Home » Transportasi Publik Jakarta » Ahok Jajaki Kerjasama dengan Pengusaha Metromini

Ahok Jajaki Kerjasama dengan Pengusaha Metromini

Lha kok masih dikasih “hati ” pengusaha Metromini . Pengusaha  Metromini selama ini hanya mau duit setoran dan tidak peduli dengan keselamatan penumpang.
Sabtu, 27 Juli 2013 | 06:13 WIB

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta–Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama mengatakan pemerintah akan menawarkan skema kerjasama dengan para pengusaha Metromini. Skema kerja sama itu ditawarkan supaya para pengusaha perorangan itu bisa tetap ikut andil setelah datangnya bus-bus baru yang dipesan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Basuki mengatakan, Gubernur dan dirinya sudah melakukan pendekatan dengan dua manajemen Metromini. “Tapi pengusaha perorangan ini kan perlu tetap hidup, jadi kami ajak mereka bergabung,” ujar Basuki di Balai Kota, Jumat, 26 Juli 2013.

Salah satu bentuk kerja sama yang ditawarkan adalah meminta pengusaha menukarkan mobil mereka dengan yang baru. Tetapi bus-bus itu harus dikelola di pool milik pemerintah. “Servis bus dan supirnya kami yang mengatur, pengusaha hanya bayar fee,” kata dia.

Sementara itu, para supir bus juga akan diseleksi. Soalnya Ahok menilai masih banyak supir Metromini yang sebenarnya tidak ugal-ugalan. “Tetapi pemilik mobilnya tidak punya biaya untuk memperbaiki, sementara mereka juga dituntut untuk menyetor,” kata dia.

Oleh sebab itu permasalahan supir tembak juga marak ditemukan. “Mereka harus tetap menyetor walaupun sakit, jadi suka minta tolong orang lain,” ujar Basuki lagin

Nantinya, jika PPD sudah diambil alih, lahan di sekitar pool juga akan dijadikan rusun untuk supir bus. “Pool PPD kan luas, jadi supir sekalian tinggal di sana supaya mengontrolnya mudah, ketahuan kalau minum alkohol,” ujar dia.

Namun, skenario pereajaan Metromini ini baru bisa dilakukan setelah bus baru datang. Padahal saat ini pengadaannya masih dalam proses tender dan diperkirakan bus datang pada November 2013. “Makanya kami ingin bus segera masuk e-katalog LKPP supaya tidak usaha lama menunggu tender,” kata dia.

ANGGRITA DESYANI

Senin, 29 Juli 2013 | 07:46 WIB

Asal Mula Munculnya Metromini

Asal Mula Munculnya Metromini

Metromini. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, JakartaAlat transportasi metromini merupakan salah satu angkutan murah di Jakarta. Metromini juga terkenal akan kebrutalan supirnya, kaca yang biasanya ditempeli stiker dan juga armada yang sudah tidak layak untuk mengangkut penumpang.

Mal Siantar Nainggolan masih ingat betul bagaimana metromini muncul di Jakarta. Lelaki yang saat ini berusia 60 tahunan tersebut mengatakan keberadaan metromini tak lepas dari Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO).

“Itu diadakan oleh Presiden Sukarno sekitar tahun 1962,” kata Nainggolan kepada Tempo di rumahnya Jumat, 26 Juli 2013 pekan lalu. Ganefo merupakan ajang olahraga yang diselenggarakan Sukarno sebagai tandingan dari Olimpiade.

Saat itu, Nainggolan mengatakan angkutan di Jakarta masih mengandalkan oplet, seperti di film ‘Si Doel Anak Sekolah’. “Beberapa bus besar memang sudah ada tapi masih sedikit. Bus saat itu berbentuk seperti roti tawar, gembung di moncongnya,” jelasnya.

Lalu Sukarno memerintahkan Wali Kota Jakarta, saat itu belum Gubernur, Sumarno, untuk menyediakan lebih banyak armada. “Untuk mengangkut atlet dari berbagai negara tersebut bertanding,” kata Nainggolan yang saat itu sudah duduk di bangku kuliah.

