Home » keamanan » Jaringan Alarm dan CCTV Akan Diperbanyak

Jaringan Alarm dan CCTV Akan Diperbanyak

Senin,
01 April 2013

Pengamanan Ibu Kota Perlu Peralatan karena Kohesi Sosial Rendah

Jakarta, Kompas – Guna menjamin keamanan di Ibu Kota, berbagai upaya dilakukan. Kepolisian Resor Jakarta Timur bersama sejumlah pengusaha ritel membangun jaringan alarm yang terhubung ke kantor polisi. Pemprov DKI pun memperbanyak kamera pemantau atau CCTV di banyak titik.

Jaringan alarm tersebut dibangun menyusul peningkatan kejahatan yang terjadi di Jakarta Timur, ditandai beberapa perampokan nasabah bank yang terjadi belakangan ini.

Kepala Polres Jakarta Timur Komisaris Besar Mulyadi Kaharni, Minggu (31/3), mengatakan, jaringan tombol darurat (panic button) itu sebagai peringatan dini terhadap ancaman kejahatan di tempat usaha ritel yang bisa direspons segera aparat kepolisian.

”Jaringannya sedang dibuat dan setiap panic button langsung terhubung ke Polres Jakarta Timur,” katanya.

Namun, karena infrastruktur jaringan alarm itu dibiayai mandiri, baru sebagian pengusaha yang menyediakannya. Menurut Mulyadi, baru 20 usaha ritel yang bersedia melengkapi tempat usahanya dengan panic button.

”Mau tidak mau harus pakai panic button supaya kejahatan bisa diantisipasi lebih dini. Ini memang harus keluar biaya karena ini perkotaan yang penjagaan keamanannya tak bisa mengandalkan masyarakat lagi karena masyarakat pun sibuk,” katanya.

Menurut Mulyadi, jaringan panic button sesungguhnya akan lebih efektif kalau langsung terhubung ke polsek atau pos polisi setempat.

”Saya sedang minta kepada pihak ketiga, pengusaha yang menyediakan alat panic button ini agar peringatan alarm itu bisa terhubung ke polsek terdekat dan juga patroli kota,” ujarnya.

Tombol darurat itu tak hanya digunakan untuk usaha ritel, tetapi juga usaha lain. ”Kami akan mengundang para pengusaha di Jakarta Timur untuk membicarakan masalah ini, termasuk pengusaha stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU),” katanya.

Pemprov siapkan CCTV

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana memperkuat sistem pengawasan melalui CCTV bekerja sama dengan Polda Metro Jaya.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, sudah sejak lama sistem CCTV milik Pemprov DKI dan Polda Metro Jaya juga telah diintegrasikan. ”Programnya sudah mulai beberapa tahun ini dan kami masih terus mengoordinasikan pengawasan melalui CCTV tersebut,” katanya.

Selain dishub, kamera pemantau milik Satuan Polisi Pamong Praja juga telah diintegrasikan. Pengawasan melalui CCTV bisa dilihat dari Traffic Management Center Polda Metro Jaya.

Pristono menambahkan, kamera pemantau milik Pemprov DKI saat ini baru berjumlah puluhan unit dan ditempatkan di titik-titik rawan. Selain memantau lalu lintas, kamera pemantau juga dimanfaatkan untuk memantau kemungkinan terjadinya aksi kejahatan.

Beberapa waktu lalu, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya berencana menempatkan sekitar 1.000 CCTV di titik- titik rawan kejahatan di Jakarta. Selain di simpang-simpang jalan, CCTV juga ditempatkan di perkantoran dan minimarket 24 jam.

Basuki menambahkan, biaya pengadaan CCTV diambilkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2013. Dalam dokumen pelaksanaan anggaran satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dinas perhubungan tahun 2013 sudah tertera mata anggaran belanja modal pengadaan CCTV sebesar Rp 47.680.000.

Andalkan peralatan

Menurut sosiolog perkotaan Universitas Indonesia, Raphaella D Dwianto, menjaga keamanan lingkungan di tengah perkotaan yang masyarakatnya majemuk memang membutuhkan biaya. Sebab, penjagaan keamanan akan sangat mengandalkan tenaga keamanan dan sejumlah peralatan pendukung.

Lain halnya kalau masyarakatnya masih guyub, memiliki interaksi intens, dan kohesi sosial masih terjaga. Keamanan lingkungan di masyarakat yang demikian lebih terjamin karena satu sama lain saling mengenal dan peduli.

Kohesi sosial itu, menurut Raphaella, sebetulnya masih bisa ditumbuhkan di masyarakat kota yang majemuk. Hal itu bisa dimulai dengan menghidupkan kembali kegiatan kemasyarakatan, seperti arisan dan kerja bakti. ”Biaya keamanan akan menjadi lebih murah,” katanya. (MDN/FRO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s