Home » keamanan » Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini

Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini

Dua tokoh ini kasih one way ticket aja ke Pakistan, Yemen. Arab Saudi atau Afganistan. Mereka tidak pantas untuk hidup di bumi Indonesia apalagi berkeliaran di Jakarta !

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 15:54 WIB

 

Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini

Warga dan juga pemuka agama melakukan aksi damai di depan kantor Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (28/8). Mereka menentang keputusan Gubernur DKI Jakarta tentang penempatan kepala kelurahan Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

 

TEMPO.COJakarta – Aksi penolakan Lurah Lenteng Agung ternyata sudah digagas sejak lama. Ketika Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli  dilantik Juli 2013 lalu, sejumlah warga mulai resah. Warga yang tak mau dipimpin seorang non-muslim berembuk membahas bagaimana caranya mengganti pimpinan kelurahan itu.  

“Kami pikirkan cara bagaimana memprotes kebijakan ini,” ujar juru bicara Forum Warga Lenteng Agung, Mochamad Rusli, kepadaTempo, Rabu, 28 Agustus 2013. Maka, dibentuklah forum untuk menyampaikan keberatan mereka ke pihak Balai Kota DKI Jakarta.(Baca: Pengakuan Warga Lenteng Agung Soal Lurah Susan)

Sasaran protes warga ketika itu langsung merujuk ke pusat. Usai diterapkannya kebijakan lelang jabatan, wewenang penempatan lurah ada di Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melalui Badan Kepegawaian Daerah. Lurah Susan, yang lolos seleksi, mau tak mau ditempatkan di Lenteng Agung. “Lurah Susan korban lelang jabatan, maka kami (semula) tak protes ke dia,” ujar Rusli.

Setelah dibentuk forum, warga mulai mengggalang dukungan. Rusli mengklaim ada lebih dari seratus majelis taklim di Lenteng Agung yang sudah sepakat menolak pemimpin non-muslim. Forum Warga Lenteng Agung sendiri diketuai tokoh lokal bernama Nasri Nasrullah. “Kami juga berhasil mengumpulkan 1.500 kartu tanda penduduk (KTP) dan 2.300 tanda-tangan. Semua meminta agar lurah Susan dipindah ke tempat lain,” ujar Rusli.

Proses penggalangan dukungan berlangsung selama satu bulan. Senin, 26 Agustus 2013 lalu, berkas permohonan warga penolak Lurah Susan dikirim ke pihak Balai Kota. 

Permintaan itu langsung ditolak Pemprov DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan pemerintah tak akan merotasi lurah Susan. 

Rusli mengklaim itulah awal aksi unjuk rasa mereka, Rabu, 28 Agustus 2013. Warga yang tak terima permintaannya mengganti lurah non-muslim ditolak akhirnya turun ke jalan. 

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 15:37 WIB

Warga Demo Lurah Susan, Takut Dikira Non-Muslim

Warga Demo Lurah Susan, Takut Dikira Non-Muslim

Lurah Susan Jasmine Zulkifli saat bekerja di ruangannya di kantor kelurahan Lenteng Agung, Jakarta, Senin (26/8). Sejumlah warga setempat mengumpulkan KTP untuk mendesak Gubernur DKI Jakarta menugaskan lurah ini ke wilayah lainnya. Tempo/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta – Hampir 200 pengunjuk rasa menggelar demonstrasi menolak penempatan Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli, Rabu siang tadi, 28 Agustus 2013. Mereka menilai tak etis seorang lurah beragama Kristen memimpin kawasan yang mayoritas warganya muslim. Aksi unjuk rasa diadakan di halaman Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. 

Tempo menemui salah satu warga yang berdemonstrasi dan menanyakan alasan mereka ikut turun ke jalan. “Tadi, dari rumah, saya mendengar ada yang teriak-teriak, pas keluar enggak tahunya di jalan sudah ramai orang,” ujar Santi, 34 tahun, warga RW 03 Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Rumah Santi terletak di gang sebelah timur kantor kelurahan. Walhasil, dari semula hanya menonton, Santi kemudian ikut masuk dalam barisan pengunjuk rasa.

“Spontan aja tadi ikut ke depan pas disuruh ustad,” ujarnya. Dalam aksi itu, sejumlah tokoh muslim di Lenteng Agung memang menyampaikan orasi menolak Lurah Susan. 

Awalnya, demo hanya dihadiri sekitar 100 orang yang berkonsentrasi di jalan depan kantor kelurahan. Puluhan orang lain hanya mengamati dari kejauhan, yang tersebar di sisi barat dan timur Jalan Agung Raya I, Lenteng Agung. 

Mendadak dari pengeras suara, terdengar teriakan keras: “Yang merasa muslim, merapat.” Ajakan itu muncul dari Husni Thamrin, salah seorang orator dalam aksi tersebut. Saat itulah Santi bergabung dalam aksi.

