Home » Prilaku berlalu lintas warga Jakarta » Mengaku Anak Jenderal, Pengemudi Ini Paksa Petugas Buka Portal “Busway”

Mengaku Anak Jenderal, Pengemudi Ini Paksa Petugas Buka Portal “Busway”

Polisi Militer TNI harusnya  segera menangkap oknum yg suka ngaku “anak jendril” atau “anggota TNI ” di jalanan..

  • Selasa, 30 Juli 2013 | 12:31 WIB
Pengendara mobil Jazz memaksa petugas membuka jalur Transjakarta Galur-Senen, Selasa (30/7/2013). Hal itu diungkapkan pengelola Transjakarta melalui akun Twitter-nya, @BLUTransjakarta. | Twitter @BLUTransjakarta
6
36
93

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pengendara mobil Honda Jazz memaksa petugas untuk membuka portal jalur bus transjakarta di Galur-Senen, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2013). Hal itu seperti diinformasikan akun Twitter resmi unit pengelola Transjakarta Busway, @BLUTransJakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.

Pngndra mbl (mengaku anak jenderal) paksa ptgs buka portal utk msk jlr busway di Galur-Senen @TMCPoldaMetro,” demikian tulis akun tersebut.

Posting-an ini pun mendapatkan respons dari sejumlah pengguna akun, salah satunya dari @mellhana, “@BLUTransjakarta @TMCPoldaMetro peraturan tetap lah peraturan! Bagus kalau pihak Traja tetep ga bukain ! Good Job😉.”

Respons lainnya disampaikan @riyanwahyudi, “@BLUTransJakarta @TMCPoldaMetro foto mukanya gak ada ini? Biar malu sekalian dia“, dan @AnjarSolo1, “Anak jendral? Kelakuan kopral “@BLUTransJakarta mengaku anak jenderal, paksa ptgs buka portal utk msk jlr busway.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Terungkap, Identitas “Si Anak Jenderal”

  • Penulis :
  • Ratih Winanti Rahayu
  • Selasa, 30 Juli 2013 | 18:44 WIB
Pengendara mobil Jazz memaksa petugas membuka jalur Transjakarta Galur-Senen, Selasa (30/7/2013). Hal itu diungkapkan pengelola Transjakarta melalui akun Twitter-nya, @BLUTransjakarta. | Twitter @BLUTransjakarta
3
91
41

JAKARTA, KOMPAS.com — Identitas pemilik mobil Honda Jazz bernomor polisi B 1011 UKF yang memaksa membuka palang busway di Jalan Galur, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (30/7/2013), akhirnya terungkap.

Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hindarsono menjelaskan, pemilik Honda Jazz adalah Herman Gunawan, yang beralamat di Jalan Sunter Hijau 1, Sunter, Jakarta Utara.

“Petugas kami masih menyelidikinya, apakah pemilik mobil atas nama tersebut, yang saat kejadian mengendarainya atau bukan. Semuanya masih kami dalami,” kata Hindarsono seperti dikutip Warta Kota.

Selain itu, polisi belum dapat memastikan apakah pemilik Honda Jazz tersebut adalah anak jenderal seperti pengakuannya. Semuanya masih dalam penyelidikan. Hindarsono menambahkan, yang pasti pemilik Honda Jazz tersebut terkena pelanggaran lalu lintas karena mencoba menerobos jalur bus transjakarta.

Sebelumnya diberitakan, seorang pengendara mobil Honda Jazz memaksa petugas penjaga busway untuk membuka portal jalur bus transjakarta di Galur-Senen, Jakarta Pusat. Hal itu seperti diinformasikan melalui akun Twitter resmi UP Transjakarta, @BLUTransJakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.

Editor : Hindra Liauw

“Anak Jenderal” Tunjukkan Kartu Nama Jenderal ke Petugas “Busway”

  • Penulis :
  • Kurnia Sari Aziza
  • Selasa, 30 Juli 2013 | 13:52 WIB
Pengendara mobil Jazz memaksa petugas membuka jalur Transjakarta Galur-Senen, Selasa (30/7/2013). Hal itu diungkapkan pengelola Transjakarta melalui akun Twitter-nya, @BLUTransjakarta. | Twitter @BLUTransjakarta
13
38
121

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Humas Unit Pengelola (UP) Transjakarta Sri Ullina Pinem mengatakan, pengemudi Honda Jazz yang memaksa petugas membuka portal buswaymenunjukkan kartu nama seorang jenderal aktif. Pengemudi itu mengaku anak jenderal dan memaksa petugas palang pintu untuk membuka portal busway di Galur-Senen, Jakarta Pusat.

Sri menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (30/7/2013) pukul 09.30 WIB. “Memang betul ada peristiwa pemaksaan itu, dengan posisi di palang pintu Galur arah Senen, Jakarta Pusat,” kata Ulina kepada Kompas.com, Selasa siang.

