Home » Nata de Kota » Ini 15 Titik Kemacetan yang Akan Dibenahi Polda

Ini 15 Titik Kemacetan yang Akan Dibenahi Polda

AMIS, 25 APRIL 2013 | 05:37 WIB

Ini 15 Titik Kemacetan yang Akan Dibenahi Polda

Ilustrasi kemacetan lalu lintas. TEMPO/Dasril Roszandi

TEMPO.COJakarta-Kepolisian akan segera menerapkan pola pengaturan lalu lintas secara mikro di 15 titik kemacetan di Jakarta dan sekitarnya. Pola ini diterapkan sambil menunggu pola lalu lintas selesai digodok. “15 titik ini yang paling memungkinkan untuk dilakukan segera,” kata Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro, Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo, di Markas Polda Metro, Rabu 24 April 2013.

15 titik itu disebar di lima wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Untuk Jakarta Pusat, pola transportasi ini akan diterapkan di pertigaan Raden Saleh, pertigaan Hotel Aston di Jakarta Utara, Mall Citra Land untuk Jakarta Barat, dan di Jakarta Selatan diterapkan di Jalan Pangeran Antasari, Prapanca, Iskandarsyah, U Turn Jalan Marga Guna, dan Radio Dalam. Sementara di Jakarta Timur akan diterapkan di Jalan Raya Bekasi-Cakung, seputar KP3 Tangjung Priok, dan Jalan Ambon.

Lalu, penertiban juga dilakukan di Jalan Kalimalang untuk wilayah Bekasi, Pertigaan Lemah Abang dan pertigaan Tol Cikarang Barat untuk wilayah Kabupaten Bekasi. Kemudian akan ada penertiban di Jalan Layang UI, Terminal Depok, dan depan Pusat Perbelanjaan Margo City untuk wilayah Depok.

Sementara di Kota Tangerang akan diterapkan di Pintu Air 10, pertigaan Jalan Hanafi, Simpang Tujuh Tangerang, dan di pertigaan SPBK. Untuk Kabupaten Tangerang akan diterapkan di seputar Alam Sutera Melati Raya, simpang Tekno, dan simpang Viktor.

Selain itu, menurut Sambodo, penertiban juga akan dilakukan di Parkir P1 dan P2 Bandar Udara Soekarno-Hatta. “Karena parkir itu yang sangat padat,” ujarnya.

Selain menunggu pengaturan lalu lintas makro, dia mengatakan, rekayasa lalu lintas dilakukan sebagai upaya mencairkan kepadatan yang terjadi setiap hari. “Untuk makro, ini harus menunggu dari semua pemangku kepentingan seperti Pemerintah Jakarta, pengamat, dan Polda tentunya,” katanya.

Pola transportasi mikro, dia mencontohkan, seperti melakukan buka tutup arus, contra flow, kanalisasi, sistem satu arah, dan ruang henti khusus (RHK) untuk kendaraan bermotor. Untuk menjalankan itu, Sambodo menjelaskan, tidak membutuhkan banyak biaya. “Murah,” kata dia singkat.

Agar melihat efektivitas pengaturan lalu lintas itu, pihaknya berencana akan mengumpulkan kepala satuan lalu lintas di setiap wilayah. “Nanti kami evaluasi. Sekarang, saya tidak bisa prediksi berapa efektivitasnya,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s