Home » Nata de Kota » Bikin Macet, PKL di Pasar Tanah Abang Ditertibkan

Bikin Macet, PKL di Pasar Tanah Abang Ditertibkan

Sampai kapan ketertiban bisa bertahan di Ten Abang ??

Kamis, 11/07/2013 11:42 WIB

Nala Edwin – detikNews
Jakarta – Penertiban titik-titik macet akibat PKL tak tertib sekarang merambah kawasan Tanah Abang. Polisi bersama dengan petugas Pemprov DKI dari Satpol PP, Dishub dan petugas kelurahan/kecamatan turun tangan.

“Kita bantu petugas pemprov. Kalau dari kepolisian kita terjunkan 60 orang petugas,” kata Kapolsek Tanah Abang AKBP Suyudi Ario Seto kepada detikcom lewat telepon, Kamis (11/7/2013).

Lokasi penertiban PKL adalah di Blok B dan Blok G Pasar Tanah Abang, Jembatan Tinggi dan kawasan Bongkaran. “Kalau total petugas ada ratusan orang yang melakukan penertiban. Penertiban aman-aman saja,” katanya.

Petugas menyisir pedagang kaki lima yang berjualan di pinggir jalan. Bangunan yang ada di dekat rel kereta api juga dibongkar. Truk sampah disiapkan untuk mengangkut puing-puing dan bekas bongkaran tersebut.

Sebelumnya, penertiban PKL telah dilakukan di Pasar Minggu dan Jatinegara.

Ratusan manula dan balita dievakuasi karena terjepit antrean zakat. Saksikan informasi lengkapnya di Reportase Sore yang Selama Ramadan Hadir Lebih Awal Mulai Pukul 15.00 WIB

++++++++++++++
Kamis, 11/07/2013 15:49 WIB
Mengintip Calon Lokasi PKL Liar di Blok G Pasar Tanah Abang
Dhani Irawan – detikNews
Jakarta – Pemprov DKI Jakarta hendak memindahkan pedagang kaki lima (PKL) liar di kawasan Tanah Abang ke Blok G Pasar Tanah Abang. Namun hingga saat ini para pedagang belum mau dipindahkan karena khawatir sepi pembeli.

Blok G terletak di belakang Blok B dan Blok A yang merupakan pusat keramaian di Tanah Abang. Namun kondisinya berbeda jauh dengan kedua blok tersebut.

Untuk menuju Blok G, pengunjung dari Jalan Kebon Jati harus melalui Blok B terlebih dahulu. Mereka dapat memarkir kendaraannya di lahan parkir yang berada di kawasan Blok A.

Tepat di depan Blok G terdapat genangan air setinggi mata kaki. Airnya berwarna keruh dan menimbulkan bau busuk. Menurut penjual di kawasan tersebut, genangan air itu memang selalu ada setiap hari. Jika hujan turun, genangan semakin meninggi dan sangat mengganggu aktivitas perbelanjaan.

Lantai dasar dan lantai 1 Blok G diisi oleh penjual yang mayoritas berjualan buah dan sayuran. Sementara lantai 2 dan 3 tampak kosong. Pedagang yang menempati kios dapat dihitung dengan jari. Padahal jumlah kios di lantai 2 dan 3 mencapai ribuan.

Untuk menuju lantai 2 dan 3 pengunjung harus melalui tangga. Tangga tersebut tampak usang dan tidak terawat. Tidak ada eskalator seperti di Blok A dan Blok B. Namun kondisi kios-kios tersebut masih normal. Tidak tampak infrastruktur yang rusak. Hanya terasa lembab karena tidak dihuni.

Kios kosong tersebut justru dimanfaatkan beberapa orang sebagai tempat tinggal. Beberapa orang tampak duduk dan tiduran di depan kios yang masih tutup itu. Ada juga yang asyik bermain catur. Mereka juga menjemur pakaian di depan kios yang terkena sinar matahari.

“Ada juga anak jalanan tidur di sini, malahan satpamnya ada juga yang bawa cewek-cewek nggak bener segala di sini,” ucap salah seorang pedagang minuman yang tidak mau disebut namanya di lantai 3 Blok G Tanah Abang kepada detikcom, Kamis (11/7/2013).

Tepat di belakang Blok G ada Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang menimbulkan bau tidak sedap.

Hari ini Pemprov DKI Jakarta telah menertibkan PKL liar di kawasan tersebut. Sebelumnya penertiban telah dilakukan di Pasar Minggu dan Jatinegara.

Ahok Tantang Mafia Lapak PKL Pasar Tanah Abang
http://www.inilah.comon
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama – (inilah.com/Agus priatna)
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
metropolitan – Kamis, 11 Juli 2013 | 14:05 WIB
Share on facebookShare on twitterShare on emailShare on googleMore Sharing Services
Berita Terkait
Ahok Permasalahkan Izin Monas Fair 2013
Ahok Berencana Ubah Sekolah Jadi Lokasi PKL
Jokowi: Desember, Rusun Muara Baru Siap Dihuni
Jokowi: Blok G Tanah Abang Untuk PKL Ber-KTP DKI
Pusing Hadapi PKL, Ahok Ancam Lapor Polisi
INILAH.COM, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengakui adanya mafia lapak yang menyewakan lapak badan jalan, kepada sejumlah pedagang di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia berjanji akan menindak tegas para mafia lapak tersebut.

“Kami dengan polisi sudah koordinasi mengenai penertiban orang-orang yang menyewakan lapak-lapak di jalan kepada PKL,” kata pria yang akrab disapa Ahok itu di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun mengaku telah mengetahui identitas para mafia lapak di kawasan Pasar Tanah Abang.

“Kita sudah ketahui identitasnya. Nah kami akan tangkap. Sudah ada beberapa yang kita tangkapi kok. Ada yang jadi polisi atau satpam gadungan. Kalau bikin ribut, kita tangkap,” ujarnya.

“Karena ini sudah konsolidasi 40 tahun lalu. Tapi nyewa yang belum nikmatin 1 tahun Anda ya rugi saja, kami akan usir. Anda tidak bisa nuntut kami juga kan. Karena memang tidak ada bukti pembayarannya,” jelasnya.

Seperti diketahui, untuk mengurai kemacetan khususnya dititik kawasan macet seperti Tanah Abang, Pemprov DKI akan menertibkan PKL yang menggunakan badan jalan untuk menggelar dagangannya. Salah satunya merelokasi sejumlah PKL ke dalam gedung.[bay]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s