Home » KUALITAS BIROKRASI » Pengamat: Jokowi Pilih Berada di Comfort Zone

Pengamat: Jokowi Pilih Berada di Comfort Zone

http://www.inilah.com

Oleh: Renny Sundayani
metropolitan – Senin, 17 Juni 2013 | 05:10 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Berdasarkan data dari Indonesia Governance Index (IGI), indeks tata kelola pemerintahan Provinsi DKI Jakarta mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. Pengamat menilai hal ini menandakan Jokowi belum mengutamakan pelaksanaan sistem pelayanan kepada masyarakat.

“Sistem pelayanan dan kebutuhan infrastruktur ketika dipimpin Jokowi, belum mengalami perubahan-perubahan, bisa dilihat petugas pelayanan sering tidak ada ditempat, antrian yang berjubel,” kata pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna kepada INILAH.COM, Minggu (16/6/2013).

Selain itu, Yayat juga mengkritisi kinerja Jokowi yang kerap bicara kinerja dengan wartawan ketimbang dengan staffnya sendiri.

“Stafnya gak ada yang tahu dia belusukan kemana, Jokowi tidak mengikuti aturan birokrasi, Jokowi mengeluarkan pernyataan yang sering tanpa sepengetahuan stafnya,” ujarnya.

Ia mencontohkan, program genap ganjil yang diberlakukan untuk pengendara roda empat hanya janji-janji saja, tapi realisasinya tidak ada, karena program itu banyak melibatkan aparat, belum lagi masalah kinerja buruk pada busway.

“Ini bisa disebut kegagalan pada kepemimpinan Jokowi selama hampir setahun, tidak bisa siapkan layanan yang optimal,” ujarnya.

Namun, Ia menilai pendekatan Jokowi terhadap masyarakat bisa diacungi jempol, tetapi sayangnya soal birokrasi Jokowi belum mampu menyeimbangkan. “Jokowi berada di comfort zone, selama ini bisa pendekatan dengan masyarakat,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Indonesia Governance Index adalah pengukuran kinerja tata kelola pemerintahan komprehensif, termasuk di level pemerintah provinsi. Penilaian tersebut meliputi aspek pemerintah, birokrasi, masyarakat sipil dan masyarakat ekonomi.

Secara umum dari tahun 2008 sampai tahun 2012 nilai indeks IGI Provinsi DKI adalah cukup baik. Namun pada tahun 2012 nilai indeks hasil IGI Provinsi DKI Jakarta berada pada urutan ke-3 secara nasional setelah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur.

Sebelumnya IGI Provinsi DKI Jakarta berada diposisi 6,51, dan berada di atas rata-rata indeks IGI secara nasional dengan nilai 5,67. Namun pada tahun 2013, mengalami penurunan menjadi 6,33.[bay]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s