Home » Nata de Kota » Jokowi Takkan Izinkan Pembangunan 14 Mal Baru

Jokowi Takkan Izinkan Pembangunan 14 Mal Baru

Tribun News Metropolitan News Feed
Updated: Tue, 17 Sep 2013 00:40:50 GMT | By Tribun News Metropolitan News Feed
Selama ini si Foke dan Sutiyoso  sudah ngumpulin berapa duit dari pengusaha mall. Periode Suti- Foke  pembangunan mall di Jakarta jadi marak tidak terkendali.  Walhasil kota ini jadi penuh mall ( konon terpadat Mall nya se dunia. prestasi sinting!!) , sedangkan publik space menjadi sangat kurang. Saya saja tidak terlalu yakin Jokowi dapat memperbaiki keseimbangan antara ruang komersial dan publik di ibukota tercinta ini, karena kondisinya sudah terlalu rusak edan.

agfeed

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) takkan memberikan izin kepada pengembang, untuk membangun pusat perbelanjaan kelas ekonomi menengah ke atas.

“Saya sudah stop dalam artian enggak akan tanda tangan itu (izin) lagi. Ada 14 mal yang belum direalisasi,” ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin (16/9/2013).

Jokowi mengungkapkan, bangunan pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas atau sering di sebut mal di Jakarta, cukup banyak. Jumlahnya mencapai kurang lebih 170 mal.

“Memang idealnya tidak ada. Ada sekitar 170-an mal, dan itu terbanyak di dunia,” ucap Jokowi.

Jokowi menuturkan, masih adanya proyek pembangunan mal di Jakarta, bukan atas izinnya, namun merupakan izin yang sudah diberikan pemimpin DKI sebelumnya. (*)

 

++++++++++++++++++++++++

 

RABU, 18 SEPTEMBER 2013 | 09:58 WIB

Pengusaha Minta Jokowi Tak Stop Mal di Jakarta

Pengusaha Minta Jokowi Tak Stop Mal di Jakarta

Artis Wanda Hamidah membelikan baju baru untuk anak-anak kurang mampu, jalanan dan Yatim dalam acara Belanja Ceria Untuk Lebaran Anak-anak Jalanan dan Artis Peduli Anak di Mall Pejaten Village, (1/8). TEMPO/Nurdiansah

TEMPO.COJakarta – Real Estate Indonesia meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo segera mencabut moratorium atau penangguhan pembangunan mal dan pusat belanja di Ibu Kota.

“Moratorium bisa diganti dengan peraturan yang lebih luwes, bukan melarang membangun mal,” kata Wakil Ketua REI DPD DKI Jakarta, Thomas Sulistyo, kepada Tempo, Selasa, 17 September 2013.

Meskipun demikian, dia menyetujui jika pemerintah melarang pembangunan mal di tengah kota. Namun, jika ada mal yang dibangun di pinggir kota, sebaiknya tak dilarang.

Thomas menanggapi pernyataan Jokowi yang menyatakan tidak lagi mengeluarkan izin pembangunan mal karena jumlahnya sudah berlebih. “Kota yang paling banyak mal di dunia itu adalah Jakarta. Sekarang sudah saya stop,” kata Jokowi, Ahad lalu.

Jokowi menyodorkan data berisi 173 pusat belanja–74 di antaranya adalah mal–yang menyesaki Jakarta. Maka, Jokowi memilih fokus pada pembenahan dan pembangunan pasar-pasar tradisional. “Perlu harmonisasi tata ruang antara mal dan pasar tradisional,” ujarnya. Namun Jokowi mengaku tidak bisa menghentikan rencana pembangunan 14 mal yang sudah disetujui gubernur sebelumnya.

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Santoso, meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berhati-hati menggagas moratorium pembangunan mal. “Jangan sampai investor tidak jadi menanam modal,” kata Santoso. Lagi pula, menurut dia, baik mal maupun pasar rakyat memiliki segmen masing-masing.

Ketimbang membuat moratorium, Santoso menyarankan agar pemerintah menegakkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2002 tentang Perpasaran Swasta. Dalam aturan itu, dia menjelaskan, mal wajib menyediakan lahan bagi pedagang kaki lima. “Kalau pemilik mal tidak menjalankan, bisa dikenai sanksi,” katanya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, saat ini Jakarta belum memungkinkan untuk menambah mal karena tidak memiliki daya dukung transportasi massal yang baik. “Kalau sudah ada transit-oriented development (TOD) untuk mass rapid transit (MRT), mal boleh dibangun di sekitar itu,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s