Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Proyek MRT Belum Jelas, Jokowi: Tak Kuat Saya Kerja Lama-lama Seperti Ini

Proyek MRT Belum Jelas, Jokowi: Tak Kuat Saya Kerja Lama-lama Seperti Ini

Khas Pemprov DKI, Pak Joko. sebuah Project besar pastinya bancakannya juga besar, walhasil nilai project jadi tidak ekonomis..Mirip dengan project MRT .. Sudahlah teruskan saja monorail.. Wong MRT Subway.. juga banyak yang di atas(elevated) ..

 

Ray Jordan – detikfinance
Senin, 11/03/2013 12:41 WIB

Jakarta – Gubernur DKI Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi menyesalkan belum jelasnya proyek pembangunan kereta bawah tanah atau MRT. Selama 5 bulan ini, belum juga ada keputusan kapan mulai dibangun proyek MRT tersebut.

“Kita itu gini lho, kita ini semua ingin ada percepatan MRT. Kita putuskan kebut-kebutan. Nunggu udah berapa bulan ini udah 5 bulan kan. Saya tak kuat saya menunggu terlalu lama kaya gini. Saya inginnya itu segera. Putuskan segera, ngecor,” jelas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (11/3/2013)

“Progresnya mesti progres harian, nggak mau bulanan. Termasuk monorel sama saja. Masa nunnggu dokumen begitu saja lama. Nggak kuat saya kerja lama-lama seperti ini,” imbuh Jokowi lagi.

Jokowi pernah menyebutkan ingin segera merealisasikan proyek MRT dan juga monorel bulan ini juga. Telah diputuskan Pemprov DKI dan pemerintah pusat, bahwa masing-masing porsi pembiayaan yang ditanggung adalah 51% dan 49%. Semua pembiayaan MRT didapat dari hasil pinjaman dari Japan International Coorperate Agency (JICA).

Total nilai proyek adalah sekitar 144 miliar yen dengan besar pinjaman dari Japan International Coorperate Agency (JICA) sekitar 120 miliar yen, dan selebihnya dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Untuk rute MRT tahap I Lebak Bulus-Bundaran HI, koridor utara-selatan, jalur MRT terdiri dari 13 stasiun MRT. Yaitu sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja.

Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.

Untuk tahap II masih koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan.

Mass Rapid Transit Jakarta (MRT Jakarta) yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih 110,8 km, meliputi dua koridor utama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s