Sri mengatakan bahwa pengemudi Honda Jazz itu terus memaksa dua petugas yang saat itu bertugas di palang pintu tersebut. Di dalam mobilnya, pengemudi tersebut itu mengaku sebagai anak jenderal ternama di Indonesia. Selain itu, ia juga menunjukkan kartu nama seorang jenderal kepada para petugas penjaga busway.

Sri enggan mengatakan siapa oknum jenderal di dalam kartu nama tersebut. Namun, ia memastikan bahwa nama jenderal yang tercantum dalam kartu nama tersebut masih aktif bertugas dan belum pensiun. Sri mengaku tak mengetahui ciri-ciri sang “anak jenderal” tersebut.

“Memang betul kalau dia mengeluarkan kartu nama seorang jenderal. Tapi, yang pasti dia mengaku sebagai anak jenderal,” kata Ulina.

Menurut Sri, peristiwa itu terjadi selama kurang lebih 10 menit. Dampak dari adu mulut antara “anak jenderal” dan petugas palang pintu itu menyebabkan arus lalu lintas di sekitar kawasan itu menjadi macet. Bus transjakarta koridor II rute Harmoni-Pulo Gadung di jalur itu terpaksa mengantre di belakang mobil “anak jenderal”.

Petugas transjakarta akhirnya bersedia membukakan palang pintu karena bus transjakarta di belakang mobil “anak jenderal” itu membawa banyak penumpang. Sri mengatakan, pada saat kejadian itu, tidak ada petugas kepolisian yang berada di sekitar lokasi kejadian.

“Pokoknya sesuai prosedur tetap (protap), siapa pun tidak boleh melintasi jalur busway. Kalaupun yang melintas dan memaksa masuk itu Pak Jenderal-nya, tetap dia tidak berhak untuk melintas di jalur busway transjakarta,” kata Ulina.

Sebelumnya, seorang pengendara mobil Honda Jazz memaksa petugas penjaga buswayuntuk membuka portal jalur bus transjakarta di Galur-Senen, Jakarta Pusat. Hal itu seperti diinformasikan melalui akun Twitter resmi UP Transjakarta, @BLUTransJakarta, sekitar pukul 10.00 WIB.

++++
Rabu, 31/07/2013 09:35 WIB

‘Anak Jenderal’ Masih di Sunter, Tak Ada Honda Jazz di Rumah Barunya

Taufan Noor Ismailian – detikNews
Foto: Rumah ‘Anak Jenderal’ Herman Gunawan di Villa Danau Indah Sunter (Taufan/detikcom)

Jakarta – Polisi tidak menemukan Herman Gunawan di Jalan Sunter Hijau 1 Blok W2/17 RT 1/10 Sunter, Jakarta Utara. Dia diketahui sudah pindah dari rumahnya yang lama. Herman ternyata membeli rumah baru yang masih berada di bilangan Sunter, namun mobil yang digunakannya saat menyerobot jalur busway kemarin, tidak tampak di kediamannya tersebut.

Herman kini tinggal di Villa Danau Indah Blok AD No 5 RT 16/10 Sunter. Dia menempati rumah tersebut sejak dua tahun lalu, tepatnya setelah menjual rumah lamanya kepada seseorang bernama Yeni.

“Tadi sekitar pukul 24.00 WIB, ada orang dari Polda Metro Jaya datang ke rumah Pak Herman pakai 3 mobil,” kata koordinator keamanan RW 10 Sunter, Andri Wijaya, kepada detikcom di depan rumah baru Herman, Rabu (31/7/2013).

Andri melihat 6 petugas turun dari mobil tersebut, namun ia tidak berani menanyakan keperluan para petugas di lingkungannya. Menurutnya, Herman memang pernah memiliki Honda Jazz silver tapi sudah dijual awal tahun ini.

“Setahu saya sudah dijual Januari tahun ini. Kalau sekarang dia cuma punya Innova hitam. Pak Herman sudah dua tahun di sini,” ujar Andri.

Andri mengetahui Herman menempati rumah berpagar hitam itu bersama istri dan satu anaknya. Namun ia tidak mengetahui pekerjaan Herman.

“Pak Herman tinggal sama istri dan anaknya, setahu saya anaknya satu. Kalau pekerjaannya saya nggak tahu,” kata pria yang rambutnya mulai beruban ini.

Sementara itu, perumahan tempat Herman tinggal kini lebih mewah karena ukuran pagar dan bangunan di sekitarnya cukup besar. Rumah Herman yang bergaya modern tampak sepi, sesepi aktivitas warga di perumahan tersebut.

Berkali-kali pagar rumah dibunyikan sambil mengucapkan salam, tidak ada jawaban dari dalam rumah. Begitu pula dengan tetangga Herman yang memiliki rumah yang tak kalah besar dengan rumahnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s