Home » Transportasi Publik Jakarta » Nopol Ganjil Genap Berlaku, Jokowi Prediksi 43% Pemobil Naik TransJ

Nopol Ganjil Genap Berlaku, Jokowi Prediksi 43% Pemobil Naik TransJ

Sukma Indah Permana – detikNews

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Jokowi belum bisa memastikan kapan pemberlakuan nomor polisi ganjil genap di jalanan di Jakarta. Jokowi masih menunggu kesiapan segala sarana dan prasarana, termasuk kesiapan armada TransJ.

“Kita nggak bicara akhir tahun, atau Juli, Juni, atau Agustus. Asalkan sudah siap akan saya putuskan, dan jalan,” imbuh Jokowi di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (20/3/2013).

Menurut Jokowi, semua sudah dipertimbangkan termasuk kebutuhan kalkulasi, berapa pengendara yang pindah dari angkutan pribadi ke angkutan umum.

“Kan sudah dihitung akan pindah kira-kira, 43 persen dari mobil pribadi ke mobil angkutan massal. Saya tanya kan mestinya, sudah cukup nggak? Sudah siap nggak busway-mu untuk menampung sebanyak orang itu, loh cukup mana kalkulasinya. Ini kan belum sampai ke saya,” jelasnya.

Jokowi tak mau membuat kebijakan sembarangan. Dia ingin semua beres, walau ada riak-riak, tentu itu hal yang biasa di lapangan.

“Kalau nanti bus-nya datang Juni atau September ya sudah siap, tapi kan kalkulasi ekonominya harus ada. Ya dengan penerapan seperti itu, pergerakan ekonomi menjadi turun atau malah melesat, kan ada hitungannya. Rupiah berapa kalau turun, atau naik rupiah berapa, itukan semua dihitung,” tuntasnya.

(sip/ndr)

 

Damri Siapkan 66 Bus Transjakarta Baru

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Puluhan armada transjakarta baru diparkir di Pool Pesing, Jakarta Barat, Minggu (13/1/2013). Pemerintah Prov DKI Jakarta terus mengembangkan angkutan massal berbasis bus itu dengan menambah jumlah armada, menambah koridor dan pengintegrasian antara transjakarta dengan angkutan umum lainnya.

TERKAIT

JAKARTA, KOMPAS.com – Perum Damri siap mengoperasikan sebanyak 66 unit armada Bus Transjakarta di Koridor I dan VIII. Namun, Damri masih menunggu keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Layanan Umum (BLU) Transjakarta tentang waktu beroperasi armada.

Direktur Utama Perum Damri, Agus Suherman Subrata mengatakan, Damri beroperasi di dua koridor itu setelah pihaknya memenangi tender sebagai investor sekaligus operator, Desember 2011 lalu. Artinya, Perum Damri ditunjuk sebagai penyedia armada serta mengoperasikan armada.

“Ada 66 armada yang kita siapkan dengan total nilai investasi 221,1 Miliar. Pada prinsipnya, kita siap kapan saja jika diminta BLU launching,” ujar Agus dalam konferensi pers di Kantor Damri, Jl. Matraman, Jakarta Timur,Selasa (15/1/2013).

Agus melanjutkan, sebanyak 66 armada yang telah disiapkan itu rencananya akan mengganti sejumlah armada bus Transjakarta yang lama. Meski demikian, Damri belum bisa menentukan berapa jumlah armada di masing-masing koridor itu. Damri menyerahkannya ke BLU Transjakarta.

“Kemungkinan akan dibuat fleksibel. Mungkin juga BLU akan meniru transportasi di Singapura. Jadi melihat dulu jumlah penumpang banyak, baru diterjunkan armada,” lanjut Agus.

Kini, sebanyak 66 armada bus Transjakarta yang baru tersebut masih berada di Pelabuhan Tanjung Priok dan Daan Mogot. Damri tengah mengurus STNK armada tersebut dari petugas kepolisian hingga Pemprov DKI siap mengoperasikannya.

Agus melanjutkan, Damri pun telah melakukan uji coba sebanyak 20 armada baru mulai 1 Januari hingga 13 Januari 2013 lalu. Namun, untuk waktu beroperasinya, Damri menyerahkan wewenang tersebut ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Agus pun mengaku siap kapan saja jika diminta.

Editor : Tri Wahono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s