Home » KUALITAS BIROKRASI » Setahun Jokowi-Ahok, Ini Rapor Merah dan Birunya

Setahun Jokowi-Ahok, Ini Rapor Merah dan Birunya

JUM’AT, 18 OKTOBER 2013 | 07:56 WIB

 

Setahun Jokowi-Ahok, Ini Rapor Merah dan Birunya

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (kiri) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama. TEMPO/Subekti

 

TEMPO.COJakarta – Hasil survei lembaga Indo Barometer menyebutkan Gubernur DKI Joko Widodo dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama, punya rapor merah dan biru selama setahun menjabat. “Ada rapor merah, ada rapor biru,” kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari, dalam rilis hasil survei di Hotel Kartika Chandra, Kamis, 17 Oktober 2013.

Dalam rapor biru, sebanyak 95 persen responden puas di bidang penurunan biaya kesehatan dan 94,3 persen puas dalam penyediaan fasilitas kesehatan dan pengobatan. Selain itu, sebanyak 93,3 persen puas dalam penyediaan fasilitas pendidikan, 93,3 persen puas dalam penurunan biaya pendidikan, dan 67,8 persen puas dalam penyediaan barang kebutuhan pokok. (Baca:Setahun Jokowi-Ahok, Survei: 97,5 % Publik Puas)

Sebanyak 89,5 persen responden juga puas karena dalam setahun Jokowi-Ahok mempermudah pelayanan di kantor pemda, dan 71,3 persen puas terkait penanganan banjir. Selain itu, 72,8 persen puas soal pembangunan sarana/prasarana umum; 71,5 persen puas soal penanganan sampah; 64 persen puas terkait masalah transportasi umum; dan 69,5 persen puas dengan pembangunan sarana/prasarana transportasi.

 

Berikutnya rapor merah Jokowi-Ahok.

 

Rapor merah Jokowi-Ahok paling menonjol soal penanganan kemacetan lalu lintas. Sebanyak 73,3 persen menyatakan tidak puas. Di samping itu, 64,3 persen responden juga tidak puas dalam penanganan pengangguran, dan 59 persen tidak puas soal penyediaan lapangan kerja. 

Responden juga tidak puas dalam penanganan gelandangan dan anak jalanan. Persentasenya 50 persen. Soal langkah mengatasi prostitusi, 51,3 persen responden juga tidak puas. Dalam penanganan peredaran narkoba, 47 persen pun tidak puas. (Baca:Setahun Jokowi-Ahok, Pendidikan Banyak Masalah)

Qodari juga memandang rapor merah di beberapa bidang yang hasil surveinya beda tipis antara puas dan tidak puas. Di bidang penegakan hukum, 44,3 persen responden puas dan 40,3 persen tidak puas. Terkait pemberantasan korupsi, 53,3 persen puas dan 39,8 persen tidak puas. Dalam penanganan kriminalitas, 43 persen responden puas dan 40 persen tidak puas.

Terkait polusi udara dan kerusakan lingkungan, 49 persen puas dan 38,5 persen tidak puas. Begitu pula soal mengundang investor untuk membuka usaha baru, 33,8 persen puas dan 30,8 persen tidak puas. Dalam hal penyediaan perumahan untuk rakyat, 55,8 persen puas; 32,5 persen tidak puas; tapi 11,7 persen tidak tahu ataupun tidak menjawab.

Survei ini digelar 4-10 Oktober 2013 di DKI. Teknik pengumpulan data dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel yang digunakan adalahmultistage random sampling dengan jumlah responden 400 orang. Margin of error sebesar kurang-lebih 4,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (Baca: Setahun Menjabat, Jokowi Diminta Kurangi Blusukan)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s