Home » Prilaku kebersihan + sanitasi » Gile Bener, Sampah Di Jakarta Lebihi Borobudur

Gile Bener, Sampah Di Jakarta Lebihi Borobudur

Sumber :
http://www.jakartabagus.com/read/2013/06/12/114197/Gile-Bener,-Sampah-Di-Jakarta-Lebihi-Borobudur
Rabu, 12 Juni 2013 , 11:11:00 WIB
Gile Bener, Sampah Di Jakarta Lebihi Borobudur
Penanganan Dinas Kebersihan Masih Belum Maksimal

I Love Indonesia! JakartaBagusCom. Pengelolaan sampah di DKI Jakarta
masih memprihatikan. Sampah di ibukota yang semakin hari bertambah
banyak, belum diikuti penanganan yang optimal. Padahal, per dua hari,
sampah Jakarta sudah melebihi Candi Borobudur! Gile bener…!!!

Semakin hari sampah di Jakarta semakin bertambah banyak saja. Meski
diklaim diangkut setiap hari, nyatanya tumpukan sampah masih bisa
ditemui di beberapa lokasi di ibukota. Seperti di Tempat Penampungan
Sampah (TPS) Kelurahan Kemanggisan, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
Sampah di sana menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap.

Keadaan tersebut tentu meresahkan warga setempat, karena sudah lama tak
diangkut angkut oleh petugas kebersihan. Selain berserakan di jalan
raya, sampah itu menimbulkan bau, ujar Usman, salah seorang warga.

Sampah yang menumpuk di tempat tersebut, lanjutnya, sebenarnya bukan
berasal dari warga sekitar saja, melainkan juga dari RW lain. Akibatnya,
TPS di tempat itu jadi kebanjiran sampah.

Kalau dibiarkan, bukan tidak mungkin di wilayah kami jadi sarang
penyakit, katanya.

Demi kenyamanan warga dan pemilik kendaraan yang melintas di sepanjang
jalan, warga di sekitar lokasi tersebut berharap keberadaan TPS itu
dipindahkan.

Kalaupun tidak dipindahkan, setidaknya sampahnya rutin diangkut dan
tidak dibiarkan menumpuk hingga berserakan ke jalan. Para tukang sampah
juga harus rapi menempatkan gerobaknya, tegas Usman.

Berkaitan hal ini, Pusat Kajian Persampahan Indonesia (PKPI) mencatat,
dalam waktu dua hari, sampah di DKI Jakarta bisa mencapai 56 ribu meter
kubik. Jika dikubikasi, bahkan melebihi Candi Borobudur di Magelang,
Jawa Tengah, yang hanya mencapai 52 ribu meter kubik.

Jadi, dua hari sekali membangun sampah se-Borobudur, Jakarta ini tutur
Kepala PKPI Sodiq Suhardianto dalam Diskusi Panel Nasional Gerakan
Indonesia Bersih di Jakarta, pekan lalu.

Penyebabnya, menurut Sodiq, Undang-Undang (UU) Nomor 18 tahun 2008
tentang sampah belum maksimal penerapannya. Pemerintah seharusnya tidak
hanya memberi ancaman hukum melalui UU, tetapi juga memberi solusi.

Pemerintah pusat jangan sekadar mengancam, tapi kasih solusi dong,
teknologinya apa, dananya dari mana kata Sodiq.

Selain itu, keseriusan pemerintah mengurus sampah menurutnya juga
rendah. Terbukti, pemerintah daerah di Indonesia hanya menganggarkan
dana tak lebih dari 1 persen. Kecuali Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,
ujar Shodiq.

Karena itu, lanjutnya, jangan berharap pada dana APBD selama pemerintah
tidak memiliki perhatian yang tinggi. Menurutnya, mendorong kesadaran
masyarakat tentang bagaimana mengelola sampah akan sia-sia jika sistem
pendukungnya tidak siap.

Shodiq mencontohkan, dari dalam rumah, sudah ada pemilahan sampah
organik dan anorganik. Tapi begitu diangkut oleh truk, sampah yang telah
terpilah itu dicampur kembali.

Di ibukota, kini penanganan sampah ditangani sepenuhnya oleh Dinas
Kebersihan DKI Jakarta. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Gubernur
(Pergub) No.214 Tahun 2013 tentang integrasi dan optimalisasi penanganan
kebersihan. Dengan demikian, diharapkan tidak akan ada lagi saling
lempar tanggung jawab antar instansi terkait penanganan sampah di ibukota.

Seperti diketahui, sebelumnya pengelolaan sampah di Jakarta ditangani
sejumlah beberapa instansi. Sayangnya, hal ini justru menimbulkan saling
lempar tanggung jawab antar instansi.

Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin mengatakan, dengan adanya
Pergub tersebut, semua pengelolaan sampah baik di waduk, sungai, maupun
taman akan dikelola oleh satu instansi, yakni Dinas Kebersihan DKI
Jakarta. Sebelumnya, penanganan sampah juga melibatkan beberapa Satuan
Kerja Perangkat Daerah (SKPD), seperti Dinas Pertamanan dan Pemakaman
serta Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Band Slank Pun digandeng Jokowi

Meski urusan sampah dinilai belum optimal ditangani, Pemerintah Provinsi
(Pemprov) DKI tampaknya tidak tinggal diam mencari solusi. Demi mengugah
kesadaran warga, salah satu upaya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) adalah mengajak grup Band Slank mengkampanyekan Jakarta bebas
sampah atau tidak membuang sampah di sembarangan tempat.

Terlebih mengingat band rock yang digawangi Kaka ini memiliki basis
massa cukup banyak. Sehingga diharapkan, kampanye yang disampaikan bisa
sampai ke masyarakat luas. Jokowi mengatakan, kerja sama soal
sosialisasi ini masih terus dimatangkan.

Saya sampaikan apakah mau dibuat sebuah lagu atau kegiatan apa?
tanyanya, saat usai menyambangi markas Slank di Jalan Potlot III,
Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (7/6).

Kerja sama tersebut, lanjut Jokowi, sangat penting menginggat setiap
harinya sampah yang berada di kali mencapai 2 ribuan ton. Kenyataannya,
di Jakarta yang paling berat problemnya ya masalah sampah, aku Jokowi.

Gitaris Band Slank Abdee Negara mengaku cukup antusias dengan tawaran
kerja sama yang disampaikan Jokowi. Terlebih setiap konser Band Slank
selalu menyisakan sampah yang cukup banyak. Setiap konser selalu
menyisakan sampah. Karena penonton buang sampah sembarangan. Paling
tidak buat Slankers, setelah konser tidak buang sampah sembarangan,
imbaunya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan,
setelah Peraturan Daerah (Perda) tentang pengelolaan sampah disahkan,
Pemprov DKI Jakarta akan segera membuat Peraturan Gubernur (Pergub) dan
petunjuk pelaksana (jutlak) turunan dari Perda Pengelolaan Sampah.
Dengan adanya Pergub dan jutlak pengelolaan sampah, maka Perda
Pengelolaan Sampah dapat diterapkan hingga ke lingkungan masyarakat.

Kedua aturan tersebut, jelas Ahok, diperlukan karena implementasi Perda
pengelolaan sampah lebih mengarah ke bisnis. Artinya, stakeholder bisa
memungut uang jasa layanan angkut sampah dan sampah langsung diangkut ke
tempat pembuangan sampah yang telah ditetapkan pemprov.

Dari tempat pembuangan sampah itu, mobil pengangkut sampah Dinas
Kebersihan DKI Jakarta akan membuang sampah ke tempat Tempat Pengolahan
Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. [ Harian Rakyat Merdeka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s