Home » KUALITAS BIROKRASI » Lelang Proyek DKI Berisiko

Lelang Proyek DKI Berisiko

Kamis,
21 Maret 2013

Awasi Dana Pengadaan Barang dan Jasa

Lelang Proyek DKI Berisiko

Jakarta, Kompas – Indonesia Corruption Watch menilai, lelang pengadaan barang dan jasa di sejumlah satuan kerja perangkat daerah DKI Jakarta berisiko terjadi penyelewengan. Hal itu disebabkan paket lelang mencapai ribuan jumlahnya, bernilai besar, dan tidak banyak pesertanya.

”Selama tahun 2012, kami menemukan 10 paket konstruksi paling berisiko di DKI. Paling banyak terdapat di bidang pekerjaan umum, pendidikan, dan kesehatan, terutama untuk proyek yang berhubungan langsung dengan masyarakat,” kata Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Agus Sunaryanto, dalam seminar Penguatan Masyarakat untuk Mengawasi Pengadaan Barang dan Jasa Secara Elektronik, Rabu (20/3), di Jakarta.

Data ICW menyebutkan, proyek konstruksi paling berisiko itu, di antaranya, pemeliharaan dan operasional infrastruktur pengendali banjir dan pembersihan sampah saluran/kali tahun jamak 2012 hingga 2013 senilai Rp 63.311.105.901 yang diikuti tiga peserta. Selain itu, ada lima proyek di bidang pendidikan yang berisiko, di antaranya pekerjaan konstruksi penyelesaian rehabilitasi total gedung SMPN 178 senilai Rp 2.324.349.000 yang diikuti tiga peserta.

ICW melakukan monitoring dan analisis pengadaan barang dan jasa secara elektronik di enam daerah, termasuk DKI Jakarta. Kriteria monitoring meliputi jumlah paket, anggaran pengadaan secara elektronik, dan persentase terhadap total anggaran; nilai kontrak; jumlah peserta lelang; serta waktu pelaksanaan proyek.

Berdasarkan data ICW, tahun 2012, jumlah tender di DKI Jakarta yang terpantau sebanyak 3.136 paket. Nilai harga perkiraan sendiri (HPS) mencapai Rp 9,27 triliun, sementara nilai kontrak Rp 8,55 triliun. Rata-rata peserta tender 7,4 peserta dan persentase nilai kontrak dibandingkan dengan HPS 91 persen.

”Meskipun jumlah peserta rata-rata 7,4, ada pula peserta lelang kurang dari tiga. Itu mengindikasikan tingkat kompetisi rendah dan kemungkinan ada kolusi antarpeserta,” ujar Agus.

Terkait peserta tender, ICW juga menemukan ada perusahaan yang dihentikan sementara oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha selama 18 bulan, tetapi masih mendapatkan proyek.

Penggelembungan

Risiko penyelewengan juga bisa ditemukan lewat HPS. Praktik yang sering terjadi adalah penggelembungan harga satuan yang lebih tinggi daripada harga pasar.

Agus menambahkan, ICW telah menyampaikan data dan kondisi itu kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Tahun ini, lanjut Agus, ada sekitar Rp 5 triliun dana untuk pengadaan barang dan jasa di DKI sehingga harus diawasi secara ketat.

Dikonfirmasi tentang hal ini, Basuki mengakui, pada sejumlah proyek sebelumnya, ada laporan dari inspektorat kepada Badan Pengelola Keuangan Daerah DKI Jakarta bahwa ada barang-barang yang harganya lebih tinggi dibandingkan harga pasar.

”Sekarang sudah kami potong 5 persen-28 persen. HPS kami turunkan dan kami kunci. Nanti peserta lelang akan ikut dengan angka itu. Dengan begitu tak ada lagi penggelembungan harga. Kalau HPS beres, semua sistem lelang akan berubah,” ujar Basuki.

Basuki mengakui, risiko penyelewengan terbesar memang ada di bidang pekerjaan umum karena nilai proyek besar.

”Kami akan perbaiki basis kinerjanya,” katanya.

Terkait peserta lelang yang kurang dari tiga, Basuki mengatakan, ke depan tidak akan terja- di lagi. Perusahaan-perusahaan yang ada di daftar hitam juga diawasi agar tidak bisa ikut lelang.

Deputi Monitoring dan Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Ikak G Patriastomo mengatakan, proses lelang memang menjadi proses paling hiruk-pikuk dari pengadaan barang dan jasa. ”Setiap tahun, ada 20.000-30.000 proses pengadaan barang dan jasa. Siapa yang bisa mengawasi begitu banyak proses. Masyarakat harus ikut serta mengawasi,” kata Ikak.(FRO/RYO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s