Home » Aksi Hak Pejalan kaki » Trotoar Beralih Fungsi

Trotoar Beralih Fungsi

Polisi Akui Sulit Tertibkan Pesepeda Motor yang Melintas di Trotoar

KOMPAS/LASTI KURNIA

Parkir liar di Jalan Blustru, di kawasan Jalan Hayam Wuruk, Jakarta, samping pertokoan Lindeteves, tampak memakan badan jalan, hingga tiga baris di kiri dan kanan jalan, Senin (13/5). Parkir liar di kawasan Jalan Hayam Wuruk dan Gajah Mada belum juga hilang, bahkan di beberapa gang atau jalan samping pertokoan jumlahnya meningkat.

Jakarta, Kompas – Sejumlah prasarana transportasi tidak digunakan sesuai dengan fungsinya. Bahu jalan masih dijadikan tempat parkir di sejumlah tempat meskipun ada rambu larangan. Kondisi yang sama terlihat di sejumlah trotoar di Jakarta, banyak yang beralih fungsi.

Senin (13/5), Kepolisian Resor (Polres) Jakarta Pusat menertibkan parkir di pinggir jalan dalam rangkaian kegiatan Operasi Simpatik Jaya 2013.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakpus Ajun Komisaris Besar Slamet Widodo mengatakan, pemilik kendaraan yang parkir di badan jalan menjadi salah satu sasaran dalam Operasi Simpatik Jaya, kali ini.

”Kami mengadakan Operasi Simpatik di kawasan perbelanjaan Senen. Di situ, masih ada pengguna kendaraan yang memarkir kendaraan di badan jalan. Padahal, sudah ada (rambu) larangan,” ujar Slamet.

Kendaraan yang parkir sembarangan mengganggu kelancaran arus lalu lintas karena jalur jalan menjadi sempit. Sementara itu, lokasi parkir di dalam gedung masih ada. Sebagian orang enggan memarkir kendaraan di tempat parkir karena harus berjalan agak jauh ke lokasi tujuan.

Selain parkir di pinggir jalan, operasi juga dilakukan untuk mengembalikan fungsi trotoar di kawasan Senen. ”Trotoar seharusnya digunakan untuk pejalan kaki. Namun, banyak yang dipakai untuk dagang. Ini yang kami tertibkan bersama Sudin Perhubungan Jakarta Pusat,” ujarnya.

Di lapangan, kendaraan yang parkir di jalan juga masih banyak. Di kawasan bisnis Jalan Gajah Mada, kendaraan masih parkir di bahu jalan meskipun lokasi ini sempat ditindak secara khusus. Sebagian kendaraan menggunakan trotoar sebagai tempat parkir, dan juru parkir juga terlihat di sepanjang jalan ini. Selain itu, saat jam sibuk, pesepeda motor melintas di trotoar.

Penertiban

Secara terpisah, Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sambodo Purnomo mengakui, anggotanya jarang melakukan penindakan atau menilang pesepeda motor yang melajukan kendaraannya di trotoar. Pasalnya, pelanggaran itu kerap terjadi saat arus lalu lintas tersendat dan di jam sibuk pergi- pulang kerja, pagi dan sore hari.

”Jadi, ada dilema di situ. Banyangkan kalau pagi hari, bila polisi menjaga trotoar, sementara jalan macet. Pasti kami akan disalahkan kalau kami melakukan penilangan pada pemotor itu. Dianggapnya kami mencari-cari kesalahan, bukannya mengatur arus lalu lintas yang macet,” tuturnya.

Menurut Sambodo, pesepeda motor naik ke trotoar hampir terjadi di seluruh wilayah Jakarta, khususnya pada pagi dan sore hari. Belum lagi saat hujan turun. Trotoar di bawah jembatan penyeberangan dan jembatan layang pasti dipakai pesepeda motor untuk berteduh, yang berimbas arus lalu lintas tersendat di ruas jalan tersebut.

Tentang penertiban parkir, Sambodo mengungkapkan ada 14 lokasi sasaran penertiban parkir di jalan, baik di Jakarta maupun luar Jakarta. Itu, di antaranya, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Panglima Polim-Jalan Melawai, Jalan Pramuka, dan kawasan Pasar Kue Subuh, Senen. (ART/RTS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s