Home » Kualitas Perumahan » Bravo Ahok ! Pengusaha Real estat di DKI memang “bangsat” !!!

Bravo Ahok ! Pengusaha Real estat di DKI memang “bangsat” !!!

Pengusaha Real Estat di DKI Jakarta sama dengan dengan mafia tanah . Mereka kolusi dengan birokrasi Pemda DKI, terutama dinas tata kota mengobrak abrik tata ruang DKI. (lihat saja mall bertebaran dan ruang publik nyaris tidak ada!!) Selain itu para pengusaha real estat “bangsat” dengan para premannya main gusur dan bakar pemukiman kumuh, atau yang lebih “canggih” adalah mereka menyerobot tanah negara . Coba periksa Ahok berapa aset negara atau aset tanah DKI yang sudah berpindah tangan ke para pengusaha real estat!

Ahok ke Pengusaha Nakal: Mending Kita Berantem Aja

Dia kesal para pengusaha real estat di DKI tidak penuhi kewajiban

ddd
Jum’at, 13 September 2013, 19:13 Denny Armandhanu, Eka Permadi
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama (ANTARA/M Agung Rajasa)

VIVAnews – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, kesal atas banyaknya pengusaha yang tidak memenuhi kewajiban mereka. Perilaku ini bisa menghambat berbagai program yang telah dia siapkan bersama Gubernur DKI, Joko Widodo.

“Kami sudah kecebur di laut. Kami harus beresin. Daripada dibilang Jokowi Ahok nggak bisa kerja, mending kita berantem aja sekarang,” kata pejabat yang akrab disapa Ahok itu di Balai Kota, Jumat 13 September 2013.

Sebelumnya Ahok sempat marah pada Real Estate Indonesia (REI) DKI Jakarta. Sesuai kesepakatan dengan Pemda DKI, organisasi para pengembang ini berkewajiban membangun 350 tower rumah susun. Namun hingga hari ini para pengembang baru memenuhi dua tower saja.

Ahok lantas geram. “Saya marah-marahin mereka. Masa sampai sekarang baru dua tower rusun yang selesai. Kewajiban mereka tiga ratusan tower,” tegasnya.

Para pengurus REI beralasan mereka tidak mengenal semua pengembang di Jakarta. Lagipula, mereka berdalih, sebagian besar dari anggota mereka adalah pengembang dalam skala kecil.

“Saya mau kasih mereka data yang ngutang ke kita. Kalau data kita sama dengan mereka. Berarti REI nggak bener,” ujarnya.

Menurut Ahok, konsep yang mereka tawarkan dan coba direalisasikan sebenarnya sederhana. “Kita pengen punya rumah, toko, pasar yang tidak dijualbelikan. Kita ingin sewakan saja pake sistem retribusi,” ujarnya.

Mantan Bupati Belitung Timur itu meyakini konsep bersama Jokowi ini bisa menjadi jawaban atas penertiban Jakarta. “Dengan retribusi, pemasukan untuk DKI akan terus ada. Kebutuhan warga untuk tempat usaha terpenuhi. Tidak semua bisa beli rumah, beli toko, beli kios. Kita bantu mereka biar ke depan mereka bisa beli,” paparnya. (adi)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s