Home » Kualitas Transportasi Publik » Polisi Kejar Dua Sopir Kopaja Kecelakaan Maut

Polisi Kejar Dua Sopir Kopaja Kecelakaan Maut

Sopir Metro mini, Kopaja dan bus sejenis memang “bangsat” tidak ada rasa bersalah sama sekali ! 
Kemiskinan mereka jadikan justifikasi untuk berbuat ugal ugalan di jalan raya !
 
www.inilah.comonFollow on Google+
 

 

 
 
 
Headline
Sopir kopaja diburu polisi – (Foto:inilah.com/ilustrasi)
 
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan – Kamis, 5 September 2013 | 15:26 WIB
 
 

INILAH.COM, Jakarta – Polisi masih memburu dua orang sopir Kopaja yang melarikan diri ketika terjadi kecelakaan di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat.

“Kami masih memburu dua orang sopir kopaja yang melarikan diri,” kata Wakasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Budiyono, Kamis (5/9/2013).

Budiyanto mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi tentang keberadaan kedua sopir kopaja yang kabur pascatragedi kecelakaan maut tersebut.

“Mereka harus bertanggungjawab, kami dapat info dari rekannya terkait keberadaan kedua sopir tersebut,” terangnya.

Oleh karena itu, kata Budiyono, petugas masih terus mencari dan mengejar kedua sopir kopaja itu.

Sebelumnya, kecelakaan maut terjadi antara Kopaja 95 jurusan Slipi – Kalideres bernopol B 7357 LE trek-trekan dengan Kopaja 98 jurusan Tomang – Rawa Bokor bernopol B 7762 DG di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (5/9/2013). Seorang kernet dan penumpang Kopaja 95 tewas. [mvi]

 

++++++++++++++++++++

 

KAMIS, 05 SEPTEMBER 2013 | 15:58 WIB

Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan

Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Tempo/Aditia Noviansyah

 

TEMPO.COJakarta — Sopir bus Kopaja kembali membuat ulah. Rabu kemarin, 4 September 2013, dua pengemudi Kopaja berpelat B-7357-LE dan B-7762-DG ugal-ugalan di jalanan dan menyebabkan dua orang tewas serta tiga lainnya luka-luka. 

Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan tidak akan memberikan ampun kepada pengemudi bus yang tidak bertanggung jawab seperti itu. “Kami pasti cabut izin trayeknya,” kata Basuki di Balai Kota Jakarta, Kamis, 5 September. 

Upaya pemerintah Jakarta menertibkan bus sedang seperti Kopaja dan Metromini mulai dari peringatan, dikandangkan, sampai dicabut izin trayeknya ternyata belum membuat para pengemudi jera. Malah, banyak pengemudi bus yang tidak terima dengan upaya pemerintah selama ini. 

“Kami udah kandangin, mereka malah protes. Ini kan bukti, kami tidak lepaskan saja, masih begitu kelakuannya. Kami akan terustangkapin, kok, enggak ada ampun,” ujarnya. (Lihat juga: Salah Manajemen Metromini Jakarta)

Menurut Basuki, ke depannya, harus ada seleksi pengemudi Kopaja ataupun Metromini yang lebih selektif lagi. Sebab, jika tidak mengubah perilaku di jalan raya dan masih menyebabkan korban berjatuhan, pemerintah Jakarta tidak segan-segan segera mencabut izin trayek bus tersebut. 

Kepala Dinas Perhubungan Udar Pristono mengatakan, perilaku pengemudi Kopaja yang ugal-ugalan di jalan raya berarti bisa disimpulkan sementara sebagai human error. Setelah itu, mesti dicek kelengkapan surat izin mengemudi serta surat kendaraan yang digunakannya. “Lihat SIM-nya, bener enggak, uji kir yang dilakukan asli enggak. Kami akan periksa itu. Itulah gunanya razia,” ujar Pristono. 

Ia mengakui selama ini razia terhadap transportasi umum selalu dilakukan. Namun, ia meminta agar pembenahan tidak hanya dilakukan oleh dinas. Tetapi juga diikuti dengan tanggung jawab operator sebagai pemilik bus. 

Untuk pengecekan satu per satu kondisi kendaraan di jalan, katanya, tidak bisa dilakukan oleh Dinas Perhubungan. Operator mesti turun tangan untuk itu. Peran Dinas, ia menambahkan, hanya pengawasan di hilir atau melakukan tindakan di jalan. 

Pristono mencatat, jumlah bus sedang yang ditangkap setiap hari malah semakin banyak. Sampai sekarang, 2.001 bus telah ditangkap. Dua ratus bus di antaranya telah dikandangkan. Dari angka itu, 116 merupakan bus Metromini, 29 bus Kopaja, dan sisanya dari kendaraan jenis lain. 

Karena itu, ke depannya, pengawasan Dinas Perhubungan di jalan raya akan semakin ditingkatkan. “Sekarang udah kenceng, dikencengin lagi. Polisi dan Dinas terus tangkap-tangkapin,” katanya. 

Peristiwa pengemudi Kopaja ugal-ugalan dan berujung tewasnya dua orang terjadi di Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu malam. Awalnya, Kopaja 95 jurusan Slipi-Kalideres dan Kopaja 98 jurusan Tomang-Rawabokor saling mendahului di Jalan Raya Daan Mogot, Jakarta Barat. 

Keduanya meluncur dari arah Grogol menuju Cengkareng. Kopaja 95 yang menabrak Kopaja 98, yang ada di depannya, pun rusak. Akibatnya, dua orang tewas, sementara tiga lainnya luka. Semua korban berasal dari Kopaja 95. Yang meninggal adalah kondektur Kopaja 95 dan seorang penumpang bernama Yuliani Rumiris, 19 tahun. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s