Home » Nata de Kota » Soal pembersihan waduk Riorio dan Komnas HAM

Soal pembersihan waduk Riorio dan Komnas HAM

Duh kualitas KOMNAS HAM sekarang  minta ampun, kelihatannya mau sok populis jadi cenderung asal bunyi..  Daripada ngurusin warga yang jelas “melanggar” karena menempati lahan bukan miliknya. mendingan KOMNAS HAM urusin konflik tanah di Sumatra Selatan  tuh!

Kalau komentar Komnas HAM “asal ” bunyi ” pelanggaran HAM”  lama kelamaan wibawa lembaga ini akan pudar !!!!!

 

 

RABU, 11 SEPTEMBER 2013

kompas logo
 

 

Pemprov DKI Terus Dekati Warga

 
 
 

JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pendekatan kepada warga yang tinggal di Waduk Ria Rio. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo optimistis relokasi warga ke rumah susun akan berjalan dengan baik.

”Pokoknya nanti tahu-tahu beres saja,” ungkap Jokowi, Selasa (10/9).

Mengenai tuntutan uang penggantian, Pemprov DKI menegaskan, tidak ada lagi kebijakan untuk memberikan uang semacam itu.

”Kami sudah menghapus surat keputusan gubernur tentang uang kerahiman. Orang harus keluar dari kesalahan berpuluh-puluh tahun,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Lagi pula, menurut Basuki, Pemprov DKI tidak begitu saja mengusir warga. Pemprov menyediakan Rusun Pinus Elok bagi semua warga yang menghuni Waduk Ria Rio. Rusun itu dilengkapi dengan sejumlah fasilitas dan perabot rumah tangga.

Dia menyayangkan sikap warga yang terus meminta berbagai hal, sementara dalam kacamata Pemprov mereka menempati lahan negara secara ilegal dan tidak punya hak untuk tinggal di situ.

Komnas HAM berbeda

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memiliki pandangan berbeda. Lembaga ini menilai penertiban kawasan padat penduduk di Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio cacat.

Penertiban yang dilaksanakan dinilai masih kurang manusiawi dan Pemprov DKI Jakarta juga tak pernah menunjukkan legalitas kepemilikan kedua lahan waduk itu.

Menurut Koordinator Subkomisi Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran HAM Natalius Pigai, penertiban yang dilaksanakan di Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio masih sarat dengan kekerasan berupa ancaman. ”Masih kurang menggunakan pendekatan yang manusiawi,” katanya.

Dicontohkan, pasca-penertiban, ada 70 keluarga yang sebelumnya tinggal di sekitar Waduk Pluit kini tinggal di jalanan. Pemprov DKI juga tak pernah menunjukkan legalitas lahan Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio. Pemprov hanya mengklaim kedua lahan itu miliknya. (MDN/FRO)

KOMENTAR

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s