Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Direksi MRT Tak Mau Kehilangan Momentum

Direksi MRT Tak Mau Kehilangan Momentum

ini mah project bancakan politisi dan para pejabat rakus yang sudah mengambil uang project ( dana pinjaman) di depan.. Ingat kasus Hambalang.deh bagaimana para politisi (tikus), birokrat dan petinggi BUMN bermain. Beda dengan Hambalang, MRT ada saudara tua (Jepang) yang ikut bermain . Konyol banget ini project, duit pinjaman Jepang  yang harus ditanggung pemerintah (DKI/ Nasional) tapi yang mengerjakan harus kontraktor Jepang. Kerjasama Kontraktor Jepang dan BUMN sih hanya basa basi saja, agar si Jepang tidak terlalu kelihatan brutal nya..
Tidak heran sudah berapa tahun yang ada hanya “mock up” dan jual janji.
Mau amannya sih harus diurut ulang saja ini project.. Dan ditender awal mulai siapa yang mau berinvestasi, sekali lagi berinvestasi dan bukan kasih pinjaman ala si Jepang !
Selasa, 16 April 2013 | 05:16 WIB

Direksi MRT Tak Mau Kehilangan Momentum

MRT Jakarta. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

 

TEMPO.CO , Jakarta: Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami mengatakan proyek transportasi massal Mass Rapid Transit (MRT) di Jakarta harus segera direalisasikan. Alasannya, saat ini nilai tukar yen terhadap dolar cenderung melemah sekitar 25 persen dari saat pencanangan proyek lima tahun silam.

“Bisa dikatakan nilai proyek ini sudah jauh lebih murah daripada saat proyek dicanangkan,” ujar Dono dalam konferensi pers di Hotel Pullman, Jakarta Pusat, Senin, 15 April 2013.

Untuk pembangunan tahap pertama Lebak Bulus-Bundaharan Hotel Indonesia, Japan International Cooperation Agency, akan meminjamkan dana 125 miliar yen atau sekitar Rp 12,421 triliun. Dana tersebut sudah termasuk dana tambahan yang disepakati JICA sebesar 75,218 miliar yen atau sekitar Rp 7,474 triliun.

Pencairan dana tersebut, kata dia, baru bisa dilakukan jika sudah ada penandatanganan kontrak dengan pemenang tender pembangunan fisik MRT. “Penandatanganan kontrak tersebut akan dilakukan setelah PT MRT Jakarta mengumumkan pemenang tender pembangunan fisik,” ujar Dono. Namun dia enggan menyebutkan tanggal pengumuman tersebut. “Kami tidak ingin proyek ini terhenti di tengah jalan, jadi harus segera dibereskan,” ujar Dono.

Proyek senilai Rp 16 triliun tersebut akan membentang sekitar 110,8 kilometer, yang terdiri atas dua koridor utama, yaitu koridor selatan-utara (yang menjadi prioritas saat ini) dan koridor timur-barat. MRT koridor selatan-utara menghubungkan Lebak Bulus-Kampung Bandan sepanjang 23,8 kilometer. Adapun koridor timur-barat (Jakarta Timur-Balaraja) sepanjang 87 kilometer masih dikaji.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s