Home » Kualitas Air dan sungai » Alih Fungsi Lahan Terus Ancam Situ

Alih Fungsi Lahan Terus Ancam Situ

Sabtu,
30 Maret 2013

LINGKUNGAN

Tangerang Selatan, Kompas – Empat tahun lalu, 27 Maret 2009, tanggul Situ Gintung, Cirendeu, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, jebol, menyebabkan bencana yang menewaskan sedikitnya 99 warga. Namun, tragedi itu dinilai belum membuat pemerintah sadar akan pentingnya menjaga kelestarian situ.

Di Tangerang Selatan (Tangsel), sebagian situ-situ dibiarkan rusak tak dipelihara. Sebagian sudah diuruk, sebagian lagi tinggal menunggu waktu untuk lenyap. Keamanan sebagian tanggul juga mengkhawatirkan.

”Alih fungsi lahan akibat lemahnya penegakan peraturan tata ruang, tata kelola air, membuat situ-situ, termasuk di Tangerang Selatan, kondisinya kian memprihatinkan,” kata Tubagus Soleh Ahmadi dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia dalam diskusi ”Refleksi Empat Tahun Tragedi Situ Gintung”, Rabu (27/3).

Penegakan hukum tata ruang dan lingkungan, lanjutnya, menjadi keharusan untuk menyelamatkan lingkungan. Ia menilai, tak ada aksi nyata untuk melindungi lingkungan sehingga memunculkan bencana lingkungan, seperti jebolnya Situ Gintung. Seusai terjadi sejumlah bencana itu, kebijakan pengelolaan lingkungan dinilai tak juga membaik.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Tangsel Rahmat Salam mengakui, kondisi situ-situ di kawasan itu memang memprihatinkan. ”Sebagian memang rusak karena sudah terjadi alih fungsi lahan. Ada yang jadi permukiman, bahkan ada yang memiliki sertifikat di lahan situ,” ungkap Rahmat.

Ia melanjutkan, situ-situ terlihat dibiarkan merana seperti tanpa pengawasan dan perawatan. Menurut Rahmat, hal itu terjadi karena pemerintah pusat tidak memiliki tangan atau kemampuan untuk bisa mengawasi atau menjaga situ-situ itu.

Rahmat menyebutkan, pemerintah daerah tidak bisa berbuat apa-apa karena pengelolaan situ masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Untuk itu, pihaknya telah mengusulkan agar pengelolaan situ-situ itu diserahkan ke daerah.

”Dengan diserahkan ke daerah, kami bisa langsung mengelola dan mengawasi,” katanya.

Rahmat mengatakan, dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW), ada sembilan situ di Tangsel. Akan tetapi, dari catatannya, ada penambahan empat situ lagi.

Dari sembilan situ yang tertera di RTRW, beberapa di antaranya rusak. Situ Kuru dan Situ Legoso di Ciputat kondisinya tinggal menunggu lenyap. Dari luas 3,8 hektar, hanya tersisa 800 meter persegi. Sisanya sudah beralih menjadi tempat kos dan permukiman. ”Saya punya data ada yang memiliki sertifikat di lahan situ itu. Kok bisa ada yang mendapatkan sertifikat, itu pertanyaannya,” kata Rahmat.

Kondisi situ lainnya, seperti Bungur, Parigi, Pamulang, Ciledug, Legoso, dan Rompong, juga mengalami penyempitan. Situ Kayu Antap bahkan sudah diuruk atau sudah hilang. Situ Ciledug di Pamulang yang luas awalnya sekitar 31 hektar kini tinggal 21 hektar. Kondisi Situ Gintung sendiri saat ini relatif bagus karena tanggulnya sudah diperbaiki seusai jebol meski juga menyempit.

Secara terpisah, Wali Kota Tangsel Airin Rachmy Diani mengatakan, semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, harus terus konsisten menjaga kelestarian lingkungan atau daerah resapan air, termasuk situ. Airin menambahkan, pihaknya telah menjadikan Situ Gintung sebagai salah satu taman kota. Namun, secara teknis, kewenangan berada di pemerintah pusat.

Terkait permukiman untuk korban Situ Gintung, sudah ada rumah susun sederhana sewa yang disediakan pemerintah di kawasan Serua, Ciputat. Hanya saja, lanjut Airin, para korban situ tersebut tidak berminat untuk menempati rusunawa tersebut. Agar tidak terbengkalai, Pemerintah Kota Tangsel menawarkan rusunawa itu kepada masyarakat umum. (RAY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s