Home » Prilaku kaum miskin kota » Lahan Bekas Kebakaran di Kelapa Gading untuk Ruang Terbuka Hijau

Lahan Bekas Kebakaran di Kelapa Gading untuk Ruang Terbuka Hijau

Warga Dirikan Rumah Lagi

JAKARTA, KOMPAS —  Warga korban kebakaran di Kebun Tebu, Kecamatan Penjaringan, dan Pulongandang, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara, mengabaikan larangan kembali ke lahan. Mereka beralasan tidak punya alternatif tempat tinggal sehingga terpaksa membangun rumah di lahan yang terlarang bagi hunian ini.Dalam surat edaran bernomor SE/No 135/2013 yang ditandatangani Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono tanggal 11 Oktober 2013, Pemerintah Kota Jakarta Utara melarang warga untuk membangun permukiman lagi. Pemerintah juga meminta PT Perusahaan Listrik Negara dan operator air bersih tidak melayani permintaan sambungan listrik dan air bersih.

Sebagai informasi, kebakaran menghanguskan ratusan bangunan yang dihuni 1.325 keluarga di RT 007, 008, dan 009 RW 013, Kelurahan Kelapa Gading Barat, terjadi Selasa (1/10) dini hari. Api diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik di rumah milik salah seorang warga pada pukul 03.15. Api kemudian membesar dan melalap ratusan bangunan dan padam sekitar pukul 07.30.

Dalam kejadian itu tidak ada korban jiwa. Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Ruang terbuka hijauDalam rencana tata ruang wilayah, lokasi kebakaran di Pulongandang yang dihuni lebih dari 5.300 jiwa sebenarnya
diperuntukkan bagi ruang terbuka hijau. Sementara itu, lokasi kebakaran di Kebun Tebu termasuk area genangan Waduk Pluit di sisi utara.

Senin (21/10), korban kebakaran di RT 007, 008, dan 009 RW 013, Kelurahan Kelapa Gading Barat, mendirikan rumah dan toko di lahan yang terbakar, Selasa (1/10) dini hari. Mereka membuat akses jalan selebar 1 meter serta hunian dengan bahan bambu, tripleks, dan kayu. Beberapa hunian dibangun dua lantai.

Pedagang dan pemilik bangunan di sisi barat lokasi kebakaran, yakni di tepi Jalan Inspeksi Kali Sunter, bahkan membangun toko atau kios secara permanen. Mereka mendirikan bangunan satu atau dua lantai dengan material semen, bata ringan, dan beton.

Sarno (42), penghuni Pulongandang, mengaku tak tahu harus tinggal di mana. ”Sebagian besar bangunan dan perabot ludes terbakar, sementara kami harus bekerja lagi untuk menyambung hidup,” ujarnya.

Korban kebakaran di Kebun Tebu RT 019 RW 017 Penjaringan juga kembali ke lahan milik negara yang sebenarnya terlarang bagi hunian. ”Semua keluarga korban kebakaran (52 keluarga) kembali mendirikan bangunan. Mereka tak punya pilihan tempat tinggal,” kata Tarsono (55),
pengurus RT 019 RW 017 Penjaringan.

Tarsono menambahkan, pemerintah melalui camat dan lurah Penjaringan telah mengajak warga survei ke Rumah Susun (Rusun) Pinus Elok di Cakung, Jakarta Timur. Namun, mayoritas warga menolak pindah ke rusun itu karena jauh dari lokasi kerja atau sekolah.

Lahan dua lembaga

Sekretaris Kota Jakarta Utara Yuliadi menambahkan, para korban kebakaran telah diundang dan diberi penjelasan terkait status dan peruntukan lahan. Mereka diminta tidak kembali karena lahan sebenarnya terlarang bagi hunian.

Ratusan hunian yang terbakar di Pulongandang, kata Yuliadi, berdiri di atas lahan milik dua perusahaan swasta dan sebagian di lahan negara. Selain ruang terbuka hijau, lokasi itu akan dibangun menjadi saluran pengairan dan waduk.

Sementara itu, permukiman di Kebun Tebu menjadi target penataan Waduk Pluit. Selain jalan inspeksi, lahan di sekeliling waduk seluas 80 hektar itu akan ditata menjadi taman dan hutan kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berencana membangun instalasi pengolah limbah dan air bersih.

”Pemerintah daerah memfasilitasi korban kebakaran yang belum punya rumah dan tercatat sebagai warga DKI Jakarta
untuk tinggal di rusun. Namun, saat ini unit rusun kosong belum tersedia dan beberapa menara dalam proses pembangunan,” kata Yuliadi.

Sejumlah warga mengaku bersedia pindah ke rusun. Namun, mereka akan menunggu pembangunan rusun yang dekat dengan hunian mereka saat ini. (MKN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s