Home » Transportasi Publik Jakarta » Konyol !! Kejahatan di Angkutan Umum Terus Terjadi

Konyol !! Kejahatan di Angkutan Umum Terus Terjadi

Polisi dan dinas Perhubungan ngapain aja ya ???

SENIN, 8 JULI 2013

KRIMINALITAS

Tengah malam, sekitar pukul 23.00, hari Jumat (5/7), Arn (26) yang baru pulang kerja dari salah satu rumah sakit di Ciputat, Tangerang Selatan, menunggu angkot di kawasan Parung Bingung, Depok. Saat itu, ada satu angkot kosong yang sedang ngetem.

”Saya dari Ciputat naik motor bareng teman, terus mau nyambung naik angkot ke Depok,” kata Arn, Minggu (7/7).

Namun, Arn yang ingin segera pulang ke rumahnya di Sukmajaya, Depok, memilih menunggu angkot lain yang melintas.

Saat itu suasana sudah sangat sepi. Beberapa saat kemudian, melintas angkot 03 warna biru dari arah Sawangan. Pegawai rumah sakit ini pun langsung menyetop angkot itu.

Ada perempuan
Tanpa curiga, ia naik ke angkot tersebut. Terlebih lagi, di angkot itu ada seorang ibu paruh baya yang duduk di kursi depan samping sopir. Sementara itu, di kursi belakang ada dua penumpang laki-laki.

”Saya penginnya naik angkot yang langsung jalan, gak mau ngetem, jadi saya langsung masuk saja ke angkot yang baru datang itu, tidak curiga. Apalagi di depan ada ibu-ibu, jadi saya berpikir pasti aman karena ada perempuan lain,” kata Arn saat ditemui di rumahnya.

Arn duduk di dekat pintu angkot. Ia duduk membelakangi laki-laki itu. Jadi, total ada lima orang di angkot itu termasuk sopir dan Arn.

Namun, alangkah terkejutnya dia karena saat angkot baru berjalan sekitar 20 meter, ia langsung dibekap oleh laki-laki penumpang di belakangnya. Spontan dia berontak, tetapi diancam kedua penumpang yang ternyata perampok itu.

”Karena saya berontak, kaki saya langsung diplakban, kemudian tangan, mulut, dan mata saya juga ikut diplakban. Saya sempat lihat penumpang perempuan di depan, tetapi dia diam saja,” ujarnya.

Ibu-ibu itu berusia sekitar 45 tahun, memakai baju bunga-bunga, rambutnya sebagian ada yang sudah putih. Sementara dua laki-laki yang membekapnya, satu orang kurus tinggi, pakai celana pendek, jaket hitam, dan topi coklat. Seorang lagi berambut lurus menyamping kanan, bibir monyong, berkaus coklat, dan bercelana pendek.

”Sopirnya gemuk pendek, pakai baju hitam. Dia juga diam saja. Saya curiga mereka berdua ini bagian dari komplotan. Perempuan ibu-ibu itu pancingan saja biar yang mau numpang tidak curiga,” katanya.

Para perampok itu mengancam Arn agar tidak berteriak atau berontak.

”Saya dengar mereka mengancam akan menembak kepala saya kalau macam-macam. Mereka mengambil telepon genggam saya, kemudian meminta saya menyebutkan nomor sandi dua ATM yang mereka ambil dari tas,” ujarnya.

Selain ATM, Arn juga membawa uang tunai sebesar Rp 25.000 di dompetnya dan uang kas dari kantor sebesar Rp 250.000, serta handphone Samsung dan Blackberry. ”Mereka pertama ambil Samsung, baru ambil duit cash dan ATM,” tambahnya.

Merasa tak berdaya, Arn menyebutkan nomor PIN dua ATM-nya karena diancam akan dibunuh. Karena takut dicabuli dua perampok itu, Arn mengaku sebagai perawat, sudah menikah, dan memiliki satu anak.

Dengan kondisi mata tertutup, korban diajak berkeliling. Angkot itu sempat berhenti di dua tempat. ”Kemungkinan untuk mengambil uang di ATM karena mereka bilang, kok uangnya sedikit,” ujarnya.

Setelah beberapa lama, Arn lantas diturunkan di sebuah kebun kosong di Lebak Wangi, Parung, sekitar pukul 01.40, Sabtu dini hari.

”Awalnya saya tidak tahu di mana. Mulut dan tangan saya masih diplakban, tetapi plakban di kaki saya sudah dilepas. Angkot itu langsung kabur,” ujarnya.

Selepas itu, Arn langsung menyusuri jalan mencari rumah penduduk. Sekitar 100 meter berjalan, ia melihat rumah warga. Saat ada seorang ibu keluar, ia menceritakan yang dialaminya.

Ia juga meminjam telepon salah satu warga untuk menelepon. ”Karena semua telepon diambil, saya cuma ingat nomor pacar dan kantor,” ucapnya.

Kemudian, Arn dijemput pacar dan beberapa temannya. Ia kemudian diantar pulang ke rumahnya.

”Saya sampai di rumah sekitar pukul 02.30. Baru pukul 10.00 saya lapor ke polisi,” katanya.

Arn kemudian memblokir ATM yang dibawa perampok. Ia juga menelepon call center kedua bank. Dari keterangan call center, uang di ATM BCA miliknya telah diambil di ATM RS Citra Insani Parung sekitar pukul 00.15. Adapun ATM Rabobank diambil di ATM Mandiri sekitar pukul 23.45.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Depok Komisaris Ronald Purba belum bisa dikonfirmasi terkait kasus ini.

Trauma naik angkot
Menurut Arn, ia sudah dua tahun bekerja di rumah sakit di Ciputat itu. Namun, baru tiga bulan ini dia naik angkot sepulang kerja. Sebelumnya, ia naik bus. Dia mengaku trauma dengan kejadian yang dialaminya.

”Semoga penjahat itu bisa ditangkap. Untuk sementara saya akan diantar naik motor, masih trauma kalau naik angkot lagi,” ujarnya.

Bukan hanya di Depok, perampokan di kawasan pinggiran juga terjadi di Tangerang Selatan dan Tangerang, akhir pekan lalu.

Di Tangsel, Dian, warga Cilandak, Jakarta Selatan, dirampok saat melintasi Jalan Ciater, Rawabuntu, Serpong, Sabtu tengah malam. Pelaku memecahkan kaca mobil kemudian memukul korban dan merampas tas berisi laptop dan iPad. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi.

Di Tangerang, Adetya dirampok di rumah kosnya di Jalan Kavling Pekapuran, Kelapa Dua, Tangerang, Pelaku masuk dan langsung menodong korban dengan gunting.

(Prasetyo Eko Prihananto)
KOMENTAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s