Home » SOAL REKLAMASI + Pulau buatan » Soal Reklamasi Pantai Ancol

Soal Reklamasi Pantai Ancol

Saya sih mendukung reklamasi karena ekspansi ke arah selatan akan menghancurkan kawasan Bogor -Puncak -Sukabumi. yang sekarang saja kondisinya sudah menyedihkan. Kritik dari Walhi juga mesti diperhatikan agar proses reklamasi pantai tidak asal asalan..

++++
KAMIS, 30 MEI 2013 | 21:47 WIB
Walhi Tolak Reklamasi Ancol

Pantai Ancol, Jakarta. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta- Wahana Lingkungan Hidup Jakarta menolak rencana PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan Pemerintah DKI Jakarta yang akan mereklamasi lahan seluas 140 hektar untuk pengembangan usaha Ancol. Dalam tiga tahun ke depan, luas Ancol yang 275 hektar akan bertambah menjadi 415 hekatre.

“Kami menolak tegas rencana reklamasi Ancol,” ujar Direktur Walhi Jakarta Ubaidillah saat dihubungi Tempo, Kamis, 30 Mei 2013. Alasannya, dengan rencana reklamasi itu, akan banyak biota laut seperi ikan dan terumbu karang yang mati.

“Dampak ekologisnya buruk, maka kami tolak,” ujarnya. Walhi menyarankan, daripada melakukan reklamasi, lebih baik Ancol melakukan revitalisasi pantai. Dalam revitalisasi, tak menutup kemungkinan Ancol juga bisa melakukan penambahan lahan di atas laut sesuai rencana semula.

“Kalau revitalisasi lebih banyak manfaatnya untuk lingkungan dan masyarakat umum,” ujarnya. Sementara itu, reklamasi dinilai lebih banyak mudaratnya. Rencana reklamasi ini dipertegas paska PT Pembangunan Jaya Ancol melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyatakan reklamasi bisa membuat Ancol seperti Sentosa Island di Singapura. Menurut pria yang disapa Ahok ini, Pemprov DKI akan mendukung Ancol untuk melakukan proses reklamasi guna pengembangan industri wisata, mengingat status Ancol sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan sekitar 60 persen kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta.

“Kita dukung banget, kasih perizinan, apalagi ini barang kita sendiri, masa orang lain kita kasih, milik kita sendiri gak kita kasih,” kata Basuki.

M. ANDI PERDANA

++++

KAMIS, 30 MEI 2013 | 21:38 WIB
Ahok Izinkan Ancol Mereklamasi 140 Hektare Lahan

Pantai Ancol, Jakarta. TEMPO/Subekti

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengizinkan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk mereklamasi 140 hektare lahan untuk pengembangan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara. “Kita dukung banget, kasih perizinan, apalagi ini barang kita sendiri. Masak orang lain kita kasih, milik kita sendiri nggak kita kasih?” kata Basuki usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Pembangunan Jaya Ancol di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2013.

Menurut Ahok—sapaan akrab Basuki—dukungan tersebut untuk pengembangan industri wisata, mengingat status Ancol sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah Jakarta dengan sekitar 60 persen kepemilikan saham.

Saat ini, Ancol mengelola 275 hektare. Bila ditambah 140 hektare, maka beberapa tahun kedepan akan menjadi 415 hektare. Dengan lahan seluas itu, Ahok berharap kepada jajaran direksi PJA agar Ancol bisa mengalahkan Sentosa Island milik Pemerintah Singapura. “Musti kalahkan Sentosa Island. Apa lagi kita belum reklamasi habis-habisan, belum sampai Kepulauan Seribu kok, Ancol masih luas,” ujar Ahok.

Direktur Utama PT PJA, Gatot Setyo Waluyo, mengatakan, industri rekreasi membutuhkan investasi yang sangat besar. Maka Ancol ke depannya akan mengembangkan industri properti sebagai strategi pendanaan. “Sentosa Island, pola pengembangannya hampir sama dengan yang dilakukan Ancol. Tanpa pengembangan properti sulit untuk pendanaannya,” kata Gatot.

Mantan Direktur Utama PT PJA, Budi Karya Sumadi, mengatakan dalam tiga tahun ke depan, dari 275 hektare lahan yang ada Ancol akan mengumpulkan sekitar 165 hektare untuk pembangunan properti. “Ke depan ditambahkan lagi reklamasi seluas 140 hektar untuk land bank, barang dagangan,” kata Budi.

FIONA PUTRI HASYIM

+++++++++++=
3 BUMD dikerahkan bangun pulau buatan

Bisnis Indonesia 31 Mei 2013

20130531_105716

 

++++++++++++++++++

 

KAMIS, 30 MEI 2013 | 14:07 WIB

Ahok: Ancol Musti Kalahkan Sentosa Island

Ahok: Ancol Musti Kalahkan Sentosa Island  

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

TEMPO.COJakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengutarakan harapannya agar Taman Impian Jaya Ancol bisa mengalahkan Sentosa Island milik pemerintah Singapura kepada jajaran direksi baru PT Pembangunan Jaya Ancol, Tbk (PJAA) pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

“Musti kalahkan Sentosa Island. Apalagi kami belum reklamasi habis-habisan, belum sampai Pulau Seribu, kok. Ancol masih luas,” ujarnya kepada wartawan di Candi Bentar Putri Duyung Ancol, Jakarta, Kamis, 30 Mei 2013.

Menurut pria yang disapa Ahok ini, Pemprov DKI akan mendukung Ancol untuk melakukan proses reklamasi guna pengembangan industri wisata. Apalagi mengingat status Ancol sebagai salah satu badan usaha milik daerah (BUMD), dengan sekitar 60 persen kepemilikan saham Pemprov DKI Jakarta. “Kami dukung banget, kasih perizinan. Apalagi ini barang kami sendiri. Masak orang lain kami kasih,” tuturnya.

Senada dengan harapan wagub, Direktur Utama Ancol yang baru, Gatot Setyo Waluyo, mengatakan industri rekreasi membutuhkan investasi yang sangat besar. Maka Ancol dalam waktu ke depan akan mengembangkan industri properti sebagai strategi pendanaan. “Sentosa Island pola pengembangannya hampir sama dengan yang dilakukan Ancol. Tanpa pengembangan properti sulit untuk pendanaan,” kata Gatot.

Sedangkan menurut Budi Karya Sumadi, mantan Dirut PJAA, dalam tiga tahun ke depan Ancol berencana mengumpulkan sekitar 165 hektar untuk pembangunan properti dari total luas sebesar 275 hektar. “Jadi, aset tetap 250 hektar dan 25 hektar sebagai land bank, artinya barang dagangan,” kata Budi  “Untuk ke depan ditambahkan lagi reklamasi seluas 140 hektar untuk land bank,” ujarnya menambahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s