Home » Kualitas infrastruktur » project infratruktur » Pendiri Monorel Jakarta Pernah Garap Proyek Terowongan Prancis-Inggris

Pendiri Monorel Jakarta Pernah Garap Proyek Terowongan Prancis-Inggris

Ok sih.. tapi yang investornya macam Ortus.. masih banyak tanda tanya.. Apakah Ortus (perusahaan milik Edward Soerjadjaya) ini memiliki kemampuan keuangan untuk meneruskan project Rp 7 T?
Suhendra – detikfinance
Minggu, 30/06/2013 10:47 WIB

http://www.jakartamonorail.com
Jakarta – PT Jakarta Monorail selaku pelaksana proyek monorel Jakarta, mengklaim memiliki sumber daya manusia berpengalaman untuk menggarap mega proyek Rp 7 triliun tersebut. Diantaranya ada yang pernah menggarap proyek-proyek transportasi massal internasional.

Misalnya Gordon Steward Crighton, saat ini menjabat sebagai Direktur Proyek PT Jakarta Monorail. Gordon berpengalaman lebih dari 40 tahun mengerjakan proyek-proyek besar internasional, di antaranya Taiwan High Speed Rail Project, Hong Kong Airport Railway dan Terowongan Prancis-Inggris.

Selain itu ada Ruslan Diwirjo, saat ini menjabata sebagai Presiden Direktur dan pendiri Jakarta Monorail, sekarang menjabat sebagai Presiden Direktur PT. Indonesia Transit Central. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Presiden Komisaris PT. Jasa Marga, Sekjen Departemen Pekerjaan Umum.

Terakhir ada Sukmawaty Syukur, merupakan Direktur dan pendiri Jakarta Monorail. Sarjana S2 dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat ini sekarang menjabat sebagai Direktur PT. Indonesia Transit Central dan PT. Global Profex Synergy.

“Ketiga juru kunci di balik Jakarta Monorail telah bekerja di sektor publik di Indonesia sejak tahun 1975, dengan portofolio khususnya di sektor transportasi. Di antaranya adalah jalan tol dalam kota, Triple Decker Project untuk koridor Selatan-Utara Jakarta, serta proyek mega struktur internasional,” jelas situs Jakarta Monorail dikutip Minggu (30/6/2013)

Seperti diketahui monorel Jakarta akan beroperasi di area-area strategis di Jakarta. Rute Jakarta Monorail akan terbagi menjadi dua, yaitu Green Line, yang akan mengoperasikan 10 gerbong kereta dan Blue Line yang memiliki 18 gerbong kereta. Green Line (Casablanca-Rasuna Said) dan Blue Line (Kampung Melayu-Tanah Abang).

PT Jakarta Monorail menyatakan telah menandatangani kesepakatan dengan CNR Changchun Railway Vehicle Co. Ltd. asal China untuk pengadaan rangkaian kereta (rolling stock) yang akan digunakan di monorel Jakarta.

Pengadaan kereta ini memakan biaya investasi sebesar 30% dari total investasi sebesar Rp 7 triliun, atau setara Rp 2,1 triliun. Pembiayaannya berasal dari kas internal dan pinjaman bank.

++++++++
Dari Kontan online
PROYEK MONORAIL JAKARTA
Proyek monorel resmi berlanjut
Oleh Amal Ihsan Hadian – Sabtu, 29 Juni 2013 | 15:26 WIB

