Home » Kualitas Perumahan » Belum Dibuka Sudah “Diduduki” Warga

Belum Dibuka Sudah “Diduduki” Warga

Rabu,
03 April 2013

RUSUNAWA WADUK PLUIT

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO

Warga menyiapkan pompa air untuk mengalirkan air menuju unit yang dihuninya di lantai 3 Rusunawa Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (2/4). Mereka menghuni rusun yang saat ini belum mendapat aliran air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengeluarkan peraturan daerah untuk mengontrol peruntukan rusun.

Jakarta, Kompas – Warga yang menempati Rumah Susun Sederhana Sewa Waduk Pluit, Jakarta Utara, tetap bertahan. Walaupun rusun belum dibuka, mereka bertekad tinggal di sana sampai ada kejelasan mengenai penempatan warga di rusun itu.

Paling tidak, saat ini, sudah 219 unit rusun ditempati warga sejak bencana banjir besar melanda DKI Jakarta, Januari lalu.

”Kami ingin tinggal di tempat yang lebih nyaman,” ujar Sisman (63), penghuni Blok B Rusunawa Waduk Pluit, Selasa (2/4). Rumahnya di Kampung Muara Baru, RT 020 RW 017, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, rusak akibat banjir Januari 2013.

Sisman mengungsi ke Rusunawa Waduk Pluit bersama ratusan warga Muara Baru. Setelah banjir surut, sebagian di antara mereka tak kembali ke rumah. Penghuni rusun terus bertambah setelah banjir surut. Mereka tersebar di Blok A, B, C, dan D Rusunawa Waduk Pluit. Rusun tersebut berada di dekat permukiman padat Muara Baru.

Saat Kompas ke lokasi, beberapa penghuni menolak diwawancarai. Mereka mengaku belum diminta pergi dari rusun itu. Padahal Gubernur dan Wakil Gubernur DKI meminta warga yang menghuni tanpa izin agar meninggalkan rusun. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama bahkan berencana memindahkan mereka.

Hanya berisi perabot

Tim pendataan dari Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menemukan, tidak semua unit rusun yang ditempati itu juga dihuni warga. Sebanyak 147 unit rusun hanya berisi perabot, gorden, dan perlengkapan rumah. Tim pendataan tidak menemukan warga di dalamnya.

”Kami masih menunggu keputusan pimpinan (Gubernur dan Kepala Dinas Perumahan DKI) terkait penghuni liar Rusunawa Waduk Pluit. Apa mau dilaporkan ke polisi atau bagaimana. Yang jelas, pendataan telah selesai,” ujar Hendriansyah, salah satu anggota tim pendataan Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Yonathan Pasodung dan tim sedang melakukan identifikasi warga yang terdata di sana. Asal usul mereka, kepemilikan kartu tanda penduduk, dan kondisi ekonomi mereka diidentifikasi.

”Kami ingin mencari siapa yang mengail di air keruh. Mereka ini yang akan kami perkarakan sesuai arahan wakil gubernur,” kata Yonathan.

Adapun warga yang memenuhi syarat menghuni rusun diharapkan mengikuti undian. Pasalnya, tidak bisa semua warga Muara Baru ditempatkan di Rusunawa Waduk Pluit. Sebagian akan dipindahkan ke Rusunawa Marunda, Jakarta Utara.

”Bagi yang tidak memenuhi syarat, kami minta pergi. Ancaman wakil gubernur tidak main- main. Jika ada yang mencari keuntungan di lapangan, kami akan tegas,” katanya.

Harus jelas

Meskipun demikian, rencana Pemprov DKI memidanakan penghuni rusun itu harus jelas dasar hukumnya.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghada mengatakan, Pemprov DKI belum memiliki dasar untuk memidanakan mereka.

Sebelum penertiban dilakukan, dia menyarankan, sebaiknya Pemprov DKI dan DPRD menyusun peraturan daerah soal ketentuan penggunaan rusun sewa.

Ali mengakui, saat ini, banyak penghuni rusunawa yang tidak sesuai. Praktik alih sewa pun marak terjadi sejak lama. ”Seseorang yang punya hak menyewa rusun, tetapi lokasi yang didapat jauh dari tempat kerja akhirnya menyewakan lagi unit itu. Oleh karena itu, sebelum rusun dibangun atau dihuni harus jelas siapa sasarannya, siapa yang berhak tinggal di sana,” ujar Ali.

Selama ini, sejauh mana penghuni boleh atau tidak boleh menyewakan rusun yang ditempati belum jelas. ”Itulah sebabnya alih sewa marak terjadi,” katanya.

Landasan hukum penggunaan rusunawa perlu dibuat sebab jutaan warga Jakarta masih memerlukan hunian terjangkau. Tahun ini, DKI bakal membangun 15-20 tower dan 100 tower setiap tahun.(MKN/FRO/NDY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s