Home » KUALITAS BIROKRASI » Haruskah mayoritas pejabat Jakarta diisi orang Betawi?

Haruskah mayoritas pejabat Jakarta diisi orang Betawi?

Jakarta pernah dipimpin orang Betawi asli, yang ngaku AHLI nya aja hasilnya AMBUDABRUL dan KORUP.. Gimana kalau seluruh pejabatnya orang BETAWI ?? Apa kata DUNIA ?

Kalau sudah ada tuntutan macam begini memang sudah saatnya ibukota Negara dipindahkan dari Jakarta.

+++++++++++++
Reporter : Agib Tanjung
Jumat, 21 Juni 2013 04:44:00
Haruskah mayoritas pejabat Jakarta diisi orang Betawi?
Kategori Jakarta Publik
Berita tag terkait Jokowi Ultah, Gadis Mutmut kadokan lagu ‘Jokowi’
Kadin minta Jokowi lindungi pengusaha kecil dari kenaikan BBM

Jokowi berbaju betawi. Š2013 Merdeka.com/nurul
85

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat kritikan dari tokoh Betawi
bernama Syahrudin. Kritikan tersebut disampaikan melalui kedatangan
Syahrudin ke Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/6).

Namun kedatangan Ketua Majelis Talim Raudhotul Jannah tersebut tidak
membuahkan hasil, karena pada saat itu Sang Gubernur sedang menghadiri
acara lain, yaitu mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Syahrudin ingin bertemu mantan Wali Kota Solo tersebut untuk
menyampaikan banyak hal, salah satunya soal kurangnya orang Betawi
menduduki jabatan strategis di Pemprov DKI.

“Gubernur DKI Jakarta perlu memberikan kepercayaan kepada tokoh Betawi
untuk memegang jabatan strategis. Setidaknya tokoh itu lebih memahami
karakter warga Betawi, yang jumlahnya 18 persen dari total penduduk
Jakarta,” kata Syahrudin di Balai Kota, Jakarta, Rabu (19/6).

Menurut Syahrudin, kehadiran tokoh Betawi dalam jajaran birokrasi
setidaknya dapat menambah kepercayaan diri warga Betawi sebagai warga
asli DKI. “Sekarang ini Gubernur DKI Jakarta dari suku Jawa, dan Wakil
Gubernur DKI Jakarta dari Tionghoa,” tambahnya.

Keberadaan tokoh Betawi dalam jabatan birokrasi, menurut Syahrudin,
dibutuhkan mengingat salah satu tujuan gubernur memimpin DKI Jakarta
adalah mem-branding Kota Jakarta dengan simbol-simbol muatan lokal.

“Gubernur berulangkali mengatakan DKI harus punya ciri khas Betawi, baik
dari bangunan maupun dari pakain. Yang tahu detail tentang filosofi
Betawi yah orang Betawi,” papar Syahrudin.

Terkait kritik itu, pria yang akrab dengan panggilan Jokowi tersebut
langsung menanggapinya dengan tenang. “Saya, kita, siapapun berpikiran
seperti itu, tidak masalah pemimpin daerah dipimpin oleh warga asli
daerah itu. Sekali lagi kan rakyat yang menentukan,” ujar Jokowi di TMP
Kalibata Jakarta, Rabu (19/6).

Dilain kesempatan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
juga menyampaikan tanggapan dari kritikan Syahrudin kepada wartawan.
Pria yang akrab disapa Ahok ini malah menanggapi dengan canda dengan
meminta presiden harusnya juga berasal dari betawi.

“Kalau begitu presiden juga orang Betawi dong, karena Istananya di
Jakarta,” ucap Ahok sembari bercanda di Balai Kota Jakarta, Kamis (20/6).

Mantan Bupati Belitung Timur ini berargumen seperti itu, karena selama
ini presiden hanya numpang di Ibu Kota. Menurutnya, Betawi terdiri dari
berbagai ras yakni Arab, Cina, Batak, Jawa sehingga dia memiliki hak
untuk jadi pemimpin.

“Kenapa enggak protes ke SBY. Gubernur saja enggak boleh. Kalau mau
lebih dalam suruh pindah saja Istana jangan di sini,” ujar Ahok sambil
tertawa.

Nah, haruskah mayoritas pejabat Jakarta harus diisi dengan orang-orang
betawi?

http://www.merdeka.com/jakarta/haruskah-mayoritas-pejabat-jakarta-diisi-orang-betawi.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s