Home » KUALITAS BIROKRASI » Setahun Jokowi-Ahok 10 Pejabat Jadi Tersangka Korupsi

Setahun Jokowi-Ahok 10 Pejabat Jadi Tersangka Korupsi

Betapa buruknya kualitas SDM Birokrasi Pemprov DKI
Setahun Jokowi-Ahok 10 Pejabat Jadi Tersangka Korupsi

GUBERNUR DKI Joko Widodo (Joko wi) bersama wakilnya, Basuki Tjahaja
Purnama (Ahok), tetap ber tujuan menciptakan penyelenggaraan
pemerintahan daerah yang bersih, akuntabel, jujur, dan transparan.

Hal itu dibuktikan Jokowi-Ahok, meski baru satu tahun memimpin Jakarta,
sudah ada 10 pejabat di jajaran Pemprov DKI ditetapkan kejaksaan sebagai
tersangka kasus tindak pidana korupsi APBD DKI.

Prestasi Jokowi dan Ahok tidak hanya membenahi Jakarta, tetapi juga
mampu mengungkap kasus tindak pidana korupsi di jajaran Pemprov DKI atas
terjalinnya kerja sama dengan pihak penegak hukum.

Jokowi-Ahok membuka peluang
sebesar-besarnya bagi pihak pemeriksa, penegak hukum, dan pengawasan
penyelenggaraan keuangan pemerintahan daerah memeriksa manajemen
keuangan pemda. Kerja sama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung), Kejaksaan
Tinggi (Kejati) DKI, Kejaksaan Negeri (Kejari), Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Pusat Pelaporan Analisis
dan Transaksi Keuangan (PPATK), serta Badan Pengawas Keuangan dan
Pembangunan (BPKP).

Jokowi mengatakan, selama memimpin pemerintahan daerah duet Jokowi-Ahok
di Balai Kota DKI telah ada 10 pejabat yang ditetapkan tersangka kasus
duga an penyelewengan korupsi keuangan daerah, yakni 2 pejabat DKI dan 1
mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI.

Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi peng
adaan kendaraan mobil toilet VVIP besar dan toilet kecil. Tersangka lain
mantan Kepala Dinas Kebersihan DKI, EB, yang menjadi tersangka di
Kejagung pada 28 Juni 2013.

Dua tersangka lainnya ialah mantan Kabid Sarana dan Prasarana Dinas
Kebersihan DKI, LL, selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Ketua Panitia
Pengadaan Barang dan Jasa.

Pada 13 September 2013, Kejari
Jakarta Utara menetapkan mantan Kepala Unit Pengelola Kelistrikan
Kabupaten Kepulauan Seribu, MM, dan Kepala Seksi Perawatan UPT
Kelistrikan Kepulauan Seribu, SBR, sebagai tersangka kasus
penyalahgunaan anggaran proyek kelistrikan di Kepulauan Seribu tahun
2012 seni lai Rp1,3 miliar.

Menyusul giliran Kejari Jakarta Timur menetapkan Lurah Ceger, FFL, dan
Bendahara Kelurahan Ceger, ZA, sebagai tersangka korupsi Rp454 juta.
Pekan ini tiga pejabat telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi
di atas Rp1,8 miliar, yakni Kasudin Tata Ruang Jaksel, RS, Kasudin
Kominfomas Jakpus, RB, dan Kasudin Kominfomas Jaksel YI. (Ssr/J-2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s