Home » Prilaku kebersihan + sanitasi » Infrastruktur sanitasi perlu Rp 56 T

Infrastruktur sanitasi perlu Rp 56 T

Urusan sanitasi di Indonesia jika tidak diperbaiki akan mirip bom waktu yang bisa meletus setiap saat

 

 

SANITASI DAN AIR MINUM

Indonesia Perlu Rp 56 Triliun

JAKARTA, KOMPAS —  Indonesia perlu dana Rp 56 triliun untuk mengejar target Tujuan Pembangunan Milenium yang bakal berakhir 2015 untuk mencapai separuh penduduk yang tidak memiliki akses pada air minum sehat dan sanitasi dasar. Ketersediaan sistem sanitasi di Indonesia berada di peringkat ketiga terburuk di antara negara-negara anggota ASEAN.

Selama tiga dekade, hingga tahun 2000, Pemerintah Indonesia hanya menyediakan Rp 200 per tahun per kapita. Untuk pembangunan sistem sanitasi setidaknya dibutuhkan Rp 52.000 per tahun per kapita. Akibatnya, kini perlu dana besar untuk mengatasi ketertinggalan di bidang sanitasi dan akses terhadap air minum. Hingga 2014, dana untuk sanitasi Rp 16,5 triliun.

Kendati pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi di Asia Tenggara, sekitar 6 persen, kondisi sanitasi Indonesia hanya lebih baik dari Laos dan Timor Leste. Data 2009 menunjukkan, 70 juta orang Indonesia masih buang air besar sembarangan.

”Jumlah itu sama besar dengan jumlah penduduk Filipina,” ujar Direktur Permukiman dan Perumahan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Nugroho Tri Utomo di sela-sela Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional 2013, di Jakarta, Rabu (30/10). ”Perhatian eksekutif dan legislatif terhadap masalah sanitasi amat rendah,” ujarnya.

Akibat rendahnya sistem sanitasi, Indonesia rugi 2,3 persen dari produk domestik bruto (PDB), Vietnam kehilangan 1,3 persen dari PDB-nya, dan Filipina merugi 1,5 persen dari PDB. ”Padahal, investasi satu dollar AS untuk sanitasi akan menghasilkan 8 dollar AS,” ujar Kepala Praktisi Sektor Air Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik Sudipto Sarkar dalam pertemuan dengan pers, kemarin.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebanyak 2,6 miliar penduduk tidak memiliki sistem sanitasi memadai, 630 juta di antaranya ada di kawasan Asia Timur. Di Indonesia, masih ada 14 persen penduduk perkotaan buang air besar sembarangan. Sebanyak 64 persen rumah tangga perkotaan memiliki tangki septik, tetapi hanya 4 persen yang diolah dengan benar. Hanya 10 kota di Indonesia yang memiliki pengolahan limbah terpadu.

Akibat kelalaian dalam urusan sanitasi dan air minum, menurut Nugroho, nilai kerugian mencapai sekitar Rp 57 triliun per tahun, misalnya akibat diare    dan tak bisa bekerja. (ISW)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s