Home » Kualitas Transportasi Publik » Pengembangan Angkutan Umum Terhambat Infrastruktur

Pengembangan Angkutan Umum Terhambat Infrastruktur

Paling konyol bukan hanya infrastruktur tapi soal pendataan.. Masa sampai sekarang  Pemerintah daerah tidak memiliki data memadai  soal kendaraan umum ( mulai dari bajaj, bemo, metro mini angkot, bus ppd dll) Kalau sudah ada tindak kejahatan diangkutan umum baru mereka (dishub) kelihatan sibuk.

 

Minggu,
07 April 2013

TRANSPORTASI

Tangerang Selatan, Kompas – Infrastruktur jalan yang belum memadai membuat pengembangan angkutan umum di Tangerang Selatan masih belum maksimal. Pemerintah Kota Tangsel misalnya melakukan moratorium penambahan angkutan kota akibat keterbatasan itu.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Tangsel Wijaya Kusuma mengatakan, moratorium itu telah berlangsung sejak 2011. ”Penambahan angkutan kota memang belum bisa dilakukan karena masih moratorium akibat infrastruktur yang memang belum memadai,” kata Wijaya di sela-sela razia angkutan umum di Jalan Raya Ceger, Pondok Aren, Kamis (4/4).

Menurut Wijaya, saat ini di Tangsel ada sekitar 1.600 angkutan kota yang melayani berbagai trayek. ”Saya tidak bisa mengatakan jumlah angkutan kota sebanyak itu cukup atau tidak, tetapi memang kalau untuk penambahan belum bisa dilakukan. Saat ini kami tidak lagi mengeluarkan izin baru, sekarang hanya untuk peremajaan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, 1.600 angkutan kota itu melayani 24 trayek. Namun, hanya 20 trayek yang kini masih aktif. ”Trayek yang tidak aktif itu mungkin karena kurang penumpangnya,” ujar Wijaya.

Dari pantauan, kemacetan kerap mendera sejumlah ruas jalan di Tangsel akibat ketergantungan warga terhadap angkutan pribadi. Terdapat 60 titik kemacetan yang tersebar di tujuh kecamatan. Ruas jalan yang sering terjadi kemacetan parah, misalnya, adalah Jalan Padjadjaran dan Jalan Siliwangi (Pamulang), Jalan Juanda Ciputat, Jalan Serpong Raya, dan Jalan Tegal Rotan.

Selain infrastruktur jalan, Tangsel juga masih belum memiliki terminal. Akibatnya, angkutan kota itu justru kerap menjadi sumber kemacetan karena berhenti sembarangan di terminal bayangan. Wijaya mengatakan, terminal di Tangsel, menurut rencana, dibangun di kawasan Pondok Cabe. Pelebaran dilakukan di sejumlah ruas jalan, misalnya di Siliwangi, Puspiptek, dan Ciater.

Sejumlah sopir angkutan kota mengatakan, penambahan angkutan sebenarnya terus terjadi. Saiful, salah seorang sopir angkutan jurusan Taman Mangu-Kebayoran Lama, mengatakan, kenyataannya tetap ada penambahan angkutan kota.

”Katanya memang peremajaan, tetapi sebenarnya angkotnya tidak diganti, tetapi malah ditambah,” katanya.

Sementara itu, terkait razia yang dilakukan, Wijaya mengatakan hal itu untuk mengantisipasi kejahatan dalam angkutan umum yang sering terjadi. ”Salah satu sasaran kami dalam razia kali ini adalah membuka kaca film mobil angkutan umum yang gelap. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi kejahatan di angkutan umum,” ujarnya.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kelengkapan surat-surat kendaraan. Sejumlah angkutan kota tampak diberi surat bukti pelanggaran karena tidak dilengkapi surat-surat. Petugas juga mencopoti kaca film gelap di angkutan kota yang membandel.

Sudirman, salah seorang sopir lainnya, mengatakan, mendukung operasi penertiban angkutan umum itu. Menurut dia, operasi itu justru harus sering dilakukan karena sangat banyak angkutan kota liar yang beroperasi sehingga merugikan angkutan resmi.

”Kami justru senang kalau ada razia seperti ini karena banyak angkot yang tidak resmi beroperasi. Hanya saja selesai razia, angkutan yang tidak resmi itu tetap kembali beroperasi,” katanya. (RAY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s