Telah dibaca sebanyak 1310 kaliKomentar

JAKARTA. Proyek Monorel Jakarta resmi dilanjutkan. Sejumlah perusahaan yang ikut dalam konsorsium proyek PT Jakarta Monorail menandatangani perjanjian kerja sama di Balaikota Jakarta, Sabtu (29/6).
Dalam acara Penandatanganan Perjanjian Keikutsertaan dalam Konsorsium Proyek Jakarta Monorail itu, hadir Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Chairman Ortus Holdings Limited Edward Soeryadjaya mengucapkan banyak terima kasih pada Hatta dan Jokowi yang telah berperan besar melanjutkan proyek ini.
“Terima kasih untuk Bapak Hatta Rajasa dan Joko Widodo sehingga proyek yang sempat terhenti tahun 2008 ini dapat dilanjutkan kembali pembangunannya,” kata Edward.
Ortus Holdings Limited merupakan pemegang saham mayoritas PT Jakarta Monorail. Seluruh perwakilan perusahaan yang terlibat dalam konsorsium proyek itu hadir dalam acara tersebut. Perusahaan itu adalah Keeree Kanjanapas dari Bangkok Mass Transportation System PCL, Yong Thiam Chong dari Singapore Technology Electronics, Desmond Kuek Bak Chye dari SMRT International Pte Ltd, Fadzri Sentosa dari PT Indosat Tbk, Zhou Chuanhe dari Changchun Railways Vehicles Co Ltd, He Jun Feng dari China Communications Construction Co Ltd, dan Bascharul Asana dari TUV Rhineland Group.
Hadir pula sejumlah Duta Besar negara-negara sahabat, seperti Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jianchao, Dubes Jerman untuk Indonesia Georg Witschel, Dubes Singapura untuk Indonesia Anil Kumar Nayar, dan Dubes Thailand untuk Indonesia Rangvudhi Virabutr. Adapun pejabat negara yang hadir antara lain Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dan Deputi Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Dedy S Priatna.

+++++++
Jakarta Monorail belum lunasi tiang pancang
Oleh Fahriyadi – Rabu, 26 Juni 2013 | 18:52 WIB

JAKARTA. Pembangunan proyek monorel Jakarta sudah akan dimulai. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) secara resmi mengungkapkan sudah meneken dokumen kelanjutan proyek tersebut.

Kendati sudah resmi dilanjutkan, namun PT Jakarta Monorail (PT JM) ternyata belum melunasi tiang pancang kepada PT Adhi Karya Tbk (ADHI).

“Satu per satu prosesnya berjalan sesuai dengan perjanjian yang ada. Mereka tidak akan bayar sebelum barangnya diperiksa, hingga kini pemeriksaan tiang itu belum dilakukan,” ujar Direktur Utama ADHI, Kiswodarmawan, Rabu (26/6).

Menurutnya pemeriksaan tiang ini penting untuk melihat keadaan tiang tersebut, karena dari sekitar 200 tiang itu tidak semua dalam kondisi baik.

“Sebelum itu diperiksa, belum bisa dibayar,” katanya.

Sekedar informasi, tiang monorel tersebut berdasarkan kesepakatan kedua pihak akan dilunasi oleh PT JM. Nilai tiang tersebut mencapai Rp 190 miliar.

+++++++
Hatta Rajasa: 2016 Kita Punya Monorel, 2017 Punya MRT
Dhani Irawan – detikfinance
Sabtu, 29/06/2013 13:54 WIB

Foto: Dhani-detikFinance
Jakarta – Pemerintah pusat mendorong Pemprov DKI untuk segera merealisasikan proyek transportasi baru, yaitu monorel dan mass rapid transit (MRT). Ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di ibukota.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, saat ini jumlah pengguna kendaraan pribadi di Indonesia, khususnya ibukota makin meningkat. Terkait transportasi, ada 4 hal yang jadi fokus pemerintah.

“Pertama traffic movement yang semakin banyak, kedia risiko kecelakaan, ketiga tentunya konsumsi BBM yang meningkat, dan keempat effortibility masyarakat kita yang berkurang. Jadi 4 hal ini yang ingin dikurangi. Insya Allah di 2016 kita punya monorel dan 2017 kita punya MRT. Tapi tidak berhenti di situ,” tutur Hatta saat menghadiri Mou Keikutsertaan Dalam Konsorsium Proyek Jakarta Monorail di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (29/6/2013).

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ini, Hatta mengatakan, dirinya berharap transportasi Jakarta di bawah kepemimpinan Jokowi akan terus berkembang.

“Saya mendukung Mou infrastruktur, karena Jakarta kota sejuta harapan. Jadi jangan ditambah beban birokrasi yang berbelit-belit, kita harus mengawal ini,” kata Hatta.

Seperti diketahui, proyek monorel di Jakarta oleh PT Jakarta Monorail yang membangun tiang-tiang monorel terbengkalai akan dimulai Oktober 2013. Proyek MRT jalur bawah tanah Bundaran HI hingga Jalan Sisingamangaraja depan sekolah Al Azhar juga akan dimulai Oktober 2013.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s