Home » Nata de Kota » Arus Lalu Lintas di Tanah Abang Ditata

Arus Lalu Lintas di Tanah Abang Ditata

Buset deh baru sekarang ada perhatian serius dari Pemprov DKI. 15 tahun rejim Sutiyoso + si “Ahlinya” Jakarta hanya bikin masalah makin buruk saja buat jakarta. Tidak terbayangkan jika si Ahlinya Jakarta terpilih kembali. Mungkin masalah banjir dan kemacetan Jakarta berakhir pas Kiamat .

JAKARTA, KOMPAS — Kawasan Tanah Abang yang dikenal sebagai salah satu biang kemacetan di Ibu Kota mulai diurai. Awal pekan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengubah arus lalu lintas menuju ke pasar itu.

Bukan hanya untuk memperlancar arus lalu lintas kendaraan, pengalihan arus ini juga untuk menata pedagang kaki lima yang menempati badan jalan.

”Pengalihan arus ini untuk memperlancar simpul kemacetan yang selama ini mengganggu. Pengguna kendaraan dari arah Karet atau Sudirman tidak bisa langsung lurus ke Pasar Blok A ataupun Blok B Pasar Tanah Abang, tetapi harus memutar ke kiri masuk Jalan Kebon Jati terlebih dahulu,” kata koordinator penertiban sekaligus Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Udar Pristono, Jumat (19/7).

Pintu masuk ke Blok A ataupun Blok B Pasar Tanah Abang tetap dari Jalan KH Mas Mansyur. Penertiban ini untuk memperpanjang lintasan sebelum masuk ke pasar, sekaligus mendorong PKL tidak berjualan di jalan.

Dua putaran
Sejalan dengan rencana itu, dinas perhubungan membuka dua putaran kendaraan di Jalan Kebon Jati. Tujuan pengalihan arus kendaraan ini, kata Pristono, untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Jalan KH Mas Mansyur dari arah Karet. ”Kami berharap dengan aktivitas kendaraan yang hidup di Jalan Kebon Jati dan Jati Bunder, pedagang kaki lima (PKL) di kawasan itu bisa beralih ke tempat yang disediakan,” kata Pristono.

Pemerintah menyiapkan tempat bagi PKL yang terkena penertiban di Blok G Tanah Abang. Blok G selama ini ditinggalkan pedagang karena kondisinya kumuh dan minim sarana pendukung. Kini, secara bertahap, pemerintah membenahi Blok G sehingga layak dipakai untuk aktivitas perdagangan.

Kapasitas kios pedagang di blok itu sebanyak 1.067 kios. Sementara jumlah PKL yang akan ditertibkan 783 orang dengan perincian 470 pedagang berkartu tanda penduduk DKI Jakarta, dan 313 pedagang yang tak memiliki KTP DKI Jakarta.

Pemprov DKI akan memprioritaskan penataan pedagang ber-KTP Jakarta. Hal ini yang kemudian memicu terjadi polemik di kalangan pedagang. Aji (28), pedagang asal Cirebon di Jalan Kebon Jati, menilai penertiban berlangsung diskriminatif.

”Sejak berjualan di sini, baru kali ini pedagang dibedakan,” kata Aji.

Protes pedagang juga disampaikan melalui spanduk yang terpasang di sejumlah tempat. Beberapa spanduk tertulis pesan agar pemerintah membuka dialog, tidak memaksakan kehendak. Dua bulan terakhir, petugas gabungan melakukan sosialisasi dan beberapa kali menguji coba rekayasa arus lalu lintas.

Pengalihan arus kendaraan dan penataan PKL itu berlaku efektif per hari Senin (22/7). Selain Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, program ini didukung lintas lembaga, antara lain Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara RI, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dan Perdagangan DKI Jakarta, serta PD Pasar Jaya.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yakin penertiban pedagang dan penataan lalu lintas kendaraan bisa dilakukan. Menurut rencana, Jokowi akan mengajak bicara warga untuk meyakinkan maksud penataan itu. ”Tidak ada pendekatan khusus, nanti saya ke sana. Saya kumpulkan mereka,” kata Jokowi.

Menanggapi tempat relokasi yang disediakan, Jokowi mengakui, Blok G belum sepenuhnya siap. Jokowi ingin memperbaiki akses dan sarana pendukung yang diperlukan.

”Semua yang diperlukan akan kami perbaiki sehingga pedagang mau di sana dan didatangi pembeli,” katanya.

Sebagian pedagang menyatakan siap direlokasi ke Pasar Blok G. Yeni (42), penjual makanan di persimpangan samping Blok G, mau berjualan di tempat itu. Yeni meminta jaminan tempat baru itu mudah diakses pembeli. ”Kalau sepi, buat apa. Kami bisa mati.”

Hal yang sama disampaikan Junaidi (51), pedagang yang berjualan di depan Blok C, Jalan Kebon Jati. Junaidi mau dipindahkan karena ingin mendapat kenyamanan berjualan. Selama ini, Junaidi sering resah, terutama jika ada razia. Junaidi menggelar dagangannya di badan jalan sehingga menghambat arus lalu lintas kendaraan setempat.

Belum dibersihkan
Sampai kemarin, sudah sekitar 60 PKL mendaftar ke manajemen Blok G. Jumlah itu masih sangat sedikit dibandingkan dengan total 783 PKL yang mengokupasi badan jalan di kawasan Pasar Tanah Abang. Pihak manajemen mengharapkan PKL mendaftar semuanya paling lambat 23 Juli, sedangkan pendaftaran dibuka sejak 17 Juli.

”Kalaupun belum semuanya, pasti ada kebijakan khusus nanti,” kata Kepala Keuangan Pasar Tanah Abang Blok G Winarno, yang optimistis sebelum Lebaran PKL sudah masuk ke Blok G Pasar Tanah Abang.

Winarno mengatakan, gerai yang masih kosong berjumlah sekitar 1.067 kios. Itu berarti kapasitas Pasar Blok G lebih dari cukup untuk menampung PKL yang memadati jalanan di kawasan pasar Tanah Abang.

Pantauan Kompas, gerai-gerai di lantai II dan III masih kotor dan berbau. Beberapa gerai dipakai sebagai tempat beristirahat dan menyimpan berbagai jenis barang.

Di Jalan Kebon Jati, pedagang masih menggelar lapak mereka walaupun petugas beberapa kali melarang berjualan di situ. Seorang pedagang kaki lima di Kebon Jati yang mengaku bernama Yeti mengatakan, Blok G yang disediakan untuk relokasi PKL masih belum memadai.

”Kalau di jalan, orang gampang bawa barang belanjaan. Kalau masuk pasar dan dapat lantai II atau III, pembeli susah turun. Padahal, biasanya orang belanja sampai beberapa lusin,” katanya.

Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah mendukung penertiban kawasan Tanah Abang. Perbaikan infrastruktur Blok G terus dilakukan sampai layak digunakan. Pembenahan dilakukan oleh instansi terkait yang terlibat dalam tim gabungan. (K01/ART/NDY)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s