Home » Nata de Kota » Diduga Ada 500 Titik Iklan Ilegal

Diduga Ada 500 Titik Iklan Ilegal

Selasa, 30 April 2013

Pendapatan Pajak Reklame Bisa Capai Rp 1 Triliun
Jakarta, Kompas – Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD tengah menggodok peraturan untuk menata ulang keberadaan reklame yang kini kian menjamur di sejumlah lokasi, termasuk reklame tidak berizin. Diperkirakan ada 500 titik reklame ilegal di seluruh Jakarta.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto, Minggu (28/4). Ia mengatakan, keberadaan reklame ilegal itu merugikan daerah karena tidak memberikan pemasukan.

”Kami tengah menyusun usulan ranperda penyelenggaraan reklame untuk disampaikan kepada eksekutif. Dalam ranperda ini, lokasi reklame yang tak berizin akan dievaluasi. Apabila lokasi reklame ilegal itu memungkinkan untuk dijadikan lokasi resmi, titik itu akan dijadikan reklame resmi,” ucap Sayogo yang juga Ketua Pansus Reklame.

Apabila disahkan, ranperda yang akan diserahkan kepada eksekutif pekan ini akan menggantikan Perda Nomor 7 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Reklame. Ranperda ini juga akan mengatur ulang lokasi mana yang boleh dipasangi reklame dan yang tidak. Pengaturan ini diharapkan bisa mencerminkan tata kota yang lebih baik. Beberapa lokasi yang tidak diperkenankan untuk pemasangan reklame adalah trotoar, pulau-pulau jalan, dan median jalan.

Dengan pengaturan baru ini, dia yakin penerimaan dari pajak reklame bisa bertambah dua kali lipat atau bahkan lebih.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta Iwan Setiawandi mengatakan, lokasi reklame yang tercatat berjumlah 600 titik. ”Dari jumlah itu, 168 titik yang milik DKI dan setiap tahun dilelang. Sisanya adalah milik perseorangan atau biro reklame,” ujarnya.

Meskipun diakui ada kemungkinan titik reklame yang ilegal dan belum terdata, saat ini pendataan titik reklame masih terus dilakukan.

Dari sisi pendapatan, Pemprov DKI menerima pemasukan Rp 458 miliar dari pajak reklame tahun 2012. Tahun ini, ditargetkan pendapatan reklame mencapai Rp 460 miliar.

Pemprov DKI juga tengah mengkaji ulang besaran pajak reklame yang akan dikenakan untuk dua tahun mendatang. Apabila besaran pajak ini bisa naik dan ada penataan ulang titik reklame, Iwan optimistis pemasukan dari pajak reklame bisa menembus angka Rp 1 triliun pada tahun mendatang.

Peraturan tentang reklame, kata Iwan, juga sudah mengantisipasi perkembangan periklanan luar ruang di Jakarta. ”Ada sembilan jenis reklame yang dikenai pajak, termasuk reklame berupa gambar bergerak, iklan di badan kendaraan, dan balon udara,” katanya.

Salah satu yang akan ditinjau ulang adalah penetapan pajak untuk iklan gambar bergerak. Rencananya, iklan ini akan dikenai tarif berdasarkan durasi tayang. Namun, besaran tarif masih dibahas karena selama ini besaran pajak iklan gambar bergerak masih disamakan dengan iklan papan.

Selain itu, sistem pengurusan izin reklame juga akan dibuat satu atap. Dengan demikian, pelaku usaha bidang reklame akan dimudahkan dalam mengurus proses perizinan. Selama ini ada sekitar enam institusi yang terlibat dalam proses perizinan reklame di Jakarta.

Pengamat tata kota Nirwono Joga mengatakan, zonasi reklame seharusnya tercantum dalam rencana detail tata ruang (RDTR). Namun, sampai saat ini, zona reklame belum masuk draf RDTR. Jakarta seharusnya meninggalkan model papan iklan besar seperti yang ada saat ini karena rawan keselamatan dan membutuhkan ruang besar untuk penempatan setiap papan.

”Saya merekomendasikan iklan yang ditempel di dinding bangunan agar ada estetika bangunan. Selain itu, iklan elektronik juga perlu ditambah di Jakarta karena dengan satu papan iklan elektronik bisa digunakan untuk menginformasikan banyak jenis produk. Apalagi, kalau tenaga listrik yang dipakai berasal dari energi surya,” ucapnya. (ART)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s