Home » Nata de Kota » 5 Preman Jaga Parkir Liar ITC Ambasador, Dirazia Dishub Pemerintah akan pasang petugas sterilkan kawasan itu dari parkir liar

5 Preman Jaga Parkir Liar ITC Ambasador, Dirazia Dishub Pemerintah akan pasang petugas sterilkan kawasan itu dari parkir liar

Bersihkan juga tempat parkir liar yang lain.. Dan juga tertibkan tempat ngetem Kopaja+ Metro Mini.

Senin, 24 Juni 2013, 13:17 Arfi Bambani Amri, Herdi Muhardi

Jokowi Akan Bangun Parkir Bawah Tanah Taman Monas
Dishub DKI Sulit Tertibkan Parkir Liar karena Dikelola Preman
DKI Beri Bonus bagi Warga yang Tertib Bayar Parkir
Tarif Parkir Digugat, Ahok: “Kalau Kalah Kita Batalkan”
Sidang Gugatan Parkir ke Gubernur DKI Digelar
Follow us on
VIVAnews – Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan untuk ketiga kalinya merazia parkir liar di Jalan. Prof. DR. Satrio, Setia Budi, Jakarta Selatan, yang tepat berada di samping gedung mall ITC Ambasador, Senin 24 Juni 2013.
Menurut Kepala Seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Dishub Pemkot Jakarta Selatan, A.B, Nahor, razia yang digelar pukul 10.00 itu guna penertiban tata ruang serta mengurangi kemacetan yang sering terjadi di sekitar lokasi.

“Kami menertibkan parkir liar di sini, juga karena kurangnya kesadaran masyarakat akan ruang parkir yang sudah disediakan,” kata Nahor.

Lebih lanjut, Nahor mengatakan parkir liar tersebut setiap harinya dijaga lima orang preman. “Kalau mereka masih mencoba beroperasi di sini, kami akan bawa ke jalur hukum. Kami akan minta anggota polsek untuk mengangkut dan menahan preman tersebut lalu buat surat pernyataan biar kapok,” katanya.

Usai ditertibkan, pihaknya akan menempatkan beberapa personel yang akan dibagi menjadi 2 shift. “Shift pertama pagi mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB. Kemudian shift kedua dari pukul 13.00 WIB sampai pukul 19.00 WIB. Nanti anggota kami akan menjaga di sekitar sini,” ucapnya.

Nahor juga mengaku, meski tengah fokus menyapu di kawasan tersebut, pihaknya juga berencana akan merapikan sejumlah sekolah-sekolah yang banyak memarkir mobil tidak pada tempatnya.

Dari pantauan VIVAnews, meski sudah dilarang parkir, beberapa sepeda motor tetap bersikeras untuk memarkirkan sepeda motor di sana. Namun, karena ada petugas yang berjaga, mereka kemudian memarkirkan di lahan parkir yang telah ditentukan pengelola mal. (adi)

++++++++++

Dishub DKI Sulit Tertibkan Parkir Liar karena Dikelola Preman
Dishub mendukung upaya pihak kepolisian memberantas preman di ibukota.

Rabu, 10 April 2013, 11:24 Dwifantya Aquina, Permadi (

5 Preman Jaga Parkir Liar ITC Ambasador, Dirazia Dishub
Tiba di Pengadilan, Hercules Dijaga Ketat
Operasi Preman se-Jabar, Polda Targetkan Jaring 400 Preman
Jokowi Akan Bangun Parkir Bawah Tanah Taman Monas
VIDEO: Vrij Man, Sejarah Preman di Indonesia
Follow us on
VIVAnews – Dinas Perhubungan DKI Jakarta mengakui selama ini kesulitan menertibkan parkir liar. Padahal, keberadaan parkir liar yang berada dibahu jalan ini (on street) seringkali menambah kemacetan lalu lintas ibukota.

“Itu preman semua. Saya happy banget waktu mereka ditangkap polisi. Kami selama ini kesulitan menertibkan mereka,” kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu 10 April 2013.

Keterbatasan wewenang dan kemampuan jadi alasan Dishub tidak sanggup menangani preman yang menguasai area parkir liar. “Kami punya tim khusus. Cuma baru sanggup tertibkan pakaian yang dipakai para preman di parkiran liar,” katanya.

Menurut Pristono, petugas UPTD resmi Pemda DKI tidak hanya menggunakan seragam. Para petugas ini juga dilengkapi identitas lain berupa kartu yang menggantung di saku dada sebelah kiri.

Pristono mengatakan makin banyak parkiran liar dan preman karena masyarakat juga yang memberi ruang. “Jangan kasih uang sama mereka kalau berada di tempat resmi. Kalau mereka memaksa, laporkan polisi. Ini masuk ranah kriminal.”

Menertibkan preman dari area parkir liar, kata Pristono, bukan hal mudah. Ini merupakan kebiasaan lama yang dimanfaatkan. Para preman juga seenaknya menetapkan harga parkir dan memanfaatkan tempat yang bukan area parkir menjadi tempat parkir.

“Kami terus berkoordinasi dengan polisi untuk terus melakukan pemantauan. Terutama intensitas razia preman di lokasi parkir liar. Kami dukung terus polisi,” tuturnya.

Pekan lalu, Polda Metro Jaya mengangkut puluhan preman di area parkir Gelora Bung Karno. Para preman ini biasanya mematok Rp5.000 per kendaraan. Padahal, pengguna kendaraan sudah membayar resmi di pintu masuk. (umi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s