Home » Nata de Kota » PKL Kembali Serbu Kota Tua

PKL Kembali Serbu Kota Tua

Seperti hendak menguji kesabaran dan konsistensi Pemprov DKI, ratusan pedagang kaki lima kembalimenyerbu kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat, sejak Minggu (1/9) malam. Mereka membaur bersama 260 PKL anggota Koperasi Kota Tua yang baru saja ditata. Sampah pun bertebaran di mana-mana.

Ratusan petugas satpol PP yang disiagakan di kawasan tersebut tak berdaya menghadapi kehadiran para PKL liar. Padahal, Kamis (29/8) malam, suasana di Taman Fatahillah sudah jauh dari kesan kumuh dan hiruk-pikuk. Sebanyak 30 tempat sampah kering berwarna oranye dan tempat sampah basah berwarna biru sudah ditempatkan menyebar di Taman Fatahillah.

Dari pos jaga, lewat pengeras suara, petugas berulang kali mengumumkan larangan parkir bagi sepeda motor yang bakal berlaku pada Senin (2/9). Suasana taman terasa semringah. Akan tetapi, pada Minggu pukul 21.30, suasana Taman Fatahillah dan sekitarnya menjadi lebih buruk daripada hari Kamis, bahkan lebih buruk daripada hari-hari sebelumnya.

Perkiraan Kompas, jumlah PKL di sana saat ini lebih banyak daripada sebelumnya, yang mencapai ratusan PKL.

MenyempitMinggu malam, jalur transjakarta di depan Kantor Pos Besar menyempit karena pasar tumpah puluhan PKL menyita sebagian jalur kiri. Sementara di jalur kanan, puluhan remaja seenaknya memarkir sepeda motor sampai depan Pos Polisi Pinangsia. Saat melintas di ruas jalur itu, bus transjakarta berjalan lamban.

Wajah pengemudi bus tampak tegang dan berkeringat karena khawatir menabrak deretan lapak PKL di sisi kiri atau menabrak deretan sepeda motor yang parkir di sisi kanan. Seusai melintasi ”jalur transjakarta terpadat di Jakarta” itu, salah seorang pengemudi bus menarik napas dalam sambil geleng-geleng kepala.

Jalan Kali Besar Timur yang dikenal sebagai kawasan mesum remaja jalanan malam itu bertambah mesum dan hiruk-pikuk. Belasan penjaja jasa piercing dan tato kembali menggelar dagangannya.

Camat Tamansari, Jakarta Barat, Paris Limbong terkejut mendengar laporan pandangan mata ini. ”Hari Minggu malam saya memang tidak ada di pos jaga karena menghadiri hajatan Pemprov DKI di Balaikota,” ucap Paris, yang sehari-hari setia menunggu pos jaga hingga pukul 24.00 itu.

Paris lantas mengumpulkan para pemangku kepentingan Kota Tua di kantornya, Rabu siang. Pertemuan itu dihadiri 22 orang. Hasilnya? ”Kami sepakat membangun tujuh portal di kawasan Taman Fatahillah,” ucap Ketua Paguyuban Kota Tua
Jacky Setiono seusai pertemuan. Biaya membangun setiap portal Rp 3 juta.

Saat pertemuan, terkumpul dana swadaya sebesar Rp 15 juta. ”Kami masih menunggu sumbangan dari sejumlah pemangku kepentingan Kota Tua lainnya. Kami optimistis, dana sebesar Rp 21 juta untuk membangun ketujuh portal itu bisa segera terkumpul,” ujar Jacky.

Kepala Balai Konservasi DKI Candrian Attahiyat, yang juga hadir dalam pertemuan, menghargai tindakan cepat Paris. Ia menjelaskan, sistem pintu portal akan dilengkapi dengan sistem stiker kendaraan bagi para pemilik atau pengelola bangunan di sekitar Taman Fatahillah.

Kegiatan bongkar muat pun nanti hanya akan diizinkan pada pagi hari. ”Semuanya masih bisa berubah, menyesuaikan hasil evaluasi,” kata Candrian.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s