Home » Nata de Kota » Dishub DKI Sulit Tertibkan Parkir Liar karena Dikelola Preman

Dishub DKI Sulit Tertibkan Parkir Liar karena Dikelola Preman

jangan jangan preman hanya dijadikan kambing hitam oleh orang dari Dishub dan kepolisian. Kondisi ini sangat keterlaluan karena  menarik retribusi/ iuran atau yang terkait dengan barang publik hanya boleh dilakukan oleh pemerintah. Penarikan uang parkir oleh preman adalah masalah lama yang dibiarkan, karena aparat (polisi dan dishub) mendapatkan bagiannya.

 

 

 

Dishub mendukung upaya pihak kepolisian memberantas preman di ibukota.

ddd
Rabu, 10 April 2013, 11:24Dwifantya Aquina, Permadi (Sukabumi/Bandung)
Parkir Liar masih marak di sejumlah daerah di Jakarta.

Parkir Liar masih marak di sejumlah daerah di Jakarta.(VIVAnews/Fernando Randy)
VIVAnews – Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengakui selama ini kesulitan menertibkan parkir liar. Padahal, keberadaan parkir liar yang berada dibahu jalan ini (on street) seringkali menambah kemacetan lalu lintas ibukota.
“Itu preman semua. Saya happy banget waktu mereka ditangkap polisi. Kami selama ini kesulitan menertibkan mereka,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 10 April 2013.
Keterbatasan wewenang dan kemampuan jadi alasan Dishub tidak sanggup menangani preman yang menguasai area parkir liar. “Kami punya tim khusus. Cuma baru sanggup tertibkan pakaian yang dipakai para preman di parkiran liar,” katanya.
Menurut Pristono, petugas UPTD resmi Pemda DKI tidak hanya menggunakan seragam. Para petugas ini juga dilengkapi identitas lain berupa kartu yang menggantung di saku dada sebelah kiri.
Pristono mengatakan makin banyak parkiran liar dan preman karena masyarakat juga yang memberi ruang. “Jangan kasih uang sama mereka kalau berada di tempat resmi. Kalau mereka memaksa, laporkan polisi. Ini masuk ranah kriminal.”
Menertibkan preman dari area parkir liar, kata Pristono, bukan hal mudah. Ini merupakan kebiasaan lama yang dimanfaatkan. Para preman juga seenaknya menetapkan harga parkir dan memanfaatkan tempat yang bukan area parkir menjadi tempat parkir.
“Kami terus berkoordinasi dengan polisi untuk terus melakukan pemantauan. Terutama intensitas razia preman di lokasi parkir liar. Kami dukung terus polisi,” tuturnya.
Pekan lalu, Polda Metro Jaya mengangkut puluhan preman di area parkir Gelora Bung Karno. Para preman ini biasanya mematok Rp5.000 per kendaraan. Padahal, pengguna kendaraan sudah membayar resmi di pintu masuk. (umi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s