“Kalau enggak merapat, nanti disangkanya saya bukan muslim,” ujar Santi sambil tertawa bingung. Semula dia mengira keramaian itu adalah acara pengajian di kantor kelurahan. “Di tengah-tengah acara, saya baru ngeh kalau ini demo soal Bu Lurah,” ujar Santi. Dia sendiri merasa tidak ada yang salah dengan kepemimpinan Lurah Susan. 

M. ANDI PERDANA

RABU, 28 AGUSTUS 2013 | 17:16 WIB

Pendemo: Rotasi Lurah Susan, Jokowi Masuk Surga

Pendemo: Rotasi Lurah Susan, Jokowi Masuk Surga

Lurah Lenteng Agung, Susan Jasmine Zulkifli saat berbincang dengan media yang ditemui di ruangannya, Jakarta (26/8). Ahok menegaskan tidak akan mengganti Lurah ini hanya karena permintaan subjektif warga. Tempo/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta – Sejumlah perwakilan warga berorasi di depan Kantor Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mereka meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merotasi Lurah Lenteng Agung Susan Jasmine Zulkifli ke tempat yang lebih sesuai.

Susan dianggap tak mewakili karakteristik masyarakat Lenteng Agung yang mayoritas muslim. Susan yang beragama Katolik ditempatkan di Lenteng Agung, Juli lalu. Hal ini ditentang sebagian warga.

“Jika Jokowi bisa memberi kami pemimpin (lurah) yang sesuai, kami doakan masuk surga,” ujar Husni Thamrin, salah satu orator dalam aksi demonstrasi yang digelar Rabu, 28 Agustus 2013. (Lihat juga: Demo Lurah Susan Digerakkan Dua Tokoh Ini)

Demonstrasi digelar dua jam sejak pukul 09.00 WIB. Terlihat lebih dari seratus massa hadir dalam aksi damai tersebut. Sebagian besar lelaki mengenakan baju koko dan peci. Aksi berlangsung tertib di bawah pengamanan sekitar 100 personel polisi gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Polsek Jagakarsa.

Pendemo membubarkan diri pada pukul 11.00 WIB. Kepada warga, mereka mengajak untuk mengikuti aksi lanjutan yang akan digelar bulan depan. “Jika pendapat kami tak didengar lagi, kami akan turun dengan massa jauh lebih banyak,” ujar perwakilan warga, Mochamad Rusli.

M. ANDI PERDANA

 

+++++++++++++++

 

KAMIS, 29 AGUSTUS 2013 | 10:03 WIB

Dipimpin Lurah Susan, Warga Lenteng Tak Ambil Pusing

Dipimpin Lurah Susan, Warga Lenteng Tak Ambil Pusing

Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang ditemui saat bekerja di ruangannya, Jakarta (26/8). Lurah yang baru dilantik bulan Juli lalu dinilai rajin bekerja. Ia sering blusukan dan masuk kerja pada hari Sabtu-Minggu. Tempo/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta – Sejumlah warga di Kelurahan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, tidak terlalu mempermasalahkan daerahnya dipimpin oleh Lurah Susan Jasmine Zulkifli yang beragama Nasrani.Terpenting, Lurah Susan menjalankan tugasnya dengan baik.

Lili, ibu rumah tangga, mengatakan tidak terlalu mau ambil pusing dengan agama yang dipeluk Lurah Susan. “Kalau saya pribadi tidak membedakan agama,” kata wanita 51 tahun itu kepada Tempo, Kamis, 29 Agustus 2013. “Kalau lurahnya muslim tapi enggak benerbagaimana?”

Seharusnya, lanjut Lili, masyarakat memberikan kesempatan kepada Lurah Susan untuk menunjukkan kemampuannya. Pasalnya, Lurah Susan baru memimpin Kelurahan Lenteng Agung satu bulan. “Kalau enggak bener baru minta ganti,” ujar warga RT 08/RW 09 yang mengaku belum pernah melihat Lurah Susan itu.

Ramidi, 52 tahun, juga sependapat dengan Lili. Pria yang berprofesi sebagai pedagang kaki lima itu mengaku tidak masalah dipimpin oleh lurah non-muslim. “Kalau perbedaan agama, bagi saya, tidak masalah,” tutur warga RT 08/RW 03 itu yang datang ke kelurahan untuk mengurus kartu tanda penduduk (KTP) itu. “Terpenting adalah kinerja.”

Kemarin, Lurah Susan didemo oleh ratusan pengunjuk rasa yang menamakan diri Forum Penolakan Warga terhadap Penempatan Lurah Lenteng Agung. Mereka meminta Lurah Susan mundur dari jabatannya karena dianggap tak mewakili karakteristik masyarakat Lenteng Agung yang mayoritas muslim.

SINGGIH SOARES

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s