Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Proyek ITF Sunter tak jelas pelaksanaannya

Proyek ITF Sunter tak jelas pelaksanaannya

Khas Project DKI yang sering berujung tidak jelas

Sumber : http://www.tender-indonesia.com/

Mon, 10/09/2012

Infrastructure

Nasib pengelolaan sampah terpadu atau yang dikenal Intermediate Treatment Facilities (ITF) Sunter,  Jakarta Utara,  tidak jelas pelaksanaanya.  Tiga perusahaan yang lolos prakualifikasi ternyata tidak mampu memenuhi persyaratan utama,  yakni data otentik bank statement (pernyataan bank).  Lelang beauty contest yang merupakan tahapan kedua setelah prakualifikasi dibatalkan sampai waktu yang tidak ditentukan.

“Ketiganya tidak mampu menyerahkan data otentik bank statement (pernyataan bank) yang menjamin dana dalam rekening ketiga perusahaan tersebut merupakan milik sendiri dan bukan dana titipan,” kata Kepala Dinas Kebersihan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,  Eko Baruna.

Menurut dia,  tiga perusahaan yang sedianya menjadi peserta lelang,  yakni PT Phoenix Pembangunan Indonesia (kerja sama dengan Singapura),  PT Jakarta Green Initiatives (kerja sama dengan Jepang),  dan PT Wira Gulfindo Sarana (kerja sama dengan India).  Tiga perusahaan ini merupakan pemenang prakualifikasi dari 14 perusahaan yang mendaftar beberapa bulan lalu.

Eko menambahkan lelang proyek itu mestinya digelar di Balai Kota DKI,  kemarin pukul 08.00 WIB.  Lelang ini menentukan perusahaan yang akan menjalankan proyek ITF.  Pihaknya memberikan kesempatan kepada mereka untuk memenuhi persyaratan administrasi itu agar memperoleh bank statement.  Adanya bank statement tersebut sangat penting untuk kelangsungan proyek ITF Sunter.

Pasalnya,  pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu dalam kota ini dibangun dari dana investasi investor,  bukan berasal dari APBD DKI.  Untuk itu,  investor harus memiliki dana investasi khusus untuk ITF tersebut yang dijamin dengan adanya pernyataan bank.

“Pembatalan lelang dilakukan agar proyek ITF tidak berhenti di tengah jalan karena perusahaan pemenang lelang investasi ternyata tidak mempunyai dana cukup untuk membangun ITF tersebut,  seperti kasus Monorel yang mangkrak karena investor kekurangan dana,” ujar dia.

Terkait kelanjutan nasib proyek ITF,  Eko mengatakan saat ini panitia lelang ITF sedang rapat untuk menentukan kelanjutan lelang.  Dua opsi yang sedang dibahas dan ditawarkan,  yaitu memberikan tenggat waktu kepada ketiga perusahaan itu untuk melengkapi bank statement terhadap dana di rekening mereka.  Opsi kedua,  jika sampai tenggat waktu yang ditentukan ketiganya tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut,  pihaknya akan mengadakan lelang ulang terhadap ITF Sunter.    

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s