Home » Transportasi Publik Jakarta » Ini cara untuk Jokowi atasi macet di Jakarta

Ini cara untuk Jokowi atasi macet di Jakarta

Ini Cara untuk Jokowi Atasi Macet di Jakarta
Headline

Gubernur DKI Joko Widodo – inilah.com
Oleh: Ahmad Farhan Faris
metropolitan – Senin, 11 November 2013 | 07:15 WIB

INILAH.COM, Jakarta – Untuk mengatasi kemacetan Ibukota, Pemda DKI tidak bisa menyelesaikannya dengan sendirian, melainkan harus dibantu dan didukung oleh pemerintah pusat.

Pengamat kota, Yayat Supriatna mengatakan, Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi tidak bisa menyelesaikannya sendiri. Pemprov DKI harus diback up oleh pemerintah pusat untuk mengatasi persoalan macet di Ibukota, termasuk juga warga Jakarta.

“Kebijakan Jokowi harus ada dukungan dari pemerintah pusat, sistem pergerakan bagaimana pemerintah pusat bisa membantu pelayanan DKI, lintas wilayah, bentuk otoritas seperti transportasi Jabodetabek yang bisa nantinya APTB dan sebagainya,” kata Yayat kepada INILAH.COM, Minggu (10/11/2013).

Di samping itu, Yayat melanjutkan, Jokowi juga harus segera memberlakukan electronic road pricing (ERP). Hal ini mengingat adanya program pemerintah terkait mobil murah, tapi Jokowi harus membatasi kendaraan pribadi dengan parkir mahal atau ERP. “Itu harus diterapkan biaya parkir semahal-mahalnya,” ucap dia.

Ia menjelaskan, sterilisasi jalur bus TransJakarta saja menurutnya pengendara sudah merasa takut untuk ditilang. Nah sekarang, kata Yayat, tinggal Pemprov DKI memberlakukan tarif parkir mahal.

“Jika itu tegas sangat luar biasa untuk percepat layanan umum. Tapi kalau sudah steril namun armada bus belum ada itu sama saja mubazir, jadi harus segera tambah armadanya agar masyarakat tidak berpikir untuk beralih ke angutan umum,” ujarnya.

Sementara, Yayat menuturkan untuk tarif parkir juga harus diminimalisir adanya kebocoran. Artinya, saat ini pengelolaan parkir dipegang oleh banyak pihak, diantaranya Pemprov DKI, perusahaan pengelola parkir, organisasi masyarakat dan sebagainya. Menurut dia, hal seperti ini harus diselesaikan jika diterapkan tarif parkir mahal.

“Misalnya, di gedung Thamrin City, semua kendaraan harus parkir didalam gedung. Artinya, mau tidak mau ya tidak boleh ada lagi kendaraan yang parkir on street. Ini parkir harus ditegakkan, dan bus angkutan umum ditambah itu sudah luar biasa. Selanjutnya, kalau Thamrin City bisa jadi contoh nanti terus diterapkan di tempat-tempat lain seperti Kuningan atau lainnya,” tandasnya.[ris]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s