Home » Kualitas infrastruktur » Tata Kampung Kumuh DKI, Jokowi Tiru Singapura dan Shanghai

Tata Kampung Kumuh DKI, Jokowi Tiru Singapura dan Shanghai

Bagus Pak ,ditunggu realisasinya !

Untuk mengatasi kekumuhan yang penting adalah soal penerapan disiplin dan pengawasan secara terus menerus.. Warga Jakarta mentalnya agak mirip kambing ( doyan merambah tanpa mengindahkan rambu, makan rumput tetangga dan buang hajat sebarangan). Itu sebabnya kekumuhan selalu melekat dengan warga Jakarta.  Nah jika  sudah tahu kondisi mental warga Jakarta “mirip kambing”, maka perlu penegakan aturan yang sangat TEGAS dan  monitoring secara terus menerus perlu diterapkan. Jika tidak ada penegakan aturan yang tegas pembangunan itu akan menjadi kumuh lagi.. Nah bayangkan ada superblok rusun yang sangat kumuh.. Pemandangan seperti itu akan justru lebih berbahaya, karena bangunan rusun nan kumuh akan mengundang selain kambing juga KRIMINAL dan BANDAR NARKOBA ! Kalau sudah begitu makin repot lagi penangannanya.

Hasil pengamatan saya selama ini  dapat menyimpulkan  tidak ada satu prasarana infrastruktur di Jakarta yang bisa  dijaga kebersihan dan juga keamanannya . Semoga saya salah sih..  Yang pasti semua infrastruktur yang bagus di DKI setelah dikelola oleh Pemprov DKI  pastinya akan menjadi KUMUH dan RAWAN !

 

Feby Dwi Sutianto – detikfinance
Senin, 15/04/2013 10:10 WIB

Foto: Dok. detikFinance
Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan mengadopsi konsep penataan perumahan atau perkampungan kumuh DKI dari beberapa negara, yaitu Singapura dan Shanghai. Langkah ini ditempuh, karena dua negara tersebut pernah memiliki persoalan serupa dengan DKI.

Dikatakan Jokowi, nantinya perkampungan kumuh akan direlokasi secara besar-besaran dengan jalan mendirikan ratusan tower rusun atau apartemen ekonomi untuk warga DKI.

“Saya belajar di Italia, di Shanghai, di Singapura, di Busan. Ya caranya seperti itu. Nggak ada cara lain,” tutur Jokowi kepada detikFinance di Jakarta akhir pekan lalu seperti dikutip Senin (15/4/2013).

Relokasi besar-besaran dilakukan Jokowi dengan penyediaan hingga 300 tower, terbukti efektif membangun hunian yang tertata. Di samping mendirikan ratusan tower, nantinya akan disediakan ruang terbuka hijau.

“Buat saja langsung 300 rusun. Nariknya langsung brek, terus ini dibentuk untuk ruang terbuka hijau. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Buat rusun hanya 2,4,5 nggak lebih dari 10. 10 saja hanya untuk 1.000-an orang. Satu rusun hanya isinya untuk 96 orang dan 150 orang. Mau jadi apa?” tegasnya.

Hal senada juga akan diterapkan dalam penataan pasar-pasar di DKI. Ketika proyek percontohan yakni mengintergrasikan pasar dengan rusun di Pasar Rumput Jakarta Selatan. Apabila program percontohan ini sukses dilaksanakan, maka akan diterapkan juga untuk pengembangan pasar-pasar di DKI yang terintegrasi dengan rusun dan pusat kesehatan.

“Kalau itu bener, baru kita terapkan di tempat yang lain. Kita mau buat sample-sample yang benar dulu. Baru mulai, tidak hanya sebatas ide langsung besar. Kita pengin dulu di 1-2 kawasan, 1-2 pasar. Konsep terintegrasi pasar dan rusun, apartemen dan pasar. Pasar dengan poliklinik dan apartemen,” pungkasnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s