Setelah perhelatan tersebut selesai, metromini yang saat itu disebut bus merah telah beredar tanpa ada manajemen. “Akhirnya Wali Kota Henk Ngantung memerintahkan beberapa perusahaan bus seperti Arion untuk mengelolanya,” ujar Nainggola.

Lama kelamaan perusahaan bus besar ini terlihat tidak sanggup. Baru lah pada era Ali Sadikin, Jakarta sudah berbentuk Daerah Khusus Ibu Kota, sekitar tahun 1976 dibentuk PT Metromini untuk menaungi bus-bus tersebut.

Saat itu Nainggolan mengatakan jumlah armada yang ada mencapai 6.000-an. Pemiliknya ada sekitar 2.063 orang. Termasuk dirinya yang juga sempat duduk di jabatan komisaris.

SYAILENDRA

+++++++++++++

Jum’at, 26 Juli 2013 | 15:10 WIB

Ahok Ancam Pecat Petugas yang Akali Uji KIR

Ahok Ancam Pecat Petugas yang Akali Uji KIR

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta Dinas Perhubungan menindak tegas oknum pegawainya yang mengakali uji KIR untuk Metromini. Uji kelayakan kendaraan itu sangat krusial dan menentukan keselamatan penumpang.

Oleh sebab itu, dia meminta Dishub menggelar razia kelaikan kendaraan. Sebab, mereka tak ingin jatuh korban dari masyarakat, meski masih menoleransi operasi Metromini.

“Kami bilang Pak Pristono, kalau ada oknum uji KIR supaya dipecat, atau paling tidak turun pangkat,” kata dia di Balai Kota, Jumat, 26 Juli 2013.

Dinas Perhubungan, kata Basuki, harus mengawasi kelaikan kendaraan, seperti rem, spidometer, mesin, dan sasis mobil. “Kalau tidak sesuai seharusnya dikandangkan semua,” ujar dia.

Namun, kasus kecelakaan Metromini membuat hasil uji KIR dipertanyakan. Sebab, kondisi Metromini maut yang menabrak tiga pelajar itu tak laik dan sopirnya tak memiliki Surat Izin Mengemudi.

 

_________________

 

Wednesday, July 24th, 2013 | Posted by

Kadishub DKI Udar Pristono “Metromini Lebih Baik Dibubarkan”

metrominiJakarta-JP : Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengaku geram dengan operasional bus Metro Mini yang kerap membahayakan penumpang dan pengguna jalan raya. Dia menyarankan agar trayek Metro Mini dibubarkan karena sudah sangat mengganggu ketertiban lalu lintas.

“Metro Mini itu beroperasi tanpa izin. Izin operasinya tidak ada. Kalau ditangkap, tetap saja curi-curi beroperasi. Masa Dishub urusin Metro Mini terus?” ujar Pristono di Jakarta, Rabu (24/7).

Menurut Pristono, pembubaran Metro Mini merupakan jalan terbaik. Pengawasan oleh operator tak dilakukan sehingga awak bus ugal-ugalan di jalanan.

Pristono menyebut manajemen Metro Mini sangatlah amburadul. Metro Mini juga tidak memiliki pool sehingga tidak ada proses kontrol dan pengawasan. “Sudah salah manajemen di awal. Dishub mengusulkan dibubarkan saja,” terangnya.

“Kendaraan jelek tidak usah digunakan lagi. Ganti perusahaan dan ganti manajemen,” imbuhnya.

Metro Mini dituding juga tak memiliki sistem kontrol baik. Sama halnya dengan sopir yang dinilai tidak mampu mengoperasikan kendaraannya dengan baik.

“Metro Mini sudah tidak memenuhi syarat untuk beroperasi di Jakarta. Busnya sudah tidak layak jalan. Jadi, dibubarkan saja,” tegas Pristono.

Sebelumnya Metro Mini menabrak 3 siswi SMP Al Washliyah 1 Pulogadung yang sedang menyeberang. Satu dari tiga siswi yang ditabrak meninggal dunia.

Short URL: http://jurnalpatrolinews.com/?p=46283

ANGGRITA DESYANI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s