Home » Nata de Kota » 60:40, Persentase Rekonstruksi Kawasan Kumuh dan Ruang Hijau di DKI

60:40, Persentase Rekonstruksi Kawasan Kumuh dan Ruang Hijau di DKI

Saat ini, pemda sedang melakukan pendataan ulang dan sosialisasi.
ddd
Selasa, 18 Juni 2013, 17:35 Antique, Eka Permadi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.(ANTARA/M Agung Rajasa)

Indonesia Bakal Punya 47 Kebun Raya
Bertemu Menhut, Ahok Siapkan Rencana Aksi Hijaukan Jakarta
Jokowi: Hijaukan Jakarta Jangan Pakai Pohon Bakung
DKI Siap Buat 1.000 Titik Ruang Terbuka Hijau
Follow us on
VIVAnews – Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan rekonstruksi dan pemanfaatan kawasan kumuh. Kawasan ini akan dibangun rumah susun dan ruang terbuka hijau (RTH).

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jakarta, Selasa 18 Juni 2013, menegaskan bahwa persentasinya mencapai 60:40. “Yang 60 persen itu untuk rumah susun,” kata dia.

Saat ini, menurutnya, pemda sedang melakukan pendataan ulang dan sosialisasi sebelum program tersebut direalisasikan. “Untuk pendanaannya, 20 persen dari pengembang yang sering membangun apartemen dan properti di Jakarta. Jumlah itu sesuai kewajiban mereka,” ujar Basuki.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik DKI Jakarta menyebutkan, jumlah rumah kumuh di Ibukota mengalami penurunan hingga 25 persen. Saat ini, terdapat 309 rukun warga (RW) kumuh di Jakarta. Sebelumnya, pada 2008, BPS mencatat 415 rumah kumuh.

Dalam pendataan ini, BPS Jakarta mengukur sejumlah hal, di antaranya indikator kerawanan terhadap kebakaran dan banjir, kondisi saluran air, kepadatan penduduk, pengangkutan sampah, serta banyaknya genangan air.

Hasil penelitian tersebut menilai bahwa wilayah Jakarta Utara, merupakan kawasan paling kumuh. Di kawasan itu tercatat sebanyak 96 RW rumah kumuh.

Sedangkan penataan kawasan kumuh di DKI Jakarta akan dilakukan Pemprov terhadap 360 kampung secara bertahap. Rencananya, setiap tahun ada 100 kampung yang akan ditata dengan anggaran per kampung sebesar Rp30 miliar-Rp50 miliar.

Dalam penataan kawasan kampung dalam kawasan kumuh, masing-masing kampung akan mempunyai tematik tersendiri, sesuai dengan kekuatan lokalnya. Misalnya, seperti di Rawajati, Jakarta Selatan akan dijadikan kampung herbal, karena di sana banyak sekali pengusaha herbal.

Seluruh kampung tersebut akan ditata lengkap dengan RTH, perpustakaan dan drainase air yang baik, sehingga perkampungan yang kumuh dapat tertata lebih baik, lebih manusiawi, dan layak huni. (sj)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s