Home » KUALITAS BIROKRASI » Jokowi: Jakarta Empat Terkorup, Itu Sebelum Pemerintahan Saya

Jokowi: Jakarta Empat Terkorup, Itu Sebelum Pemerintahan Saya

Rejim si Sutiyoso dan si Kumis Foke.. memang korup sampai kepelosok. Korupsi memang sengaja dibiarkan dan bahkan dibudayakan oleh rejim Sutiyoso-Foke’r . Lihat saja project project pada masa mereka hasilnya buruk.. Contoh Busway deh..Konon pemeliharaan bus transjakarta dibawah perusahaan yang berafiliasi ke si Sutiyoso.

Penulis :
Kurnia Sari Aziza
Minggu, 21 Juli 2013 | 14:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak menampik
kalau Provinsi DKI Jakarta termasuk salah satu provinsi yang tingkat
korupsinya tinggi. Menurut Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), provinsi
DKI Jakarta menempati urutan keempat teratas di Indonesia sebagai
provinsi yang menyumbang kerugian negara.

“Ya, benar, memang benar itu,” kata Jokowi di Taman Suropati, Menteng,
Jakarta Pusat, Minggu (21/7/2013).

Kendati demikian, Jokowi mengatakan data tingginya tingkat korupsi itu
terjadi pada tahun 2008-2012. Sedangkan, ia baru memerintah akhir tahun
2012. Sebagai pemimpin yang baru memerintah di Ibu Kota sekitar 9 bulan
itu, Jokowi enggan disalahkan atas tingginya angka korupsi di Jakarta.

“Jangan dipikir itu datanya di tahun 2013, lho. Saya ini kan menjabat di
akhir tahun 2012. Lihat datanya dari tahun 2008-2012, itu kan belum
pemerintahan saya,” kata Jokowi.

Saat ini, Jokowi mengaku sedang mengupayakan meminimalisir tindak
korupsi di dalam tubuh Pemprov DKI. Mulai dari transparansi anggaran
hingga pembayaran menggunakan sistem online.

Selain telah menerapkan pajak online restoran dan hiburan, DKI juga akan
menerapkan sistem pembayaran online penagihan rumah sakit atas klaim
Kartu Jakarta Sehat (KJS). Di samping itu, poster-poster APBD DKI 2013
pun telah terpampang di kantor Kelurahan hingga Wali Kota.

BPK mencatat provinsi DKI Jakarta menempati urutan keempat teratas di
Indonesia sebagai provinsi yang menyumbang kerugian negara. Data itu
terangkum dalam publikasi IHP (Ikhtiar Hasil Pemeriksaan) semester dua
tahun 2012. Di dalam laporan itu, anggaran 33 provinsi yang tersebar di
nusantara telah merugikan negara sebesar Rp 4,1 triliun dengan 9.312
kasus untuk tahun 2008 – 2012.

Untuk Provinsi DKI Jakarta, ditemukan kerugian negara sebesar Rp
207.395.680.000 dengan jumlah kasus sebanyak 967 jenis. Ranking pertama
ditempati provinsi Sumatera Utara dengan jumlah kerugian negara sebesar
Rp 400.100.810.000. Selanjutnya provinsi Aceh mencatat kerugian mencapai
Rp 308.333.807.000, dan di posisi ketiga, Provinsi Papua Barat yang
mencatatkan kerugian negara hingga Rp 207.395.680.000.

http://megapolitan.kompas.com/read/2013/07/21/1424173

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s