “Ada habis lebaran nanti itu sudah mulai disuruh pindah. Paling lambat akhir 2014 itu sudah habis,” jelasnya

Amirudin yang juga buka usaha warung makan mengaku warga setempat tidak keberatan dengan penjualan tanah. Pasalnya, harga tanah yang ditaksir sesuai dengan keinginan warga.

Selain itu warga juga banyak yang terdesak dengan isu-isu yang berkembang. Seperti rencana pelebaran jalan utama yang memungkinan penurunan harga tanah. “Mereka datang perorangan untuk jual beli tanah ke warga, ya mereka juga banyak yang butuh uang, jadi dilepas saja,” pungkasnya

Sebelumnya pengusaha Ciputra mengaku terkesan dengan perkembangan mega proyek Ciputra World Jakarta I dan II di Jalan Satrio, Jakarta. Ia menuturkan ide pembangunan kawasan komersial terpadu ini tercetus sejak 20 tahun lalu.

“Proyek ini adalah cita-cita saya 20 tahun lalu karena lokasinya yang strategis. Ini pusat dari segitiga emas, khusus komersil,” kata Ciputra beberapa waktu lalu.

Ia percaya Jalan Dr Satrio akan menjadi pusat komersial utama di Jakarta, layaknya Orchard Road Singapura atau seperti Ginza shopping and entertainment district di Tokyo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s