Home » Gedung Pencakar Langit » Jokowi Kaget Ruang Basement Apartemen Dijadikan Kamar Indekost

Jokowi Kaget Ruang Basement Apartemen Dijadikan Kamar Indekost

   Blusukan juga ke gedung-gedung perkantoran, Pak. Banyak yang melanggar atau kurang fasilitas atau mitigasi keselamatan. Contohnya Gedung UOB Thamrin .
 Kamis, 22/08/2013 19:01 WIB

Ray Jordan – detikNews

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) siang tadi mampir ke Apartemen Robinson, Jl Jembatan Tiga, Jakarta Utara. Jokowi ingin melihat langsung kondisi apartemen yang fungsinya dilaporkan sudah tidak sesuai standar.

Jokowi mengatakan, dirinya prihatin dengan kondisi apartemen yang banyak terdapat masalah. Mulai dari listrik, hingga ruang basement yang dijadikan hunian kost-kostan.

“Saya memang mau melihat kondisi-kondisi di apartemen yang fasilitasnya tidak terpenuhi, contohnya di sini tadi. Listrik, kabelnya tidak pada posisi standar. Kemudian yang kedua basement harusnya fasilitas diberikan untuk parkir tapi dipakai untuk kost,” kata Jokowi, Kamis (22/8/2013).

Berdasarkan kondisi itu, Jokowi memerintahkan agar rumah kost tersebut segera dibongkar. Karena tidak sesuai dengan fungsinya dan menyangkut dengan keselamatan penghuni.

“Saya perintahkan ini dibongkar. Ini akan menjadi pelajaran bagi yang lain. Kalau fungsi memang untuk parkir harus untk parkir, ini menyangkut keselamatan penghuni. Akan kita mulai untuk melaksnakan tertib hukum, tertib sosialnya,” tegasnya.

“Basement seharusnya diberikan untuk parkir, tapi dipakai untuk kos-kosan, Ini langsung saya perintakan, bongkar! Ini pelajaran buat yang lain, kalau fungsinya buat parkir harus untuk parkir, kalau standar kabelnya harus ‘A’ ya ‘A’, ini menyangkut keselamatan penghuni. Yang akan kita mulai untuk melaksnakan tertib hukum,” tambah Jokowi.

Apartemen tersebut dibangun sejak tahun 1995. Ada 2 tower dengan jumlah hunian sebanyak 400. Namun hanya sebanyak 200 hunian yang terisi.

 

+++++++++++++++++

Penghuni Apartemen Robinson yang Mengadu ke Jokowi

  • Penulis :
  • Dian Fath Risalah El Anshari
  • Jumat, 23 Agustus 2013 | 15:24 WIB
Apartemen Robinson di Jalan Jembatan Dua Raya, Jakarta Utara, yang parkirannya diubah oleh pengelola menjadi rumah kos-kosan, dan tempat fitnes. | Dian Fath Risalah El Anshari


JAKARTA, KOMPAS.com
 – Merasa dirugikan, perwakilan penghuni apartemen atau PPRS Apartemen Robinson, melaporkan perubahan fasilitas umum menjadi rumah kos-kosan kepada Dinas Perumahan. Oleh Dinas Perumahan, kemudian dilanjutkan kepada Gubernur DKI Joko Widodo.

“Kita merasa sangat tidak nyaman sekali, semua fasilitas umum dialihfungsikan untuk di komersilkan oleh pihak pengelola,” kata Joni Putra, ketua PPRS, kepada Kompas.com, Jumat, (23/8/2013).

Pada Kamis kemarin, Jokowi melakukan sidak ke apartemen tersebut. Dan dia meminta rumah kos-kosan tersebut dibongkar.

Rumah kos-kosan yang berada di basement Apartemen Robinson, bertarif Rp 2 juta per bulan. Dengan jumlah 88 kamar, jika seluruh kamar terisi, pengelola Apartemen Robinson mengantongi Rp 166 juta per bulannya.

“Dari 88 unit indekos, setiap bulannya pengelola menarik Rp 2 juta, padahal untuk air dan listrik kami para penghuni yang bayar, kami sangat tidak nyaman dan dirugikan,” ujar dia.

Hanya saja, rumah kos-kosan yang berlokasi di Jalan Jembatan Dua Raya, Jakarta Utara, itu dianggap ilegal oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Sebab, rumah kosan tersebut dibangun di lokasi yang seharusnya berfungsi sebagai lahan parkir.

Oleh pengelola Apartemen Robinson, PT Putra Mas Simpati, bukan hanya lahan parkir dialihfungsikan menjadi rumah kos-kosan. Bahkan tempat fitnes, kolam renang, juga tempat peribadatan, didirikan rumah kos-kosan yang tidak memiliki izin.

 

Tak Layak, DKI Akan Tertibkan Apartemen Robinson

“Sejak awal pembangunan sudah tidak memenuhi syarat.”

ddd
Kamis, 22 Agustus 2013, 17:14Siti Ruqoyah, Rohimat Nurbaya
Penertiban itu dilakukan agar bisa menjadi pelajaran bagi pengembang apartemen yang lain.

Penertiban itu dilakukan agar bisa menjadi pelajaran bagi pengembang apartemen yang lain.(VIVAnews/Muhamad Solihin)
 

VIVAnews – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera menertibkan apartemen Robinson di Raya Jembatan II Kelurahan Pejagalan Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Penertiban tersebut dilakukan karena apartemen itu dinilai sudah tak layak.

Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta, I Putu Indiana, apartemen itu ditempati 200 kepala keluarga, namun sayangnya tidak dirawat dengan baik.

“Sejak awal pembangunan sudah tidak memenuhi syarat. Instalasinya dan perawatannya tidak memenuhi syarat, sangat membahayakan penghuni yang tinggal di situ,” kata Putu di Jembatan II, Jakarta Utara, Kami 22 Agustus 2013

Putu menjelaskan, penertiban itu dilakukan agar bisa menjadi pelajaran bagi pengembang apartemen yang lain. “Supaya tidak meniru cara mengelola yang tidak baik,” katanya.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan pihaknya sedang melakukan pemantauan terhadap gedung-gedung yang sudah tidak memenuhi standar keamanan.

Hal itu dilakukan supaya bisa menghindari musibah yang tidak diinginkan, salah satunya yaitu kebakaran. Menurutnya musibah kebakaran adalah salah satu kecelakaan terbesar di Jakarta.

“Saya memang mau melihat kondisi-kondisi apartemen dan fasilitasnya yang tidak terpenuhi. Salah satu contoh di sini tadi, listrik di mana kabelnya tidak pada posisi standar, ini berbahaya,” kata Jokowi saat melakukan peninjauan di Apartemen Robinson. (umi)

++++++++++++++++++++++++++++

Setelah Disidak Jokowi, Apartemen Robinson Dibenahi secara Bertahap

Kamis, 12 September 2013 | 14:08 WIB
KOMPAS.com / Dian Fath Risalah El Anshari Fasilitas kolam renang di Apartemen Robinson justru dialihfungsikan oleh pihak pengelola menjadi tempat beribadah dan indekos.