Home » Kualitas Air dan sungai » Kabupaten Bekasi Perlu Instalasi Pengolahan Air

Kabupaten Bekasi Perlu Instalasi Pengolahan Air

Urusan sanitasi dan akses air bersih sangat tertinggal.. Jika keadaaan dibiarkan terus suatu saat bisa terjadi bencana yang sangat mengerikan, seperti wabah penyakit mematikan..

AIR BERSIH

0 KOMENTAR TWITTER FACEBOOK

Bekasi, Kompas Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar berharap salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berwujud prasarana dan sarana kebutuhan publik adalah pembangunan instalasi pengolahan air bersih.

”Wujudnya seharusnya sesuatu yang bisa dikelola bersama dan dalam jangka waktu lama,” kata Deddy pada acara peletakan batu pertama pembangunan instalasi pengolahan air bersih (IPAB) di Pasarmas, Muarabakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (6/7).

Pembangunan IPAB yang didanai perusahaan energi PT Cikarang Listrindo ini merupakan salah satu program CSR. Untuk pembangunan IPAB, perusahaan menggandeng organisasi nirlaba profesional Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan komunitas masyarakat. Menurut rencana, akan dibangun tujuh IPAB senilai Rp 7 miliar untuk melayani kebutuhan 20.000 keluarga di Desa Bunibakti dan Muarabakti.

Dari 2,5 juta jiwa warga Kabupaten Bekasi, yang sudah terlayani jaringan pipa PDAM Tirta Baghasasi hanya 81.000 pelanggan. Warga Bunibakti dan Muarabakti yang belum terjangkau instalasi PDAM terpaksa memanfaatkan air Kali Cikarang Bekasi Laut, Kali Buni, rawa, sawah, dan tadah hujan untuk mandi dan mencuci. Untuk masak dan minum, warga membeli air bersih dalam kemasan galon dan menghabiskan Rp 300.000-Rp 400.000 per bulan.

Berdasarkan tes oleh tim ACT, sumber daya air di Babelan pada kedalaman 15 meter (sungai, danau, rawa, sawah) dan 120 meter (air tanah) mengandung partikel 2.000 bagian per juta (bpj). Angka ini jauh di atas standar kemurnian air sungai layak minum, yaitu 500-1.000 bpj.

”Tanpa instalasi pengolahan air bersih, warga yang mengonsumsi air secara langsung rentan terkena penyakit,” kata Wakil Presiden ACT Ibnu Khajar.

Untuk itu, lanjut Chief Administration Officer PT Cikarang Listrindo Rifqi Hakim, perusahaan merasa perlu membangun IPAB. Pembangunan dilaksanakan dalam tiga tahap, yakni fisik, pembentukan lembaga masyarakat pengelola IPAB, dan pengembangan ekonomi bertahap.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengatakan, program CSR sangat membantu pemerintah dalam menyediakan air bersih bagi masyarakat. ”Yang kami lakukan belum cukup. Program ini bisa jadi inspirasi perusahaan lain,” ujarnya.

Program penyediaan air bersih bagi masyarakat oleh Pemkab Bekasi selama ini berupa pembangunan sumur jetpump, sumur satelit, dan sumur nonsatelit. Pemerintah menyiapkan dana Rp 8 miliar untuk pembangunan 240 sumur air bersih yang masih berlangsung. (BRO)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s